The Baby's Mafia

The Baby's Mafia
TBM BAB 38 - Ketergantungan



Juvel dan Gwen pergi ke butik di mana Lucas sudah memesan gaun pengantin. Di sana Gwen sibuk memilih gaun pengantin untuk putrinya. Gwen bahkan menggambar sendiri detail-detail gaun yang akan dipakai oleh Juvel nanti.


"Tambahkan taburan mutiara di bagian pinggirnya," ucap Gwen memberi instruksi.


"Baik, Nyonya."


Sementara Juvel sendiri tampak santai duduk di sofa butik sambil memakan camilan.


"Mom, apa wanita hamil memang begini?" tanya Juvel saat melihat Gwen mendekat padanya. "Selalu ingin makan!"


"Kalau pada umumnya, seharusnya kau saat ini mabuk sampai tiga bulan lamanya. Tapi karena yang merasakan itu Jullian jadi kau bebas sekarang," jawab Gwen dengan menghela nafasnya panjang karena kembar simpatik anaknya yang tidak hilang.


"Aku sebenarnya kasihan dengan Jullian, aku akan membujuk Keiner supaya memberi Jullian kompensasi," ucap Juvel lagi.


"Yang terpenting jaga kandunganmu." Gwen mengusap-ngusap perut Juvel yang masih rata. "Rasanya baru kemarin mommy menimangmu tapi sekarang kau akan menimang bayi sendiri!"


"Mom..." protes Juvel. "Kenapa mommy dan daddy selalu menganggapku seperti anak kecil, huh!"


Sepasang ibu dan anak itu kemudian tertawa bersama.


Persiapan demi persiapan dilakukan untuk acara pernikahan Juvel dan Keiner.


Keiner sendiri menyibukkan diri dengan urusan perusahaan karena dia harus menyelesaikan semua pekerjaan sebelum dia mengambil cuti.


"Selama aku cuti, tolong handle semuanya," pinta Keiner pada Lucas. Lelaki itu sudah mempersiapkan honeymoon untuk istrinya, selama honeymoon Keiner tidak ingin diganggu karena dia akan melakukan serangan nuklir pada Juvel.


"Dia sendiri yang menantang dan menggodaku," gumamnya.


"I--iya Tuan?" Lucas tidak mengerti.


"Bukan apa-apa," elak Keiner yang jadi memikirkan calon istrinya. "Di mana Juvel?"


"Nona sedang melakukan perawatan, Tuan," jawab Lucas yang terus memantau apa yang Juvel lakukan.


Keiner segera mencari ponselnya untuk menghubungi Juvel yang saat itu melakukan perawatan di salon kecantikan.


"Hallo," jawab Juvel yang mengalingkan panggilan Keiner menjadi panggilan video.


Keiner bisa melihat jika Juvel tengah berendam di kolam susu.


"Kau sudah meminum vitamin dan susumu kan setiap hari?" tanya Keiner.


Lagi-lagi Keiner menanyakan hal itu, Juvel jadi jengah sendiri. Keiner menganggap seolah Juvel tidak menyayangi bayinya.


"Tidak perlu khawatir, bayimu aman bersamaku." Juvel menjauhkan sedikit ponselnya kemudian dia mengangkat salah satu kakinya sampai paha mulus gadis itu terlihat. "Bagaimana menurutmu hasil perawatan di salon yang aku kunjungi?"


Keiner menelan ludahnya kasar tapi buru-buru dia menggelengkan kepalanya.


"Jangan terus menggodaku!"


"Kenapa? Apa kau sudah menganggapku wanita sekarang?"


"Memang sebelumnya kau bukan wanita?"


"Bukan wanita secara harfiah!"


Juvel jadi kesal sendiri pada Keiner tapi walaupun begitu mereka terus mengobrol sampai lima belas menit lamanya.


"Aku ada meeting jadi aku akan menutup panggilannya," ucap Keiner saat melihat Lucas yang sudah memberi kode dengan menunjuk-nunjuk jam tangan di pergelangannya.


"Sayang sekali, padahal aku masih merindukanmu!" ungkap Juvel yang tidak mau menutupi perasaannya. "Aku merindukan tubuhmu yang hangat saat memelukku!"


Keiner hanya tersenyum tipis karena pada kenyataannya dia juga tidak bisa jauh dari gadis mafia itu. Dia kembali insomnia jika tidak ada Juvel. Sepertinya Keiner sudah mulai ketergantungan dengan gadis itu. Begitu pula dengan Juvel.


"Sampai bertemu di Altar, Nona Mafia!"