The Baby's Mafia

The Baby's Mafia
TBM BAB 49 - Salah Paham



Pagi-pagi saat Irene terbangun, dia tidak mendapati Jullian di sampingnya padahal dia mengingat jelas semalam mereka tidur bersama.


Irene kemudian berlari keluar kamar dan mencari Jullian tapi tidak mendapati lelaki itu.


"Kemana Jullian?" gumam Irene yang kembali merasa kecewa. Padahal dulu dia biasa saja saat Jullian pergi seenaknya tapi sekarang berbeda, Irene merasa kehilangan jika Jullian jauh darinya.


Irene mencoba mengerti, lebih baik dia mempersiapkan keperluan Chade sekolah. Irene mulai memasak untuk sarapan dan bekal Chade.


"Harum sekali," ucap Chade yang baru bangun tidur dan mencium aroma masakan Irene.


"Sudah bangun?" tanya Irene dengan seulas senyuman. "Sebentar lagi kakak selesai, setelah itu kau harus mandi dan bersiap sekolah!"


Chade menganggukkan kepalanya dan menunggu Irene di meja makan. Pada saat itu buku dongeng Irene ada di atas meja, gadis itu memang membawanya keluar dari kamar Jullian.


"Wow, mermaid!" seru Chade sambil membuka buku dongeng itu.


"Kau pasti sudah pandai membaca, 'kan? Kau pasti suka dengan ceritanya!" tegur Irene yang melihat Chade dari arah dapur.


Chade menggeleng. "Aku sudah membaca cerita mermaid di sekolah dan tidak menyukai ceritanya!"


"Kenapa?" Irene sampai mendekati Chade karena tidak percaya dengan kata-kata bocah itu padahal ceritanya kan bagus. "Putri duyung itu berhasil mengubah takdir hidupnya, aku bahkan ingin menjadi seperti putri duyung!"


"Kak Irene ingin mati?" tanya Chade yang tahu cerita asli putri duyung.


"Mati?" tanya Irene balik.


"Bukankah akhir cerita dari putri duyung adalah kematian? Putri duyung menenggelamkan diri ke lautan dan menjadi buih karena melihat pangeran menikah dengan wanita lain," ucap Chade yang membuat Irene menggelengkan kepalanya.


"Kau pasti berbohong!"


"Tapi itu cerita yang aku baca! Lebih baik kak Irene baca cerita lengkapnya di perpustakaan sekolahku karena buku yang kakak punya tidak lengkap dan robek di belakang!"


Sepertinya ide Chade tidak buruk, Irene ingin memastikannya sendiri.


*****


Irene mengantar sekolah Chade dibantu oleh anak buah yang Jullian perintahkan untuk menjaga mereka. Kalau biasanya Irene akan berjalan-jalan ke taman sambil menunggu Chade pulang sekolah, hari ini dia ingin pergi ke perpustakaan untuk membaca buku dongeng putri duyung yang lengkap.


Beruntung perpustakaan dibuka untuk umum.


"Ini dia," ucap Irene saat berhasil menemukan apa yang dia cari. Irene langsung membuka buku dongeng itu di bagian endingnya, Irene membaca dengan seksama.


Tanpa sadar air mata Irene menetes karena cerita versi Chade benar adanya.


"Jullian membohongiku!" ucap Irene kecewa.


Saat jam pulang sekolah, Irene mengajak Chade untuk pergi ke mall karena dia ingin membuat suasana hatinya kembali ceria.


Dia mendapat rekomendasi dari anak buah Jullian jika wahana permainan di mall pasti akan membuat mood Irene kembali membaik.


"Kau pasti sering bermain di sini, 'kan?" tanya Irene pada Chade saat mereka sampai.


"Aku jarang bermain di mall," jawab Chade sambil menunduk. Bocah itu mengingat perlakuan Clara padanya.


"Jangan sedih, kita akan bermain bersama!" bujuk Irene dengan menggandeng tangan Chade untuk memasuki mall.


Sebenarnya ini pengalaman pertama Irene pergi sendirian ke mall tanpa Jullian, dia agak takut jika membuat kesalahan tapi Irene mencoba memberanikan diri.


Tapi ada sesuatu yang tak terduga saat Irene masuk ke mall dan mencari wahana permainan berada. Irene melihat Jullian bersama Chloe di sana, gilanya Chloe merangkul Jullian dengan mesra.


"Kenapa paman Jullian bersama dengan aunty Chloe?" tanya Chade yang melihat ke arah pandang Irene.


Irene tidak mampu menjawab karena dia merasa nasibnya sama seperti putri duyung.


"Jullian akan membuangku!" ucap Irene pilu.