The Baby's Mafia

The Baby's Mafia
TBM BAB 67 - Menjalankan Rencana



Bukannya Jullian tidak mau memberi kabar pada Juvel atau mengulur waktu tapi dia sempat bersitegang dengan Trevor saat mengutarakan niatnya untuk memberikan permintaan Ronan.


Akhirnya terjadi perpecahan di kubu Trevor yang membuat Jullian memisahkan diri. Jullian butuh waktu untuk berpikir.


"Bos Trevor tidak pernah menjadikan Gwen sebagai kelemahannya!" ucap Neil yang mendatangi Jullian karena ingin mendamaikan lelaki itu dengan ayahnya.


"Itu karena mommy bisa melindungi dirinya sendiri sementara Irene?" Jullian masih kukuh dengan pikirannya sendiri.


"Semakin kau seperti ini, Ronan akan semakin menyukainya. Dia tahu tidak bisa mengalahkan kubu kita maka dari itu dia ingin memecah kubu Black Mamba. Kalau kau masih keras kepala, kita akan terpecah menjadi 3 kubu!"


"Bos Trevor, Juvel dan kau sendiri, itu akan semakin mempermudah langkah mereka!"


Neil mencoba membuka jalan pikiran Jullian, mereka sudah terlalu banyak membuang waktu karena perselisihan ini.


"Kau percaya pada Irene, 'kan? Ingat tujuan awal kita, kita harus menyelamatkan Dozer sekarang beban bertambah karena ada Irene!" tambahnya.


Jullian mengusap wajahnya kasar, sepertinya dia harus mengalah.


"Baiklah, aku ikuti rencananya!" ucap Jullian kemudian.


*****


Sementara Irene sendiri selalu mendekatkan diri pada Ronan, dia terus bersama lelaki itu akhir-akhir ini dan hubungan mereka menjadi dekat.


Ronan selalu bercerita ini itu dan Irene selalu mendengarkan, bukannya apa, Irene sambil mencari kunci akses markas yang Dozer incar.


Dan Irene akhirnya berhasil menemukan kunci itu, ada brankas rahasia di kamar Ronan. Irene hanya perlu kata sandinya.


Malam ini, Irene memberanikan diri untuk mencari kata sandi itu.


"Masuk!" seru Ronan saat Irene mengetuk pintu kamarnya.


Irene masuk yang membuat Ronan membulatkan matanya.


"Ada apa ini?" tanya Ronan balik, dia mengulurkan satu tangannya.


Irene menerima uluran tangan itu dan duduk di samping Ronan.


"Aku baru saja menonton film Mandarin dan aku meminta Dylan untuk membelikan baju shanghai," jawab Irene dengan tersenyum manis. "Hari ini umurku genap 19 tahun, apa kau tidak memberiku selamat?"


"Jadi hari ini ulang tahunmu, kenapa tidak bilang?" Ronan mengacak rambut Irene. "Mau hadiah apa?"


"Aku tidak ingin hadiah apa-apa hanya saja aku ingin kau juga memakai baju shanghai pria, aku ingin melihatmu menjadi vampir China!" ungkap Irene dengan menangkupkan kedua tangannya.


"Karena kau hari ini ulang tahun, aku akan mengabulkannya!" Ronan meraih baju yang sudah Irene persiapkan dan memakainya.


Kemudian Irene mencoba bermain dengan Ronan di mana lelaki itu menjadi vampir China yang melompat dan Irene akan menempelkan kertas jimat di jidat Ronan.


"Stop!" teriak Irene dengan tertawa setelah menempelkan kertas jimat.


Irene tidak mau membuang waktu, dia mengeluarkan jam kecil berbentuk bulat yang tergantung di tali rantai, dia ingin melakukan sugesti pada Ronan. Itu yang dia pelajari diam-diam bersama Dozer.


Dan berhasil, Ronan sudah tampak linglung.


"Saat aku bilang DOR, maka kau harus membuka brankas rahasiamu!"


Irene mencoba memberi sugestinya dan sedetik kemudian, Irene mengucapkan kodenya. "DOR!"


Dengan ekspresi linglung Ronan membuka brankas rahasianya.


Saat Ronan sibuk memutar kata sandi brankas, Irene memanggil Dozer dari balik chip yang dia pakai. Mereka sudah merencanakan ini, mereka berharap rencana mereka berhasil.


"Dozer, aku berhasil!" lapornya.