The Baby's Mafia

The Baby's Mafia
Pengumuman GA



Akhirnya tamat juga cerita keluarga Brown. Terima kasih yang udah ngikutin cerita mereka dari Noah, Trevor, Juvel dan Jullian.


Tamatnya gitu aja, Thor?


Iya, biar kaya ala-ala film baratπŸ˜…


Gak ada bonchap?


Gak ada, menurut author endingnya udah pas.


Well, waktunya ngumumin yang berhak mendapat pulsa masing-masing 25.000😘


Yang author minta ulasan cerita bayi mapianya ya guys, berikut yang tercyduk!!



MeNickname





lalilulalia





YuL





Hera Wati





Ratna Suminah





Teea Puspa





chakeep_@biez





Belle





Arisa







Selamat untuk nama-nama yang disebutkan, author ikutin tolong diikuti balik akun NT-nya ya.


Bagi yang belum kepilih jangan berkecil hati, ikutin terus karya baru author dan bakal ada kejutan-kejutan menarik.


Akhir kata, author ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada pembaca setianya peternak sapi, serangan nuklir, putri duyung dan petani lobak.


I love you All😘


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Karya baru author


Axe Leory Blancet seorang ketua mafia yang mengincar suku Ura karena suku itu mempunyai artefak yang dia butuhkan.


Konon artefak itu bisa membuat pemiliknya berjaya, kebetulan klan mafia Axe baru saja runtuh karena ada seorang pengkhianat yang bekerja sama dengan kubu musuh.


Axe ingin membangun klan mafianya lagi, sayangnya untuk memiliki artefak itu, sang pemilik harus mempunyai seorang pendamping.


Sudah beberapa hari Axe tinggal bersama suku Ura dan anehnya ketua suku tidak keberatan memberikan artefak yang Axe inginkan.


"Aku harus menemukan calon istri," gumam Axe yang bermaksud ingin kembali ke kota, dia akan mencari wanita bayaran untuk Axe ajak menikah.


Tapi saat melewati jalan keluar hutan, Axe mencium aroma yang tidak pernah dia cium sebelumnya. Lelaki itu mencari sumber aroma itu dan mendapati seorang gadis tengah berjalan sendirian di hutan.


Axe berusaha mendekat dan langsung mencekal tangannya yang membuat gadis itu berbalik menatapnya.


Saat gadis itu berbalik sebenarnya Axe juga terkejut karena melihat gadis yang sangat cantik, Axe sampai berpikir jika gadis itu adalah peri hutan.


"Maaf Nona tapi maukah kau menikah denganku?" tanya Axe to the point.


"What!?" Gadis itu berteriak. "Aku tidak mau!" tolaknya.


Axe malah berseringai. "Tapi aku memaksa!"


"Kau gila ya?" Gadis itu berusaha melepaskan diri tapi tubuhnya justru diangkat seperti karung beras oleh Axe.


Axe membawa gadis itu ke tempat suku Ura berada.


"Aku membawa calon istriku," ucap Axe yang membawa gadis yang baru saja dia temui dan dipaksa untuk menikah dengannya.


Kepala suku tersenyum puas. "Aku akan menikahkan kalian," balasnya.


...~Β°β€’β€’Β°~...


"Sekarang kalian resmi menjadi sepasang suami dan istri," ucap kepala suku.


Hari itu Flo dan Axe menikah dengan tata cara suku Ura. Flo sudah berusaha menolak dan kabur tapi dia ditahan dan tetap dipaksa menikah.


Dug!


Flo menendang kaki Axe saat proses pernikahan selesai. Gadis itu mengambil kalung bunga yang ada di lehernya kemudian melemparnya pada Axe.


"Aku tidak pernah menganggap pernikahan ini sah!" teriak Flo kesal setengah mati.


Flo ingin pergi meninggalkan hutan itu tapi langkahnya ditahan oleh Axe. Lelaki itu kembali menggendongnya dan membawa Flo ke salah satu pondok, tempat dia tinggal selama bersama suku Ura.


"Apa yang kau ingin lakukan?" tanya Flo ketakutan saat melihat Axe yang membuka bajunya di sana.


Axe tidak menjawab dan terus melepas pakaian yang terasa tidak nyaman karena dia memakai pakaian dari kepala suku.


Sampai Axe melepas penghalang terakhirnya yang membuat Flo memalingkan wajahnya. Gadis itu bisa melihat jelas alat reproduksi Axe yang menggantung.


"Dasar tidak tahu malu!" maki Flo. Sekarang otak sucinya terkontaminasi oleh benda panjang itu. "Apa itu sejenis terong bangsa romawi?"


Axe mendengar samar-samar ucapan Flo, dia hanya terkekeh melihat respon gadis yang sudah menjadi istrinya itu, walaupun pernikahan mereka dilakukan dengan tata cara suku Ura tapi Axe menganggap Flo sah menjadi istrinya.


"Apa kau sudah selesai?" tanya Flo gusar.


"Hm." Axe menjawab setelah memakai celana panjangnya, dia masih bertelanjang dada dan mendekati Flo. "Jadi namamu Flower?" tanyanya.


"Apa pedulimu! Aku ingin pergi dari sini, sepertinya hari ini aku bernasib sial!" balas Flo dengan ketus.


Axe meraih dagu Flo yang membuat mereka saling beradu tatap. "Kau justru sangat beruntung!"



Aku tunggu kalian disana yaπŸ’ƒ