The Baby's Mafia

The Baby's Mafia
TBM BAB 50 - Memastikan



"Ayo kita pulang saja, Chade!" ajak Irene sebelum Jullian dan Chloe menyadari keberadaannya.


Sebenarnya Chade ingin mendatangi Chloe tapi karena melihat wajah Irene yang bersedih membuat Chade mengurungkan niatnya.


"Tenang saja kak Irene kalau aku sudah besar nanti aku pasti akan menikahimu!" bujuk Chade supaya Irene tidak bersedih lagi.


"Mungkin pada saat itu, aku sudah menjadi perawan tua!" sahut Irene dengan kekehan kecil karena sedikit terhibur.


Mereka berdua pergi meninggalkan mall sementara Jullian yang tidak menyadari keberadaan Irene sebelumnya tampak jengah dengan Chloe.


Sudah beberapa kali mereka berkencan tapi Jullian belum mendapat informasi apapun, sepertinya memang Chloe tidak mengetahui informasi apapun mengenai ayah kandung Chade.


"Sial, rubah betina ini membuang banyak waktuku!" umpat Jullian dalam hatinya.


Jullian memandangi Chloe yang tengah sibuk memilih baju seksi di sebuah toko yang ada di mall. Chloe memilih baju yang cantik dan juga mahal harganya.


"Aku sudah selesai sayang," ucap Chloe yang tentu saja tujuannya supaya Jullian membayarkan belanjaannya.


Jullian mengeluarkan kartunya untuk membayar, baru kencan beberapa hari saja Jullian sudah mengeluarkan uang dalam jumlah besar.


Setelah selesai berbelanja, Chloe berniat ingin menggoda Jullian. Dia sekarang sangat yakin jika Jullian kaya dan juga royal.


"Sayang, bagaimana kalau kita ke hotel?" tanya Chloe saat mereka dalam perjalanan. Chloe sengaja menyilangkan kakinya yang membuat paha mulusnya bisa dilihat oleh Jullian.


Jullian melirik sejenak, dia tidak tertarik sama sekali. Hanya Irene yang menarik di matanya sekarang.


"Aku memang mau membawamu ke hotel!" jawab Jullian dengan dingin.


Chloe kesenangan mendengarnya, akhirnya Jullian akan menjadi miliknya seutuhnya. Tapi bukannya dibawa ke hotel mewah, Chloe justru bingung karena dibawa jauh ke luar kota bahkan memasuki kawasan yang sepi dan juga hutan.


"Kita mau kemana sayang?" tanya Chloe kemudian.


Tidak ada jawaban sampai mobil berhenti dan Jullian meminta Chloe turun saat mereka sampai dibangunan yang tampak menyeramkan. Chloe sebenarnya takut tapi dia tetap menuruti perintah Jullian.


Saat Jullian turun, ada beberapa anak buahnya menghampirinya. Ternyata Jullian membawa Chloe ke tempat eksekusi, tempat yang biasa digunakan untuk menawan musuh dan menghabisi mereka.


"Sayang!" panggil Chloe saat badannya ditangkap dan diseret masuk ke dalam bangunan.


Chloe dilempar ke sebuah ruangan kecil yang berbau amis darah.


"Tolong! Tolong!" teriaknya karena ruangan itu selain amis darah ternyata juga sangat gelap. "Jullian!"


"Apa yang kau lakukan padaku!? Lepaskan aku!?" teriak Chloe saat melihat Jullian berdiri di depannya tapi mereka terhalang oleh penghalang pintu.


"Sudah aku bilang kan saat kita bertemu lagi, kau harus lari dan bersembunyi tapi kau justru berani mendekat dan menggodaku. Jadi aku akan bermain-main denganmu!" ucap Jullian dengan nada ancaman yang kental.


"Kau harus merasakan bagaimana menjadi Irene yang kau kurung dan siksa dari kecil!" tambahnya.


"A--apa? Tidak, jangan lakukan itu padaku! Aku berjanji tidak akan mengganggumu dan Irene lagi tapi tolong lepaskan aku!" Chloe yang ketakutan memohon belas kasih dari Jullian.


"Tidak akan semudah itu! Aku akan menjemput ibu dan kakakmu supaya kau tidak sendirian di sini. Jadi tunggulah kedatangan mereka!" Jullian langsung pergi dan penghalang pintu ditutup lagi. Hanya ada suara teriakan Chloe yang Jullian dengar.


Jullian kembali ke dalam mobilnya dan menyender sebentar sebelum menjalankan mobil itu. Dia jadi memikirkan Irene sekarang.


"Apa aku harus membelikan sesuatu untuk putri duyung kecil itu?" gumam Jullian yang rindu bermain dengan Irene. Rasanya dia sudah lama tidak bermain lobak dengan gadis itu jadi Jullian akan merayunya.


Ah, kalau dipikir-pikir selama beberapa hari semenjak Juvel bulan madu, Jullian tidak mengalami mual dan muntah maka dari itu Jullian bisa jauh dari Irene.


"Apa simpatik itu mulai pudar saat Juvel menerima kehadiran bayinya?" gumam Jullian yang berinisiatif ingin membuktikannya.


Jullian mengambil pisau dan mencoba mengiris lengannya. Dia ingin memastikan akan kesakitan atau tidak.


*


*


*


*


*


Rekomendasi Author :


Judul : Partner Ranjangku Pria Casanova


Nama Author : Kumi Kimut


Mampir ya guys...