The Baby's Mafia

The Baby's Mafia
TBM BAB 73 - Rasa Sakit



Zack kembali bergabung bersama yang lainnya, dia mencari Trevor tapi tidak menemukan keberadaan bosnya.


"Di mana, Bos?" tanya Zack pada Neil.


Neil menghela nafasnya dan menceritakan apa yang telah terjadi. Bagaimana Juvel dan Jullian yang telah membohongi Trevor dan sekarang mereka menjadi terpecah belah.


"Ck! Ronan menyerang kita dari dalam!" decak Zack kesal.


"Ya, dia tahu tidak bisa mengalahkan kita, satu-satunya cara membuat kita terpecah belah seperti ini," keluh Neil.


"Sekarang bos Trevor di mana?" tanya Zack kemudian.


"Apa aku harus menjawabnya," jawab Neil dengan ketus seharusnya Zack tahu di mana Trevor berada.


Zack kembali berdecak. "Semoga Juvel tidak kenapa-kenapa!"


"Kita harus menyelamatkan Sheria baru kita bisa membantu Juvel," terang Neil sambil menunjuk ruangan Jullian berada. "Lebih baik kau bicara pada pangeran patah hati itu!"


Zack menemui Jullian yang saat ini tengah frustasi karena memikirkan keadaan keluarganya. Saat melihat Zack datang, Jullian langsung menanyakan keadaan Irene.


"Irene baik-baik saja jadi jangan khawatir," ucap Zack yang membuat Jullian bernafas lega.


Jullian kemudian berdiri dan memasang rompi anti peluru di tubuhnya. Dia mengambil senjatanya dan memberi instruksi pada Zack.


"Jangan membuang waktu lagi, kita akan menyelamatkan Sheria dengan sisa anak buah yang ada!"


Mereka berdua keluar di mana Neil sudah mengumpulkan anak buah yang tersisa.


"Para anak buah yang dibebaskan Juvel mengambil seluruh harta yang ada di markas jadi mereka langsung menghilang," jelas Neil.


Jullian mengeratkan gigi gerahamnya, Jullian bisa saja melacak mereka karena semua anggota Black Mamba mempunyai tatto yang sama. Tapi dia sekarang berpihak pada Juvel jadi lelaki itu membiarkan para anak buah yang dibebaskan adiknya.


"Kita harus menyusun strategi supaya tidak salah langkah!" perintah Jullian kemudian.


*****


"Apa istriku sudah bangun?" tanya Keiner pada kepala pelayan di mansionnya melalui panggilan telepon.


"Belum bangun tapi demam Nyonya sudah turun, Tuan," lapor kepala pelayan.


"Terus laporkan keadaan istriku, aku akan mempercepat pekerjaanku!" Keiner kemudian berdiri dan mendatangi ruangan Lucas.


"Percepat rapat hari ini, aku mempunyai firasat buruk!" perintah Keiner.


Firasat Keiner mungkin ada benarnya karena Trevor datang ke mansionnya dengan aura gelap.


Trevor datang dengan pedang dark blood, dia memenggal kepala bodyguard yang berjaga di mansion jika berani melawannya.


Suara teriakan para pelayan membuat Juvel terjaga dari tidurnya.


Juvel segera bangkit dan melihat apa yang terjadi di mansion.


"Dad, hentikan!!" teriak Juvel saat melihat Trevor menebas kepala salah satu bodyguard Keiner yang melawan.


Trevor menatap Juvel dan mendekati putrinya itu, Trevor mengarahkan pedangnya ke perut Juvel yang membuat Juvel tidak berani bergerak.


"Bayi itu bukan bayimu, cepat gugurkan!" Trevor berkata dengan suara beratnya yang membuat Juvel duduk bersimpuh.


"Bayi ini tidak bersalah, Dad. Hukum saja aku!" Juvel berusaha memohon ampun.


"Kau menghancurkan semuanya, Juvel!" ucap Trevor dengan kekecewaan yang nyata.


"Kau membohongiku dan menghancurkan rumahmu sendiri. Ah, aku lupa. Kau tidak mau jadi bagian dari keluargamu..."


Juvel meremas bajunya sendiri dengan lelehan air mata. "Maafkan aku tapi aku benar-benar tidak mau menjadi mafia!"


"Bagaimana kau bisa bicara seperti itu, darahmu adalah darah mafia!" Trevor semakin kecewa dengan putrinya. "Kau tahu hal yang paling menyakitkan dari semua yang kau lakukan?"


"Rasa sakit karena keluargamu tidak percaya padamu. Kau, Jullian bahkan mommy mu tidak percaya padaku!"