The Baby's Mafia

The Baby's Mafia
TBM BAB 46 - Tidak Sadar



Keiner mengulum senyumnya karena dia berpikir jika Juvel sedang sensitif karena hormon kehamilan.


"Tunggulah di sini sebentar," ucap Keiner kemudian.


Lelaki itu beranjak masuk ke dalam kamar kemudian mengambil koper yang sudah dipersiapkan oleh Lucas sebelumnya.


Di dalam koper itu terdapat vitamin dan susu hamil untuk Juvel. Keiner membuat satu gelas susu dan memberikannya pada istrinya.


"Waktunya minum susu," ucap Keiner yang membuat Juvel jengah sendiri.


"Jangan lupa vitaminnya juga," tambah Keiner yang juga memberikan dua kapsul vitamin dengan jenis berbeda pada Juvel. "Kalsium bayiku harus terpenuhi!"


"Sekarang kau harus membiasakan diri memanggilnya dengan bayi kita!" tuntut Juvel.


Juvel tidak suka, Keiner yang selalu mengklaim bayinya adalah miliknya sendiri.


Setelah meminum susu dan juga vitaminnya, Juvel kembali berbaring di kasur. Dengan nakal dia mengangkat satu kakinya dan mengarahkannya ke dada Keiner.


"Aku menagihnya, bukankah kau mengobral tubuhmu padaku?" tanya Juvel berusaha menggoda. "Aku tidak sabar merasakan serangan nuklirmu!"


Keiner menikmati sentuhan kaki Juvel yang menyentuh dadanya bahkan gadis itu terus menggerakkan kakinya dengan nakal.


Akhirnya Keiner menangkap kaki Juvel kemudian mengecup kaki istrinya itu.


Tubuh Juvel gemetar karena Keiner merespon aksi nakalnya. Juvel semakin gelisah karena Keiner terus mengecupi kakinya dan rasanya dia ingin menarik kakinya saat jari kakinya masuk ke dalam mulut suaminya.


"Apa kau gila? Jangan memasukkan jari kakiku ke mulutmu!" tolak Juvel berusaha menarik kakinya tapi Keiner tetap menahannya.


Keiner terkekeh melihat respon yang diberikan Juvel. "Kau yang menggodaku tetapi saat aku merespon, kenapa kau jadi ketakutan begitu!"


"Bukan begitu tapi..." Juvel memalingkan wajahnya karena malu. Dia jadi bingung sendiri.


Dan hal itu semakin membuat Keiner merasa lucu karena seorang gadis amatir yang berusaha menggodanya.


Keiner berusaha memberikan rangsangan pada Juvel supaya istrinya rileks.


Tangan Keiner mulai bergerak melucuti kain yang melekat pada tubuh istrinya.


[Berlanjut habis buka puasa ya😅]


*****


Rena yang tidak ikut ke acara pernikahan Juvel dan Keiner merasa emosi pada kedua putrinya, terutama pada Clara yang meninggalkan Chade.


"Apa kau bodoh! Chade itu aset penting!" teriak Rena.


"Anak itu hanya menyusahkan, aku membiarkannya bersama tua bangka itu!" jawab Clara yang tidak tahu jika Chade bersama Irene.


"Bukankah aku sudah bilang padamu jika kau harus bersikap baik untuk merebut hati menantumu!"


Clara mendengus kasar karena membenci posisinya. "Aku belum bisa menjangkau Juvel karena gerak gerik ku terus diawasi. Lagi pula semua asupan yang masuk tubuh gadis itu terus diperhatikan Keiner. Jadi tidak mudah untuk memberikan obat penggugur kandungan padanya!"


"Keiner tidak akan 24 jam bersama gadis itu jadi pasti ada celahnya!" Rena tetap kukuh dan sangat berambisi.


Clara memijit pelipisnya sendiri karena merasa pusing.


Lain hal dengan Chloe yang terus bermain ponselnya karena dia sedang berbalas pesan dengan Jullian.


"Tenang saja, jika aku bisa mendapatkan Jullian pasti hidup kita akan terjamin!" ucap Chloe berusaha membujuk sang ibu.


Rena mulai tertarik, dia sekarang harus memikirkan cara supaya Jullian terikat dengan Chloe.


"Kau harus mengandung anak Jullian!" cetus Rena karena hanya itu satu-satunya cara yang paling instan.


Chloe kemudian menulis pesan untuk mengajak Jullian berkencan dan sesuai keinginannya, Jullian menerima tawaran itu.


"Hanya orang bodoh yang berani menolakku!" ucap Chloe percaya diri. Dia tidak tahu jika dia telah mengantarkan nyawanya sendiri.