The Baby's Mafia

The Baby's Mafia
TBM BAB 86 - Kutukan dan Rumor



Dylan dan para anak buah yang lain mendengar teriakan Ronan, mereka bergegas mencari bos mereka tapi saat keluar, kabut asap sudah mengepul yang membuat penglihatan mereka jadi terganggu.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Dylan jadi mengkhawatirkan keadaan Chade. Dia ingin ke kamar putranya tapi para anggota lain menariknya untuk mencari jalan keluar dari markas.


"Aku akan membawa anakku dulu!" Dylan tidak mau pergi tanpa Chade.


"Kita tidak punya banyak waktu!"


Sampai terdengar ledakan yang membuat markas utama The Green Hornet mengalami kebakaran.


"Hantu Irene mengamuk!" teriak Ronan yang sudah bisa menjangkau para anak buahnya.


"Apa?"


"Irene mendatangiku dalam wujud hantu!"


"Apa ini sebuah lelucon gila?"


"Tidak, aku melihatnya sendiri!"


Akhirnya karena tidak mau membuang waktu, Ronan membawa para anak buahnya untuk keluar dari markas.


Di luar markas Trevor dan Gwen menunggu kedatangan Irene. Gadis mungil itu keluar dan akan melakukan pertunjukan inti.


"Apa kau siap?" tanya Gwen memastikan.


Irene mengangguk. "Aku tidak ingin membuang waktu!"


Trevor segera memberi kode pada Sheria untuk bersiap. "Pertunjukkan dimulai saat ledakan bom selanjutnya!"


"Oke!" Sheria sudah bersiap dengan lighting yang dia siapkan bersama Keiner sebelumnya.


Trevor mengendarai mobil crane di mana Irene tergantung dan akan diangkat ke atas seolah-olah terbang.


Sementara Sheria sudah menyiapkan alat proyeksi yang akan memantulkan bayangan Irene dan ditambah alat supaya bayangan itu membesar.


Duar!


Suara ledakan kedua terdengar bersamaan dengan Juvel dan Keiner yang berhasil keluar.


"Lihatlah sebentar lagi, Babe," ucap Keiner dengan merangkul istrinya.


Di detik itu juga, Ronan dan Dylan berhasil keluar dari markas diikuti oleh para anak buahnya.


"Apa benar ini ulah hantu Irene?" tanya Dylan yang masih tidak percaya.


Belum sempat Ronan menjawab, kepulan asap tebal mengelilingi mereka. Semua itu ulah Neil dan Zack yang membuat kabut supaya hantu Irene semakin tampak menyeramkan.


Dari kabut asap itu kemudian muncul bayangan Irene yang membuat Ronan dan para anak buahnya terkejut.


"Kau yang membuatku seperti ini, Ronan!" ucap Irene yang mengeluarkan air mata darah. Ditambah dengan matanya yang memutar kemudian keluar lalu mulut Irene menganga lebar. "Aku mengutuk semua yang berurusan dengan Black Mamba hidupnya tidak akan tenang! Aku akan menghantui mereka semua!"


Seketika Ronan dan para anak buahnya langsung berlari meninggalkan markas yang membuat Irene tertawa dan menghilang.


Mereka tidak menyadari jika sudah ditunggu oleh pasukan polisi federal yang Keiner hubungi sebelumnya.


"Jangan bergerak!" para polisi mengepung Ronan dan para anak buahnya.


Sementara pasukan tim The Ghost buru-buru bersembunyi. Tak lama pemadam kebakaran berdatangan yang membuat pasukan tim The Ghost kabur kecuali Juvel dan Keiner bersama Chade.


"Terima kasih atas laporannya Tuan Volstaire," ucap kepala polisi.


Keiner menganggukkan kepalanya kemudian dia mendatangi Juvel yang saat ini menenangkan Chade yang menangis karena Dylan yang tertangkap polisi.


"Sekarang ada kami yang bersamamu!" bujuk Juvel dengan memeluk bocah itu.


"Tapi kak Keiner membenciku," ucap Chade yang tahu bagaimana sikap Keiner selama ini padanya.


Keiner yang mendengar itu berjongkok supaya tingginya sejajar dengan Chade. "Maafkan aku atas sikapku selama ini! Sekarang kau boleh menjadi paman dari bayiku!"


"Benarkah?" Chade bertanya dengan mata masih berkaca-kaca.


Keiner tidak menjawab tapi dia langsung memeluk Chade, inilah yang diinginkan Harold. Dia akan memenuhi permintaan mendiang ayahnya.


Juvel tersenyum melihat Keiner yang melepaskan semua egonya. Keiner banyak belajar dari semua kejadian yang mereka alami selama ini.


Juvel mengusap perutnya, semua terjadi karena kehadiran bayi diperutnya. "Ini semua pasti sebuah anugerah!"


"Jadi setelah ini apa, Babe?" tanya Juvel saat mereka akan menyusul tim lainnya.


Keiner menjawab. "Kita akan menyebarkan rumor bahwa tanah Black Mamba terkutuk maka tidak ada yang berani mengganggu kalian lagi!"