
"Mommy yang akan membujuk daddy jadi lebih baik sekarang pulanglah!" ucap Gwen pada putrinya. Bukannya dia mengusir tapi Trevor dan Keiner terus bersitegang jadi lebih baik mereka berpisah terlebih dahulu.
Gwen mengusap perut Juvel dan tersenyum penuh arti. "Ternyata diam-diam, kau membuatkan mommy dan daddy cucu! Jagalah kandunganmu!"
Mendengar itu, Juvel jadi bingung harus menjawab apa karena pada kenyataannya bayi yang dia kandung sepenuhnya hak Keiner.
"Thanks, Mom. Sebenarnya aku sehat-sehat saja karena Jullian yang mengalami hormon kehamilan yang aku alami," ucap Juvel yang mengalihkan pembicaraan.
"Astaga, aku melupakan kembar simpatik kalian! Mommy akan ke markas dan membantu Jullian!" Gwen jadi mencemaskan keadaan putranya.
"Lebih baik mommy mencemaskan Irene karena Jullian terus memanfaatkan kepolosan gadis itu!" ungkap Juvel.
"Jullian itu benar-benar ya, kenapa aku seperti de javu!" ucap Gwen sambil menggelengkan kepalanya mengingatkan awal mula kisah cintanya.
Setelah cukup berbincang dengan sang mommy, Juvel berpamitan pulang. Sebelum itu, Trevor memeluk dan menciumi Juvel untuk mengungkapkan sayangnya, Trevor masih tidak percaya Juvel yang sudah dewasa bahkan sekarang akan memberinya cucu.
"Kalau pemerkosa itu macam-macam, laporkan pada daddy. Dark Blood sepertinya belum pernah merasakan darah pria kaya dan sombong!" ucap Trevor yang membicarakan pedangnya yang haus darah.
Keiner yang mendengar itu berdecak sebal, dia ingin cepat pergi.
*****
Di dalam mobil, Keiner hanya diam sementara Juvel yang kelelahan tanpa sadar tertidur dan menyender di pundak Keiner.
Keiner jadi bingung sendiri membawa Juvel kemana akhirnya dia memutuskan untuk membawa gadis itu ke mansionnya. Sebaiknya memang mereka harus tinggal bersama supaya Keiner bisa memantau langsung keadaan bayinya.
"Urus semua perlengkapan yang diperlukan Juvel!" perintah Keiner pada Lucas yang berada di kursi depan.
"Baik, Tuan." Lucas menjawab dengan patuh. Dia bergegas mencatat dalam agendanya.
"Dia bahkan tidak bangun," gumam Keiner saat berhasil membaringkan tubuh Juvel ke atas ranjangnya.
Juvel tertidur dengan pulas hingga beberapa jam kemudian dia terbangun. Juvel merasa sangat nyaman memeluk guling besar.
"Tidurku nyenyak sekali," gumam Juvel dengan meraba guling besar yang terasa keras.
Matanya yang masih terpejam akhirnya terbuka dan Juvel terkejut bukan main saat mendapati jika guling besar yang keras itu adalah Keiner.
"Ho? Rupanya kau bangun juga, kau begitu agresif saat tidur!" ucap Keiner yang sedari tadi menerima serangan dari Juvel. Gadis itu terus memeluk dan menggerak-gerakkan anggota badannya yang membuat Keiner hanya bisa terdiam menunggu gadis itu bangun.
"Aaaaa..." Juvel berteriak dan buru-buru mendudukkan dirinya.
"Apa yang kau lakukan padaku!"
Keiner mendengus karena seolah-olah image pemerkosa yang cabul melekat pada dirinya. "Kau tidur sampai melewatkan makan malam!" ucap Keiner untuk tidak membahas lebih jauh keintiman mereka sebelumnya.
"Kenapa aku bisa ada di sini? Aku ingin pulang ke apartemenku!" Juvel bergegas turun dari ranjang tapi langkahnya ditahan oleh Keiner.
Keiner mengukung tubuh Juvel dan menatap tajam pada gadis yang berada di bawahnya.
"Aku sudah menemui orang tuamu dan melamarmu jadi sekarang kau juga harus melakukan peranmu! Kau harus patuh dan menjaga bayiku! Jangan jadikan bayiku sebagai bayi mafia!"
Ada ketakutan sendiri dalam diri Keiner mengingat Trevor yang gila. Dia tidak ingin bayinya diambil darinya.