
Keiner tertawa sendiri mengingat tingkah Juvel, semakin mengenal gadis mafia itu Keiner semakin tertarik dengan pribadi Juvel.
"Tuan..." panggil Lucas mencoba menyadarkan lamunan bosnya. Dia ingin memberi laporan yang harus diperiksa Keiner.
Keiner berdehem kemudian mengambil laporan yang Lucas berikan padanya.
"Tuan, wedding organizer ingin bertemu dengan pasangan pengantin untuk berdiskusi mengenai rancangan acara nanti," lapor Lucas yang mengurus pernikahan Keiner dan Juvel.
"Kau atur saja, siapkan semaunya dengan pilihan terbaik!" Keiner ingin membuat pesta pernikahan yang meriah tujuannya untuk membuat Clara semakin panas.
Keiner mengingat saat Clara mengetahui jika Keiner yang ternyata adalah anak dari Harold, diam-diam menemuinya dan meminta maaf. Dengan tidak tahu malu, Clara mengajaknya kembali. Bukannya Keiner iba atau peduli justru Keiner semakin jijik.
"Baik, Tuan. Saya akan mempersiapkan pesta pernikahan terbaik supaya para tamu undangan tidak bisa melupakannya," ucap Lucas lagi.
Keiner mengangguk, matanya masih fokus pada lembar-lembar laporan sampai dia mengingat Juvel lagi.
"Juvel mengatakan jika hari ini akan menemui saudaranya, apa dia sudah pergi?" tanyanya.
"Menurut laporan dari kepala pelayan mansion, nona Juvel sudah pergi dan dia berpesan jika tidak akan kembali dalam beberapa hari karena orang tuanya datang!" jawab Lucas yang sebelumnya menerima laporan itu.
Seketika Keiner langsung melotot ke arah Lucas. "Apa!? Juvel tidak akan kembali!?"
"I--iya, Tuan. Mungkin nona Juvel ingin berkumpul dengan keluarganya," sahut Lucas yang jadi serba salah.
Keiner segera mengambil ponselnya dan menghubungi Juvel.
"Hallo?" jawab Juvel yang sudah berada di markas utama.
"Kau tidak akan kembali?" tanya Keiner to the point dan berusaha tenang.
"Iya, aku harus membujuk orang tuaku supaya kita cepat menikah," jawab Juvel.
Keiner tampak berpikir sejenak kemudian dia berkata lagi. "Aku harus memastikan kondisi bayiku setiap hari jadi aku akan menyusulmu!"
"Tidak boleh, markas kami tidak boleh ada orang luar yang tahu!" tolak Juvel mentah-mentah.
"Jadi kau menganggapku orang luar? Kau membawa bayiku, apa kau lupa?"
Keiner terus menjadikan bayi yang dikandung Juvel sebagai senjata.
"Baiklah," sahut Keiner santai. Dia berpikir akan dijemput dengan cara biasa.
Saat jam kantor selesai, Keiner meminta Lucas untuk pulang duluan.
Sementara Keiner menunggu jemputan, saat kantornya sudah sepi ada sebuah mobil van menunggunya.
Keiner yang mendapat pesan dari Juvel bergegas ke parkiran basemant di mana mobil van itu menunggunya.
"Apakah kau yang bernama Zack?" tanya Keiner saat melihat seorang lelaki yang menyenderkan punggungnya di mobil van hitam.
"Iya, aku diminta Juvel untuk menjemputmu!" jawab Zack dengan mengambil kantong kain hitam dari celananya.
Saat Keiner mendekat, Zack langsung memasang kantong kain hitam itu pada kepala Keiner.
"Apa-apaan ini!?" Keiner tentu saja berontak.
"Markas mafia tidak boleh ada satu orang pun yang tahu lokasinya jika mereka bukan anggota kelompok!" jelas Zack yang langsung menyeret Keiner masuk ke dalam mobil.
Keiner merasa seperti diculik sekarang tapi dia berusaha menutupi kegugupannya.
Saat sampai di markas utama, penutup kepala Keiner dibuka saat turun dari mobil.
Dan Trevor sudah menyambut kedatangan calon menantunya dengan dua bilah pedang.
"Juvel terus merengek padaku untuk merestui pernikahan kalian, sebenarnya mantra apa yang kau pakai untuk memikat putriku?" tanya Trevor.
Keiner masih berusaha tenang walaupun jantungnya berdebar hebat karena baru pertama kali menginjakkan kakinya di sarang mafia.
"Tidak ada yang bisa menolakku apalagi permainan ranjangku, Juvel sudah jatuh ke dalamnya sampai mengandung anakku sekarang," jawab Keiner yang penuh dengan dusta dan menunjukkan kesombongannya.
Trevor terkekeh lalu melempar satu pedangnya ke arah Keiner.
"Jika kau bisa mengalahkan aku, aku akan merestui hubungan kalian! Tapi jika kau kalah, aku akan memenggal kepalamu karena kau telah berani meniduri dan membuat putriku hamil!"
Glek!
Keiner menelan ludahnya. "Calon ayah mertuaku memang gila!"