
Irene segera mendekati Sheria dan Chade, dia mengeluarkan susu kotak yang dia beli sebelum menyelinap masuk ke markas The Green Hornet.
"Minumlah susunya," ucap Irene saat memberikan susu kotak itu.
Sheria dan Chade mengambil kotak susu dari Irene, mereka langsung meminumnya sampai habis.
"Kita harus keluar dari sini jadi ayo ikut dengan kakak." Irene ingin bergegas keluar sebelum ada yang melihatnya. Markas tampak sepi karena Ronan tengah mengumpulkan para anak buahnya untuk berunding.
Sheria berdiri, walaupun dia belum mengenal Irene, dia yakin Irene adalah gadis yang baik. Sheria ingin bertemu Neil atau Zack, orang-orang yang dekat dengan Dozer.
"Ayo!" Irene menggandeng tangan Sheria kemudian menunggu Chade berdiri tapi bocah itu tak kunjung berdiri yang membuat Irene bingung. "Kenapa?"
"Daddy Harold sudah meninggal, mommy Clara tidak menginginkan aku, kak Keiner juga membenciku, hanya daddy Dylan yang suka padaku. Jadi, aku ingin bersamanya," ucap Chade yang membuat Irene kaget.
"Tapi daddy Dylan mu itu sangat jahat, Chade!" Irene tetap berusaha membawa Chade pergi.
Chade berdiri untuk melihat keadaan kemudian dia kembali menatap Irene dan Sheria.
"Aku yang akan mengalihkan perhatian, kalian pergilah!" ucap Chade yang berlari mendatangi anak buah Ronan yang mendekat ke arah mereka.
Sebenarnya Irene tidak mau pergi tanpa Chade tapi karena keadaan mendesak, Irene terpaksa meninggalkan bocah itu.
Irene hanya membawa Sheria untuk pergi, mereka melewati jalan rahasia yang sebelumnya Irene lewati untuk masuk.
Mereka berhasil keluar tapi Irene bingung harus membawa Sheria kemana.
"Kita menyewa motel saja," ucap Irene kemudian.
Sebelum itu, Irene membeli baju untuk Sheria pakai dan Irene juga memotong rambut gadis kecil itu supaya Sheria tidak mudah dikenali.
"Kita tidak akan menemui uncle Neil atau Zack?" tanya Sheria yang sedari tadi ingin bertemu dengan kedua orang itu.
Sheria menggerutu sebal karena Irene yang tidak mempunyai tujuan tapi dia juga berterima kasih, setidaknya dia selamat dari komplotan The Green Hornet.
"Apa kau menghafal nomor ponsel Neil atau Zack?" tanya Irene yang menemukan sebuah ide.
"Daddy selalu memintaku menghafal nomor mereka," jawab Sheria.
"Bagaimana kalau kau menghubungi mereka supaya mereka menjemputmu," usul Irene.
"Dan kakak?" tanya Sheria yang membuat Irene memasang wajah sedih.
"Setelah memastikan kau aman, aku akan pergi!" Irene tidak mau menjadi kelemahan Jullian, lebih baik dia pergi sesuai keinginan lelaki itu.
Akhirnya Sheria mencoba menghubungi Neil melalui telepon umum. Beruntung Neil langsung merespon, Neil langsung melacak keberadaan Sheria dan segera menjemput gadis kecil itu.
Irene mengintip dari kejauhan saat Sheria bertemu dengan Neil dan Zack. Dia tersenyum melihat Sheria akhirnya aman sekarang Irene harus pergi.
Saat dia membalik badannya justru tubuhnya menabrak seseorang yang sedari tadi berdiri di belakangnya.
"Maaf," ucap Irene sambil tertunduk.
"Hanya maaf?" suara seseorang itu yang membuat Irene langsung mengadah menatap badan besar dan tinggi yang sangat dikenalnya.
"Jullian?" Irene meneteskan air mata, dia ingin memeluk lelaki itu tapi justru respon tubuhnya malah memundurkan badan. "Aku hanya merasa harus menyelamatkan Sheria dan Chade tapi..."
Irene tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena tubuhnya ditarik oleh Jullian.
"Dasar gadis bodoh!" ucap Jullian yang memeluk tubuh Irene.
Irene seketika langsung menangis sejadi-jadinya, dia membalas pelukan Jullian dengan erat. "Jangan buang aku, Jullian. Aku menyukaimu!"