The Baby's Mafia

The Baby's Mafia
TBM BAB 64 -Menemui Ronan



Ronan sepertinya tahu yang membuat Irene begitu spesial di mata Jullian. Dia mendekati Irene dan meraih rambut panjang gadis itu.


Ronan membaui rambut Irene yang membuat gadis itu memundurkan badannya. Irene bersikap waspada.


"Kenapa? Aku tidak akan menyakitimu!" ucap Ronan supaya Irene tidak takut padanya.


"Jangan pegang aku lagi!" Irene mencoba melindungi dirinya. "Jangan kurung dan mengikatku lagi, aku berjanji akan bekerja lebih baik!"


Ronan tergelak mendengarnya, dia akan melepaskan Irene kali ini. "Kembalilah melakukan pekerjaanmu!"


"Kau tidak perlu mencuri makanan lagi, mulai sekarang kebutuhanmu, aku yang akan memenuhinya," tambahnya.


Irene tahu jika Ronan akan memperlakukannya seperti Jullian tapi jika disuruh memilih pasti Irene akan memilih Jullian. Jadi, Irene hanya diam tak menjawab, dia pergi dari kamar Ronan dan ingin kembali ke dapur.


Saat ditengah perjalanan tiba-tiba tangannya ditarik seseorang, Dozer sebagai pelakunya membawa Irene ke tempat tersembunyi.


"Apa yang Ronan lakukan padamu?" tanya Dozer tanpa basa-basi.


"Dia tidak melakukan apa-apa, hanya bicara ini dan itu. Dia bilang akan memenuhi semua kebutuhanku!" ungkap Irene.


"Ronan tertarik padamu Irene. Kau harus bisa memanfaatkan hal itu, setidaknya kau tidak akan disakiti," ucap Dozer yang memikirkan sebuah rencana.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Irene kemudian.


"Buat Ronan semakin tertarik padamu, kau harus bisa menggodanya. Aku membutuhkan semua akses ruangan di markas ini, kau harus mencuri kunci yang ada pada Ronan. Kalau kita berhasil mengambil kunci itu, kita bisa bebas dari sini!" jelas Dozer yang membuat Irene menautkan jari-jari tangannya.


"Aku tidak bisa menggodanya," sahut Irene yang tidak tahu caranya.


"Kau hanya perlu jadi dirimu sendiri, dia pasti tertarik padamu seperti Jullian."


Mendengar nama Jullian terus-terusan disebut membuat hati Irene semakin sedih. Apa Jullian sekarang mencarinya?


Irene meneteskan air matanya, dia merindukan Jullian tapi apa kira-kira lelaki itu juga merindukannya?


Tentu saja Jullian merindukan gadis putri duyung itu, dia terus-terusan memikirkan Irene. Seperti saat ini, Jullian berbaring di dalam bath up.


Biasanya Irene yang akan menggosok tubuhnya tanpa protes dan Jullian akan mengganggu gadis itu.


Sebelumnya, Jullian sudah menyelidiki apa yang dilakukan gadis itu sebelum dia diculik. Yang pasti Jullian tahu jika Irene pergi ke perpustakaan sekolah Chade dan membaca dongeng putri duyung yang asli.


Di rekaman cctv, Jullian bisa melihat Irene yang menangis.


"Apa yang kau pikirkan Irene," gumam Jullian, pasti Irene menganggapnya seorang pembohong.


Dia juga tahu jika Irene ternyata melihatnya bersama Chloe.


"Aku hanya menyukaimu sayang," lirihnya. Jullian yang baru menyadari perasaannya menjadi merasa bersalah pada Irene.


Setelah selesai berendam dan mandi, Jullian ingin berbicara dengan Trevor mengenai rencana pembebasan Irene.


"Di mana daddy dan mommy ku?" tanya Jullian pada Neil dan Zack.


"Bos sedang menikmati waktu bersama Gwen, mereka membaur bersama orang-orang di perumahan!" jelas Neil.


Jullian mencoba mengerti, dia akan bergerak lebih cepat. "Aku tidak bisa menunggu lama lagi!"


"Aku juga yakin The Green Hornet menyadari keberadaan kita, sebelum mereka membuat kekacauan di sini lebih baik kita menemuinya duluan!" Zack memberi saran.


"Aku tahu tempat yang biasa dikunjungi Ronan!" timpal Neil.


"Kita akan ke sana, kita harus bernegoisasi!" perintah Jullian.


Pada saat itu mobil van yang membawa Chloe juga sudah sampai.