The Baby's Mafia

The Baby's Mafia
TBM BAB 81 - The Rich Man



Sebelumnya Trevor sendirian di pemakaman Violet tapi tiba-tiba Gwen datang dan memeluknya dari belakang.


Gwen ikut merasakan apa yang dirasakan suaminya.


Mereka terdiam tidak mengucapkan satu patah kata pun sampai mereka memutuskan untuk kembali ke mansion pribadi mereka.


Awalnya mereka merasa canggung atas apa yang terjadi, Gwen dan Trevor tidak pernah berkelahi besar selama menikah.


Sampai Gwen mengambil air hangat untuk mengompres tangan suaminya.


"Kau bilang tanganmu tidak apa-apa asal kau masih bisa menggenggamku tapi bagaimana mungkin kau bisa menggenggammu jika hatimu sendiri kosong," lirih Gwen dengan menitikkan air mata.


Trevor menatap Gwen kemudian mencium bibir istrinya. Dengan cepat lelaki itu merobek baju Gwen dan menidurkan istrinya di sofa.


"Trey..." Gwen mulai gelisah saat Trevor bermain dengan bagian tubuh bawahnya. Kemudian merambat naik ke atas sampai Trevor mencium bibir istrinya lagi.


Bersamaan dengan itu, Trevor melakukan penyatuan yang membuat tubuh Gwen bergetar hebat. Walaupun sudah berumur, Trevor tetap seperti dulu.


Nafas calon kakek dan nenek itu memburu sampai keduanya mengerang bersama karena mendapat pelepasan secara bersamaan.


"Rasamu selalu menggigit, Gwen," ucap Trevor sambil mencabut batang tumpulnya.


Trevor berbaring di belakang Gwen yang masih mengatur nafasnya.


"Jadi kita berbaikan?" tanya Gwen kemudian.


"Memangnya kita sedang berkelahi?" Trevor menggigit pundak Gwen. "Aku sudah memikirkan semuanya!"


"Aku akan memilihmu dan menghabiskan masa tua kita sebagai orang biasa," ucap Trevor.


Dan hari ini, Trevor sudah siap menyambut Juvel dan Keiner. Sebelumnya, dia sudah menerima kabar dari Erik jika anak dan menantunya akan datang menemuinya. Erik khawatir jika emosi Trevor belum stabil.


Saat bell mansion berbunyi, Gwen membuka pintu sementara Trevor duduk dengan tenang di sofa ruang tamu.


Keiner dengan percaya diri membawa Juvel masuk, dia tidak takut sama sekali dengan mertuanya.


"Tolong jangan salahkan Juvel 100℅ karena semua ini tidak akan terjadi jika daddy mertua mau mendengarkan keinginan Juvel dari awal. Juvel tidak mau menjadi mafia tapi daddy mertua selalu memaksanya untuk menjadi mafia tapi aku bersyukur hari itu Juvel bisa dikejar polisi sampai tanpa sengaja membawa benihku!"


Keiner membuka pembicaraan untuk membela istrinya.


Dan Trevor sendiri hanya diam mendengarkan setiap kalimat yang keluar dari mulut Keiner. Dari sini Trevor bisa menilai sejauh apa Keiner menyukai putrinya.


"Kau sendiri, apa pembelaanmu?" tanya Trevor yang beralih menatap Juvel.


Juvel menatap Trevor dengan berkaca-kaca. "I love you, Dad. I love you so much!"


"Dari kecil aku sudah terbiasa hidup sesuai dengan permintaan daddy. Aku selalu melakukan setiap latihan yang daddy ajarkan padaku tapi dibalik itu semua aku juga melihat banyak darah yang mengalir atas kejayaan Black Mamba!"


"Aku hanya tidak mau ada Dozer dan Ruby lain, kita membuat anak seperti Sheria menjadi yatim piatu hanya untuk kekuasaan!"


"Apa itu sebanding, Dad?"


Trevor menggelengkan kepalanya. "Tidak ada yang sebanding!"


"Come on..." Trevor merentangkan kedua tangannya yang membuat Juvel berlari memeluk sang daddy.


"Maafkan daddy yang tidak pernah mendengarkan keinginanmu!" ucap Trevor dengan mengecup kening putrinya.


Pada saat itu, Juvel merasakan sebuah gerakan di perutnya.


"Dad, bayinya..." Juvel meraih tangan Trevor untuk menyentuh perutnya. "Bayinya akan tetap jadi bayi mafia!"


"Sekali mafia tetap mafia!"


Keduanya kemudian tertawa bersama yang membuat Keiner dan Gwen juga ikut terharu.


"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Gwen.


Keiner membenarkan kerah baju yang dia pakai. "Aku akan melakukan dengan gayaku!"


"Gayamu?"


"Semua akan selesai dengan uang and I'm rich!"