
Jullian harap-harap cemas menunggu kedatangan tim The Ghost, sebelumnya dia mendapat tugas untuk mengawasi semua situasi. Saat polisi datang, Jullian langsung mengerahkan para anak buah yang tersisa untuk menyembunyikan tim The Ghost karena mereka tidak mau ikut tertangkap polisi atau Ronan dan antek-anteknya curiga jika mereka telah ditipu.
"Irene!" teriak Jullian saat melihat gadis itu kembali.
Irene berlari untuk memeluk Jullian, dia membutuhkan pelukan lelaki itu sekarang.
"Jullian, aku berhasil!" ucap Irene yang tubuhnya tenggelam dalam badan besar Jullian.
"Aku sudah melihatnya, kau keren sayang. Efek yang ditimbulkan Sheria juga tampak nyata, aku sampai ikut merinding," komentar Jullian jujur.
Kemudian Jullian mengurai pelukannya dan meraup wajah Irene dengan kedua tangannya yang membuat gadis itu mengadah menatapnya.
"Kau mau tahu kelanjutan cerita putri duyung?" tanya Jullian yang membuat Irene menganggukkan kepalanya.
"Putri duyung berhasil membuat pangeran menjadi gila, pangeran akhirnya memutuskan meninggalkan semuanya untuk bisa memulai hidup yang baru bersama putri duyung," sambung Jullian.
Irene tertawa mendengar cerita Jullian, dia kemudian berjinjit supaya kedua tangannya bisa melingkar di leher lelaki itu.
"I love you, Jullian," ucap Irene yang langsung mendapat ciuman dari Jullian begitu dalam.
"Ayo kita kembali ke tempat persembunyian, aku akan memandikanmu, kau pasti lelah sayang," ucap Jullian yang mengandung sejuta modus.
"Aku sudah besar jadi tidak perlu dimandikan tapi..." Irene mengelus dada Jullian. "Kita bisa menanam lobak!"
Jullian langsung mengangkat tubuh Irene. "Aku akan menanam lobak dengan bibit yang banyak!"
Sementara Trevor dan Gwen membawa Sheria bersamanya. Mereka akan mengurus gadis itu sesuai janji Trevor pada Dozer.
"Sekarang kita kemana, Trey?" tanya Gwen.
"Home," jawab Trevor dengan menggandeng tangan Sheria. Dia akan membawa Sheria dan istrinya ke mansion pribadi mereka.
*****
Keiner pulang ke mansion dengan Juvel dan Chade, lelaki itu segera meminta Juvel untuk istirahat saat sampai. Tak lupa vitamin dan susu dia siapkan seperti biasa.
"Apa keramnya sudah hilang?" tanya Keiner perhatian.
"Hm, aku tidak apa-apa," jawab Juvel sambil mengusap wajah suaminya. .
"Kita akan memeriksakan kandungan besok, sekarang istirahatlah!" Keiner mengecup kening Juvel penuh kasih sayang.
Kemudian Keiner berlalu untuk melihat keadaan Chade yang pasti bersedih. Bocah itu menempati salah satu kamar kosong di mansion.
"Lelaki tidak boleh cengeng karena kita harus melindungi keluarga kita, aku akan membawamu menemui daddy Dylan mu nanti," ucap Keiner berusaha menghibur.
"Daddy Harold?" tanya Chade yang juga ingin datang ke makam.
"Kita juga akan mendatanginya asal kau berjanji tidak cengeng!"
"Aku berjanji!"
"Good!"
Setelah itu, Keiner menghubungi Lucas dan meminta asistennya mengurus masalah hukum Ronan bersama antek-anteknya.
"Dan pastikan rumor itu tersebar!" perintah Keiner.
Hari itu, hari persidangan organisasi mafia The Green Hornet selain mereka didakwa atas kejahatan yang mereka lakukan, Keiner juga melakukan gugatan atas kematian ayahnya.
Keiner datang ke pengadilan bersama mertua dan kakak iparnya. Trevor dan Jullian yang selama ini menghindari yang namanya hukum begitu antusias saat datang.
Mereka bertiga menggunakan setelan jas mahal dengan kaca mata hitam ditambah mobil sport untuk menunjang penampilan mereka.
"Ayo kita masuk!" ajak Keiner.
Trevor dan Jullian berjalan begitu angkuh memasuki ruang persidangan.
"Ternyata begini rasanya jadi manusia biasa ya, Dad!" ucap Jullian.
Trevor mengangguk. "Rasanya bebas dan lepas, untung aku mempunyai menantu berkuasa!"
Keiner yang mendengar itu memutar bola matanya malas. "Sekarang saja baru dipuji-puji," gerutu Keiner yang mengingat beberapa kali akan ditebas kepalanya.
*****
Hari itu berlalu dan sekarang sudah memasuki musim dingin di mana kandungan Juvel sudah memasuki usia 7 bulan.
Juvel mengalami tekanan darah yang tinggi akhirnya dokter Gaby memutuskan untuk mengeluarkan bayi lebih awal sebelum terjadi komplikasi.
Semua anggota keluarga datang untuk memberi dukungan pada Juvel saat akan melakukan operasi caesar.
"Jangan takut, aku akan selalu ada disisimu, Babe," ucap Keiner sambil mengecup bibir istrinya.
Juvel justru khawatir pada Jullian, apakah saudara kembarnya akan merasakan sakit saat dia di operasi nanti?
Sementara Jullian sendiri terus memeluk Irene karena dia juga berpikiran sama dengan Juvel.
"Cup, cup, cup." Irene mencoba menenangkan Jullian. "Kalau nanti sakit, kau bisa menggigit tubuhku!"
"Tapi gigitnya di kamar mandi, ya?" tawar Jullian.
*
*
*
*
*
Kira-kira kembar simpatiknya Juvel dan Jullian udah ilang belum, ya?😅
Udah menjelang tamat nih, author mau bagi-bagi pulsa. Caranya gampang banget.
Berikan ulasan terbaikmu di cerita The Baby'S Mafia. Di bab ini ya guys.
10 komentar terbaik menurut author bakal dapat pulsa masing-masing 25.000, lumayan kan.
Pengumuman nanti malam ya jadi ketik ulasan kalian sekarang juga😘