
Karena banyak yang minta part Jullian Irene jadi author sambung dan genapin sampe bab 100 ya😅
Semoga masih ada yang baca🤗
...*****...
Setelah misi The Ghost, Jullian memutuskan untuk tinggal bersama dengan Irene di apartemen Juvel. Sebagai pensiunan mafia dadakan, Jullian masih belum memikirkan pekerjaan yang akan dia jalani nanti. Hari-hari yang dia lalui hanyalah bermesraan dengan Irene. Tiada hari tanpa bercinta.
"Mmmm...." Irene memejamkan matanya karena menerima serangan lobak dari belakang.
Tangan Irene meremas seprai dengan menggelengkan kepalanya. Lobak Jullian sungguh membuat tubuh mungilnya kewalahan.
"Aku mau keluar," ucap Irene saat akan merasakan ledakan kenikmatan itu.
"Keluarkan sayang," sahut Jullian semakin mempercepat temponya.
Irene berteriak saat mendapat pelepasannya, dia pikir Jullian akan merasakan hal yang sama tapi ternyata dia salah. Jullian masih kuat dan tahan lama.
Sampai Irene merasa kepalanya berkunang-kunang, akhir-akhir ini stamina Irene memang berkurang. Sedetik kemudian Irene merasa gelap dan tak sadarkan diri. Tapi petani lobak terus memacu tubuhnya sampai bibit-bibit lobaknya tertanam dengan baik.
Beberapa jam berlalu, Irene mulai membuka matanya. Tubuhnya masih polos tapi dia melirik di atas nakas sudah ada makanan yang disiapkan Jullian.
Irene menyeret kakinya turun dari ranjang sambil membungkus tubuhnya memakai selimut. Dia ingin minum terlebih dahulu tapi matanya justru tertuju pada kalender.
Kalender tanpa coretan bulan ini, biasanya saat datang bulan, Irene akan mencoret harinya.
"Apa bibit lobaknya sudah tumbuh?" gumam Irene sambil mengusap perutnya.
Tak lama Jullian membuka pintu kamar dan memberi kabar jika Juvel akan melahirkan.
Tanpa mau membuang waktu, Jullian dan Irene pergi ke rumah sakit di mana Juvel akan di operasi. Mereka menunggu dengan gelisah karena takut jika kembar simpatik itu masih ada. Tapi rupanya apa yang ditakutkan tidak pernah terjadi.
Justru Jullian mendapat kabar mengejutkan mengenai kehamilan Irene. Tidak tanggung-tanggung, dia mendapat 4 bibit lobak sekaligus.
Gwen langsung memuukul tubuh Jullian. "Kenapa tidak pakai pengaman? Seharusnya kau tahu hal itu, Irene masih kecil tapi harus mengandung 4 bayi sekaligus!"
"Auw, Mom!" protes Jullian sambil menahan pukulan Gwen. "Aku tidak tahu kalau Irene akan sesubur itu, aku pikir dia masih dalam masa pertumbuhan!"
Sementara Irene sendiri justru menjauhkan diri, perasaannya campur aduk. Dia hamil tanpa statusnya tanpa pernikahan dan Irene juga takut karena resikonya hamil di usianya sekarang apalagi kembar 4.
Irene duduk di taman rumah sakit sambil melihat orang-orang yang lalu lalang.
"Kak Irene!" panggil Chade yang baru saja datang ke rumah sakit bersama Sheria.
Mereka diantar oleh Lucas setelah selesai pulang sekolah.
"Hai Chade," balas Irene dengan adu tos begitu juga pada Sheria. "Kalian baru pulang sekolah?"
"Ya, kami mendengar kak Juvel melahirkan baby,"
"Lebih baik kalian melihat baby Ares, bayinya sangat tampan!"
Chade dan Sheri kemudian berlarian untuk mendatangi baby Ares. Melihat itu Irene langsung memeluk perutnya.
Tak lama Irene merasakan pelukan dari belakang dan dia sangat tahu aroma parfum yang diciumnya.
"Aku mencarimu sedari tadi sayang, kau kenapa kesini sendirian bukannya membelaku saat dipukuli mommy," ucap Jullian yang belum melepas pelukannya.
"Kau takut?"
Irene tidak menjawab sampai dia mendapati Jullian berlutut di hadapannya.
"Irene, maukah kau menikah denganku? Kita akan membesarkan bibit-bibit lobak kita bersama!" ucap Jullian kemudian.