
Dokter Gaby memeriksa kandungan Juvel dengan seksama, dia harus memastikan Juvel aman saat melakukan perjalanan jauh.
"Saya rasa tidak masalah melakukan perjalanan asal istirahat cukup dan jangan sampai kelelahan karena usia kehamilan memasuki bulan kedua," ucap dokter Gaby kemudian.
Juvel hanya bisa mengulum senyumnya, dia baru tahu kalau Keiner langsung mengajaknya bulan madu.
"Awas saja, aku pasti akan menyerangmu kalau kau bersikap jual mahal padaku," gumam Juvel dalam hatinya.
Kemudian dokter Gaby pamit undur diri, sebelum itu dia memberikan selamat dan mendoakan kedua mempelai.
Tak lama setelah dokter Gaby pergi, Jullian yang menggendong Chade masuk ke dalam kamar yang ditempati oleh Juvel.
"Kenapa Chade bisa bersamamu?" tanya Juvel keheranan.
Jullian membaringkan bocah itu ke atas ranjang karena Chade yang ketiduran.
"Kita perlu bicara," ucap Jullian membawa Juvel ke balkon kamar sementara Chade ditemani oleh Irene.
Juvel yang bingung menuntut Jullian mengatakan apa yang sebenarnya terjadi dan Jullian menceritakan semuanya termasuk yang ada di kepalanya sekarang.
"Jadi kau curiga jika Chade bukan anak kandung ayah mertuaku?" tanya Juvel setelah mendengar semuanya.
"Aku akan menyelidikinya, ibu mertuamu adalah saudara tiri Irene. Aku akan memastikan dia tidak akan menyakitimu dan juga Irene," jelas Jullian.
"Kau memang bisa bisa diandalkan, brother," sahut Juvel dengan meninju dada Jullian. "Lantas bagaimana dengan Chade? Aku akan berbulan madu dengan Keiner, Keiner sendiri masih belum menerima Chade."
"Aku sedang memikirkannya, tubuh anak itu juga terdapat memar setelah aku periksa. Jadi, aku yakin ini bukan penyiksaan pertamanya," ucap Jullian lagi.
"Kita harus menyelamatkannya, Jullian," pinta Juvel yang jadi mengingat masa lalunya saat dia tidak bisa menyelamatkan seorang anak yang membuatnya merasa bersalah sampai sekarang.
"Ini bukan gayaku tapi aku akan mencobanya," sahut Jullian meyakinkan.
Bersamaan dengan itu, Trevor datang menjemput putrinya karena acara pemberkatan akan dimulai.
"Aku yang akan menjaga Chade," ucap Irene saat Jullian akan ke ballroom hotel.
"Hubungi aku jika terjadi sesuatu," sahut Jullian sebelum pergi. Terpaksa dia harus menggantikan Irene jadi pengiring pengantin.
*****
"Kau gugup?" tanya Trevor saat menggandeng tangan putrinya.
Juvel menjadi emosional, dia merasakan perasaan aneh. Sementara Trevor sendiri juga merasakan hal yang sama, dia merasa akan kehilangan putrinya karena dia akan menyerahkan Juvel pada seorang laki-laki.
"Belum terlambat jika kau ingin mengubah keputusanmu. Daddy akan merawatmu dan bayimu," ucap Trevor kemudian.
"Dad... "
"Okay. Okay."
Pintu ballroom tiba-tiba terbuka, semua mata tertuju pada Trevor dan Juvel sekarang. Mereka akhirnya berjalan di mana kabut asap dan taburan bunga mengiringi langkah mereka.
Keiner sudah berdiri dengan gagah dan siap menyambut kedatangan calon istrinya. Dia tidak berkedip melihat Juvel yang sangat cantik hari ini.
Saat Trevor dan Juvel sampai, Keiner mengulurkan satu tangannya. Sebelum melepas putrinya, Trevor menatap tajam pada Keiner.
"Sebelum Juvel lahir ke dunia, aku memperjuangkan ibunya dengan penuh darah. Saat Juvel lahir, aku membesarkannya dengan sepenuh hatiku. Sekarang aku menyerahkan putriku padamu dengan sangat berat hati, jadi jagalah Juvel dengan nyawamu. Karena jika aku mendengar sedikit saja kau melukainya, aku akan mengejarmu, menyeret dan mencincang..."
"Ehem!"
Trevor tidak melanjutkan kalimatnya karena Gwen berdehem dengan kuat sekali supaya suaminya berhenti mengancam dengan gaya algojonya itu.
"Saya mengerti, daddy mertua!" Keiner langsung menyahut supaya suasana kembali kondusif. "Juvel akan aman bersamaku!"
"Cih, aku tidak percaya!" decih Trevor. "Dan apa tadi? Daddy mertua? Aku merasa geli, kau memanggilku seperti itu!"
"Papa mertua?"
"Masih geli!"
"Papi mertua?"
"Tambah geli!"
"Mertua gila?"
"Kau memang minta ditebas, ya?"
Juvel menepuk jidatnya sendiri. "Bisakah kalian akur sebentar saja?"