
❤️ Happy Reading Bestie ❤️
Saat ini keluarga Jonathan terlihat sedang makan malam bersama, tidak terkecuali Aldo yang kini sudah bergabung bersama dengan keluarga besar.
“Daddy.” Panggil Hanna, memperlihatkan makanan yang ditusuk dengan garpu.
“Yes sweety, oh you so awesome.” Sahut Aldo dengan senyum bahagianya.
Aldo yang duduk berdekatan dengan Hanna, membuatnya bisa membantu putrinya itu makan. “Sayang, yuk makan yuk Ikannya,” Aldo yang baru pertama kali menyuapi Hanna makan, kini baru tahu bahwa Hanna ini sangat sulit sekali makan.
“No Daddy, the Fish no nice.” Tolaknya tidak mau memakan sayurannya.
“Tidak sayang, ikan ini bagus untuk kamu.” Ucap Aldo lagi, membujuk putrinya untuk makan protein dalam piringnya.
“Susahkan, sudah aku bilang, Hanna itu tidak mau memakan daging atau ikan, yang dia makan itu cuman Soba, Cous - cous, pasta, gitu - gitu pokoknya sama soup.” Sahut Brina, yang sudah hafal mati dengan sifat putrinya.
“Daddy, Daddy,” panggil Hanna lagi pada Aldo.
“Yes Sweety.” Balas Aldo.
“Do you like Fish Daddy?” Tanya Hanna pada Aldo.
“Yes Darling, Daddy love so much fish.” Jawab Aldo dengan memasang senyum di wajahnya.
“Here Daddy,” tunjuknya pada ikan yang berada di piring.
“This Fish good for you,” serunya dengan penuh semangat. Membuat semua yang berada di meja tertawa mendengarnya.
“Mario yang juga duduk di samping Cucunya itu, langsung mengusap kepala serta mencium kening Hanna dengan gemas. “Hanna, Hanna, kamu bisa saja, Grandpa bisa menggitmu.” Seru Mario, merasa sangat terhibur dengan setiap celoteh dari Hanna.
Setiap di meja makan, memang Brina membatasi penggunaan Gedget untuk putrinya. Makanya di saat makan malam seperti ini, Hanna hanya sibuk berceloteh menceritakan kesehariaanya di sekolah sebagai pengalihan rasa bosannya.
“Grandpa!!” Ketusnya bete, karena Grandpa menciumnya tiba - tiba.
Hanna memonyongkan mulutnya, sebagai ungkapan kesalnya.
“Itu ngapain bibirnya di moyong - monyongin gitu?” Tegur Eden yang duduk di seberangnya.
“Itu Grandpa,” adunya pada Eden.
“Grandpa,” tegur Eden pada suaminya.
“Hehehehe, apa? Grandpa cuman cium saja, Grandpa tidak ngapa - ngapain.” Elak Mario, membuat cucunya itu semakin kesal.
“Grandpa mau Gigit Hanna, tadi bilang itu.” Ungkapnya, dengan bibir yang benar - benar maju.
“Hahahahahah,” semua yang mendengar Hanna sedang mengomel kini semakin tertawa melihatnya.
“Hey, Hanna! No ya! Tidak boleh seperti itu!” Seru Eden, memarahi cucunya.
Hanna semakin bete di buat oleh Eden. “Hanna tidak mau makan.” Tegasnya, membuang wajahnya ke arah lain. Menunjukkan bahwa dirinya ngambek.
“Hanna, sayang tidak boleh seperti itu ya.” Ujar Aldo, menasehati putrinya.
“Huwaaaaa,” Hanna menangis sekeras mungkin, karena di marahin oleh Grandma dan Daddynya.
“Loh Hanna kenapa nangis?!” Tanya Mario yang ada di sampingnya.
“Enggakhhhaaa,” tangisnya dengan berteriak marah dengan Grandpanya.
Aldo mengehela nafasnya pelan, dan lalu menggendong putrinya keluar dari kursi baby khusus Hanna. “Hey, hey, Hanna,” ucap Aldo, berusaha menenangkan putrinya.
“Mommy, hisskk,,hiskkk,,hiskk, Mommy,” panggilnya dan mau di gendong oleh Mommynya saja.
Brina mengarahkan tanganya untuk mengambil alih Hanna dari Aldo untuk memangku putrinya itu. “Sudah - sudah diam ah,” ucap Brina pada putrinya.
“Lanjut makan saja, Hanna sama aku.” Seru Brina, pada suaminya yang masih berdiri memandangi dirinya dan Hanna.
“Aku cuman khawatir kamu merasa sesak karena ada Hanna yang menindih perutmu.” Sahut Aldo, rasanya ingin mengambil alih Hanna lagi.
“Sudah tidak apa - apa.” Balas Brina lagi, dan kini Aldo menikmati makan malamnya sembari melihat ke arah Brina, kalau - kalau istrinya itu merasakan sesak di perut.
“Aldo, dengar dari Brina, kalau tadi pagi kalian baru saja mengunjungi makam ke dua orang tuamu ya?” Ucap Mario, memecah keheningan yang ada.
“Iya Dad tadi pagi.” Balas Aldo, kembali melihat Hanna dan Brina.
“Sudah tidak apa - apa Aldo, Hanna memang selalu seperti itu kalau sedang makan, selalu mencari masalah agar tidak dipaksa makan.” Seru Eden, yang paham dari tadi jika Aldo khawatir pada Hanna.
“Tidak Mom, saya hanya takut perut Brina ketindih dan sesak karena tubuh Hanna yang sudah besar.” Jelasnya pada Eden.
Eden paham kekhawatiran Aldo, “Aku gak apa - apa.” Ucap Brina, meyakinkan lagi orang - orang sekelilingnya bahwa dia akan baik - baik saja.
Setelah memastikan jika Brina dan Hanna baik - baik saja, kini terlihat Brin yang menggendong tubuh Hanna untuk naik dan masuk ke dalam kamar. “Aku menemani Hanna belajar dan tidur dulu, kamu kalau mau berbicara dengan Daddy, pergilah.” Seru Brina sebelum dirinya masuk ke dalam lift, menuju lantai 3 kamar Hanna.
“Biar aku saja gendong Hanna naik, setelah itu baru aku bicara sama Daddy.” Tungkas Aldo, dan langsung mengambil alih Hanna, untuk membawa putrinya itu masuk ke kamar.
Aldo merasa khawtir, melihat tubuh Brina yang mungil, dan menggendong tubuh Hanna yang berisi, takutnya ada apa - apa sama kandungan Brina.
To Be Continue.
Hey teman - teman, jangan lupa ya, untuk Like, Komen, Vote dan jika berkenan memberikan Hadiahnya untuk Mimin. Agar mimin lebih semangat lagi updatenya, biar gakmalas - malasan lagi.
Terima kasih 🙏🏻