The Baby's Mafia

The Baby's Mafia
TBM BAB 41 - Fakta Tersembunyi



Di sisi lain, Keiner yang sudah siap dengan setelan jas pengantinnya berdiri di depan cermin. Dia melihat penampilannya sendiri, Keiner masih tidak percaya jika dia akan menikah.


"Apakah kau sudah memastikannya?" tanya Keiner kemudian. Dia bertanya pada Lucas yang dia perintahkan untuk mengawasi Trevor, dia tidak mau mertuanya itu bertindak gila. Seperti membawa anggota mafianya.


"Aman, Tuan. Mertua anda hanya membawa tim intinya saja," sahut Lucas yang sudah memastikan semuanya.


"Bagus, apa pesawat sudah siap?" tanya Keiner lagi. Dia ingin langsung membawa Juvel honeymoon.


"Sudah, Tuan. Dokter Gaby juga sudah datang untuk memeriksa nona Juvel," sahut Lucas.


Sebelum berangkat, Keiner harus memastikan keadaan bayinya aman dan sehat.


"Saya permisi dulu, Tuan," pamit Lucas yang ingin mengecek para tamu undangan.


Tak lama setelah kepergian Lucas, pintu ruangan Keiner berada terbuka lagi. Keiner pikir itu adalah Lucas lagi.


"Apa acara pemberkatan sudah akan dimulai?" tanya Keiner tanpa menoleh.


Bukannya sahutan Lucas yang dia dapatkan justru Keiner merasakan sebuah pelukan dari belakang.


"Kei, kau benar akan menikah?"


Keiner sangat hafal dengan suara itu. Clara!


"Lepas! Atau aku akan menyakitimu!" geram Keiner yang menahan emosinya.


"Aku yakin, kau masih mencintaiku. Sebab itulah selama ini kau sendirian dan menutup diri," ucap Clara percaya diri sekali. "Kau dan Juvel tidak saling mencintai, jangan bohongi perasaanmu!"


Keiner semakin jijik dengan Clara yang seperti itu, dia menghempas tangan Clara dengan kasar.


"Aku harap kau cepat bangun dari mimpimu!" ketus Keiner yang sebenarnya malas meladeni Clara. "Kau harus bangun dan lihatlah dengan matamu sendiri kebahagiaanku dengan Juvel!"


Clara menggeleng, dia tidak akan menyerah. "Aku tidak benar-benar menggugurkan anak kita, Kei."


Tiba-tiba Clara berbicara seperti itu, tentu saja Keiner kaget tapi buru-buru dia memasang wajah tenang. Dia sadar tengah berhadapan dengan rubah betina.


"Kau mau bilang jika Chade tenyata adalah anakku?" tebak Keiner kemudian.


"Kau pikir aku bodoh! Jika memang Chade adalah anakku, aku pasti sudah memiliki ikatan batin dengan anak itu seperti yang aku rasakan pada bayi yang dikandung Juvel," jelas Keiner.


"Kau jangan berani-berani membohongiku!"


Keiner membentak Clara yang membuat wanita itu sampai berjingkat.


*****


Clara yang gagal melakukan rencananya melampiaskan semua itu pada Chade.


"Anak sialan! Semua ini gara-gara kau!" Clara memukuli Chade di lorong hotel yang sepi.


"Ampun mommy!" Chade hanya bisa memohon ampun.


Chade berusaha memanggil Harold yang saat ini tengah menyambut para tamu yang datang.


"Daddy... tolong!" rintihnya.


Clara semakin marah karena Chade meminta bantuan pada Harold.


"Daddy kau bilang? Tua bangka itu bukan ayahmu! Kau hanya anak haram!"


Clara yang memang mempunyai gangguan mental meluapkan kekesalan hatinya. Wanita itu sempat depresi saat mengandung Chade saat dia akan menggugurkan kandungan untuk kedua kalinya, justru dia mengenal Harold.


Clara mencari tahu informasi mengenai Harold dan mendapat informasi yang salah jika Harold adalah pemilik Volstaire Group. Clara mulai memanfaatkan keadaan dan menjebak Harold.


Tapi justru dia yang terkena jebakannya sendiri.


"Anak haram itu apa?" tanya Chade dalam hatinya, bocah itu masih belum mengerti.


Sampai Chade memberanikan diri, dia menggigit tangan Clara yang akan memukulnya lagi kemudian berlari dan kabur.


"Akh..." Clara berteriak karena merasa kesakitan. "Dasar anak tidak tahu diuntung, seharusnya aku menggugurkanmu!"