
Juvel dan Keiner saling bertatapan, sekarang saatnya mereka melakukan sumpah setia setelah sebelumnya beberapa prosesi sudah dilakukan.
Mereka begitu gugup karena awalnya pernikahan mereka hanyalah sebuah perjanjian.
Tapi saat melakukan semua prosesnya, rasanya mereka seperti mempermainkan pernikahan di hadapan Tuhan.
Mungkin ini yang dinamakan ikatan sakral.
Keiner berdehem sejenak kemudian dia mengucapkan sumpah setianya tanpa ragu, saat mendengar itu hati Juvel semakin tersentuh, dia pun membalas tanpa ragu pula.
Keiner membuka kotak cincin dan menyematkan cincin berlian ke jari manis Juvel karena cincin ada sepasang setelah itu Juvel juga memasang ke jari manis Kiener.
Kemudian saat yang ditunggu-tunggu. Ciuman!
Keiner meriah dagu Juvel yang membuat gadis itu memejamkan matanya. Mereka berciuman, walaupun bukan yang pertama kalinya tapi rasanya sangat berbeda dari sebelumnya. Mungkin karena sekarang mereka sudah menjadi sepasang suami istri.
"Akhirnya kau menjadi Mrs. Volstaire," ucap Keiner saat ciuman mereka terlepas.
"Apa kau suka Mr. Volstaire? Mempunyai istri seorang mafia?" Juvel setengah berbisik supaya tidak ada yang mendengar.
"Sepertinya aku tidak punya pilihan!" jawab Keiner dengan tertawa.
Tepuk tangan dari tamu undangan membuat mereka menghentikan obrolan mereka sejenak. Setelah acara pemberkatan langsung ke acara resepsi karena malamnya Keiner dan Juvel sudah berangkat bulan madu.
"Lihatlah, betapa cabulnya dia, bisa-bisanya langsung membawa Juvel pergi," komentar Trevor.
Gwen langsung menyenggol lengan suaminya. "Setidaknya Keiner lebih romantis, dia tidak akan meninggalkan istrinya berbulan-bulan lamanya saat pengantin baru!" sindirnya.
Trevor tergelak, dia merangkul istrinya dan berbisik. "Aku akan menebus kesalahanku itu bagaimana?"
"Jangan modus, Tuan Mafia!"
Saat semua tampak mesra justru pasangan Clara dan Harold malah bersitegang karena Harold yang marah pada Clara, Clara yang begitu ceroboh sampai kehilangan Chade.
"Kalau kau tidak mau mencarinya biar aku sendiri yang mencarinya. Setelah ini, aku yang akan mengasuh Chade, kau bisa bebas melakukan apapun yang kau mau," ucap Harold yang sudah kecewa pada Clara.
Clara hanya diam dan acuh karena dia sangat iri dengan Juvel dan Keiner yang di matanya tampak mesra.
Sementara Chloe sedari tadi terus mengamati Jullian yang duduk sendirian, matanya menelisik mencari Irene tapi tampaknya gadis itu tidak ada. Chloe berpikir jika Irene tidak muncul karena takut padanya.
"Kau Jullian, 'kan? Apa kau masih mengingatku?" tanya Chloe dengan memberikan satu gelas minuman pada Jullian.
Sebenarnya Jullian tidak mau berhubungan dengan rubah betina tapi demi mendapat informasi, dia berusaha bersikap ramah.
"Ah ya, aku ingat pernah menyuruhmu lari jika kita bertemu lagi. Tapi rupanya kau pantang menyerah," sahut Jullian kemudian.
"Aku memang wanita yang gigih, apa aku boleh duduk denganmu?"
"Silahkan!"
*****
Acara resepsi yang melelahkan selesai, Juvel yang tidak tahan dengan cepat kembali ke kamarnya. Sementara Keiner masih sibuk dengan kolega-kolega bisnisnya yang berpamitan pulang.
"Pesawat sudah menunggu, Tuan," lapor Lucas saat tamu undangan sudah mulai sepi.
"Persiapkan mobil untuk pergi ke bandara!" perintah Keiner yang ingin menyusul Juvel ke kamar dan mengajak istrinya pergi.
Saat sampai di kamar Juvel sudah berganti dengan gaun baju tidur dengan bahan satin. Dia ingin merilekskan pinggang dan kakinya sejenak tapi baru juga berbaring, Keiner tiba-tiba masuk ke dalam kamar.
"Ayo kita berangkat!" ajaknya.
"Sekarang? Aku sangat lelah," sahut Juvel yang enggan bergerak.
"Kalau kita tetap di sini, akan banyak pengganggu!" ungkap Keiner yang tahu jika keluarganya atau keluarga Juvel akan mengganggu waktu pengantin baru itu.
"Istirahat di pesawat saja." Keiner mengangkat dan menggendong Juvel ala bridal. Kemudian dengan santainya Keiner membawa Juvel keluar kamar.
"Keiner, barang-barangku!" protes Juvel.
"Kita tidak akan membutuhkan banyak barang karena kita akan menghabiskan waktu dengan bergelut di dalam selimut," bisik Keiner di telinga Juvel yang membuat gadis itu merinding.
"Kau tidak akan jual mahal dulu padaku?" tanya Juvel memastikan.
Keiner menggelengkan kepalanya. "Aku akan mengobralnya untukmu!"