The Baby's Mafia

The Baby's Mafia
TBM BAB 22 - Rahasia Keiner II



Tentu saja tebakan Juvel benar adanya, Keiner merasa kesepian tapi tidak ingin berhubungan dengan wanita, Keiner berusaha menutupi itu semua. Tapi tidak ada asap jika tidak ada api, semua ada alasannya.


Keiner tidak ingin memberitahu Juvel sekarang tapi Keiner ingin Juvel melihat semuanya sendiri. Juvel sendiri yang sudah masuk dalam masalahnya jadi gadis itu harus tahu apa yang tengah Keiner hadapi.


Semalam Keiner memisahkan diri dari Juvel dan dia mengurung diri di ruang kerjanya tanpa tidur. Pagi-pagi Keiner berangkat ke kantor sementara Juvel masih menikmati tidurnya.


"Ck! Gadis mafia itu sangat pemalas!" decak Keiner saat mengambil baju kantornya di kamar.


Sebelum pergi, Keiner sempat mengusap perut rata Juvel, dia berharap bayinya tumbuh dengan baik dan cepat melihat dunia.


*****


Juvel bangun karena ada pelayan yang membangunkan dirinya. Ternyata hari sudah siang, Juvel segera membersihkan diri, dia sangat lapar dan ingin cepat makan.


"Apa Keiner meminta kalian menyiapkan ayam goreng untukku?" tanya Juvel setelah selesai membersihkan diri dan turun ke lantai bawah. Juvel mencari para pelayan karena lapar.


"Iya Nona, ayamnya sudah siap!"


Juvel berlarian ke meja makan dan mendapati ayam goreng yang banyak di sana.


"Selamat makan!" seru Juvel dengan mengambil paha ayam dan langsung memakannya.


Dan hal itu dilihat oleh Keiner dari rekaman cctv yang tersambung di ponselnya. Dia menggelengkan kepalanya, untuk hari ini Juvel bisa bebas karena dia tidak ada di tempat.


"Tuan..." panggil Lucas karena Keiner sedang melakukan rapat tapi fokusnya justru ke tempat lain.


Keiner langsung sadar kemudian berdehem kuat, dia kembali fokus ke rapatnya supaya rapat cepat selesai.


Selang satu jam akhirnya rapat itu selesai dan Keiner langsung memanggil Lucas.


"Apa kau sudah menyiapkan semuanya?" tanya Keiner kemudian.


"Sudah, Tuan," jawab Lucas yang sudah melakukan perintah dari tuannya. Perintah untuk mengatur jadwal bertemu dengan ayah Keiner, Harold Volstaire.


Keiner harus mempersiapkan mentalnya untuk bertemu dengan ayahnya, mereka tidak akur karena ada sesuatu yang membuat Keiner begitu membencinya.


"Juvel harus siap untuk malam ini!" perintah Keiner lagi karena Juvel sudah ikut masuk dan terlibat jadi gadis itu harus tahu tujuan bayi yang Juvel kandung.


Di mansion, Juvel yang masih menikmati waktunya untuk bersantai dibuat kaget karena tiba-tiba banyak barang datang dan kata pelayan, itu semua adalah barangnya.


"Tuan Keiner meminta anda untuk bersiap-siap, Nona."


Tak lama ada tukang make up dan juga hairstylish datang untuk membantu Juvel bersiap. Mereka memberi make up pada wajah Juvel dan juga menata rambut gadis itu yang membuat tampilannya sangat berkelas.


Juvel yang tidak terbiasa hanya bisa tidur dan menikmati pelayanan saat dia membuka mata tahu-tahu dirinya sudah cantik.


"Wah, anda sangat cantik, Nona. Tuan Keiner sudah menunggu anda!"


Juvel berdiri dan mendatangi Keiner yang sudah menunggunya di sebuah mobil limusin. Keiner yang melihat Juvel datang sampai tidak mengedipkan mata.


"Tuan..." Lucas mencoba menyadarkan majikannya.


Keiner langsung membuang wajahnya pura-pura cuek dan biasa saja.


"Kita akan menemui ayahmu?" tanya Juvel saat masuk ke dalam mobil.


"Hm," jawab Keiner dengan deheman.


Juvel yang sudah mulai terbiasa dengan sikap Keiner juga memasang wajah cuek.


Mereka menuju ke salah satu restaurant mewah yang sudah di reservasi hanya untuk makan malam mereka.


Saat Juvel dan Keiner turun dari mobil bersamaan dengan Harol Volstaire yang juga baru datang.


Harold juga menggandeng wanita muda yang usianya sama seperti Juvel, wanita muda yang bernama Clara itu membawa anak laki-laki berusia lima tahun.


"Apa itu adikmu?" tanya Juvel berbisik pada Keiner.


Keiner yang matanya menatap tajam pada Harold dan Clara tidak menjawab pertanyaan Juvel yang membuat gadis itu bingung sendiri.


"Kakak..." panggil anak kecil laki-laki yang melepaskan gandengan tangannya pada Clara dan berlari mendatangi Keiner. "Akhirnya kita bertemu lagi!"


Kakak? Keiner sangat membenci sebutan itu. Dia menatap jijik pada anak laki-laki yang bernama Chade itu.


"Jika kau memanggilku kakak, aku akan memotong lidahmu!" ancam Keiner yang membuat Chade langsung menangis.