
Trevor dan Gwen berjalan-jalan dan membaur, rasanya sudah lama mereka tidak melakukan hal ini.
Kebetulan ada pameran di pemukiman yang mereka tinggali, penduduk di sana berada di pameran itu. Mereka menjual hasil panen mereka.
"Wilayah barat memang subur, hasil panen mereka tahun ini pun melimpah," komentar Trevor yang semakin menginginkan wilayah itu.
Gwen hanya diam, dia tidak bisa berkata-kata.
"Ayo kita ke sana!" ajak Trevor menunjuk stand yang menjual mangga.
"Aku jadi teringat Juvel, biasanya ibu hamil suka mangga apalagi yang masih muda," ucap Gwen yang melihat begitu banyaknya buah mangga dari berbagai jenis dan ukuran.
"Dia tidak akan merasakan hal itu karena Jullian yang akan merasakannya," sahut Trevor yang memilih satu mangga yang berwarna kuning.
Gwen terkekeh. "Yah, kau benar! Lebih baik kita membeli mangga untuk Jullian!"
"Aku yang akan memilihnya." Trevor mencoba mengupas mangga yang ada di tangannya menggunakan pisau tapi saat kupasan pertama tangannya kembali bergetar.
Trevor langsung menaruh mangga dan pisau yang ada di tangannya tapi Gwen sudah melihat itu semua, sebenarnya bukan pertama kali Gwen melihat tangan Trevor yang tremor begitu.
"Apa kita perlu periksa ke dokter?" tanya Gwen kemudian.
"Aku baik-baik saja sayang." Trevor berusaha bersikap santai sambil mengacak rambut istrinya.
Trevor meraih tangan Gwen dan menggenggamnya. "Tanganku masih bisa menggenggammu bagiku sudah cukup!"
*****
Jullian bersama Neil dan Zack mendatangi Ronan yang berada di klab malam. Klab malam itu salah satu bisnis Ronan.
Saat melihat Jullian datang, Ronan tertawa kemenangan. Dia menjadi berpikir jika Irene memang begitu penting bagi lelaki itu.
"Jullian Brown sepertinya kau datang lebih awal," ucap Ronan mencibir karena dia sudah tahu rencana misi musim dingin melalui Dozer.
Dozer dan Dylan berada di belakang Ronan yang membuat Jullian memicingkan matanya pada mereka berdua.
"Damn you, Dozer! Apapun alasannya, kau hanyalah seorang pengkhianat sekarang!" seru Zack yang tidak tahan.
Ronan terkekeh. "Kalian sendiri yang menjadikan diri kalian mempunyai kelemahan!"
"Wanita! Bukankah itu kelemahan kalian?"
Ronan menatap Jullian dengan tersenyum miring. "Aku tahu kenapa kau suka dengan gadismu, dia begitu menggemaskan bukan? Aku juga ingin bermain-main dengannya!"
"Jadi apa maumu sekarang?" tanya Jullian setelah berhasil berdamai dengan emosinya.
"Kau ingin pertukaran antara Chloe dan Irene, bukan?"
Ronan semakin tertawa mendengar pertanyaan Jullian. "Reputasi klan mafiaku memang buruk tapi aku tidak bodoh! Tidak mungkin aku menukar gadis berhargamu dengan cuma-cuma!"
"Kalau aku meminta wilayah kekuasaan Black Mamba, apa kau akan memberikannya?"
Pertanyaan yang membuat Jullian mengepalkan kedua tangannya.
"Jika gadis itu penting bagimu pasti kau tidak akan segan-segan memberikannya padaku!" tambah Ronan.
Dylan yang ada di belakang Ronan mengernyitkan dahinya, lalu bagaimana dengan Chloe?
"Tenang saja Dylan, kau juga mendapatkan yang kau mau!" ucap Ronan yang sudah berjanji pada Dylan.
"Jullian pasti akan melakukan apapun demi wanitanya!"
*
*
*
*
*
Catatan Author :
Tremor adalah gemetar atau bergerak tanpa sadar, mulai dari ringan sampai berat, dan umumnya terjadi pada tangan, kaki, wajah, kepala, atau pita suara.
Maaf jika ada yang merasa ceritanya mirip cerita sebelumnya Me and The Boss Mafia.
Menurut author sangat berbeda ya, plot twistnya nanti juga beda. Mungkin karena mengulang konflik yang sama seperti penculikan atau menggoda musuh. Tapi beda kok guys jalan ceritanya nanti.
Ikutin terus ya soalnya gak akan terlalu banyak bab, kemungkinan seminggu lagi tamat.
Jadi, mohon dukungannya. Luv ❤😘