The Baby's Mafia

The Baby's Mafia
TBM BAB 54 - Bersikap Baik



Kediaman Harold kini ramai karena ada beberapa polisi yang mengevakuasi Harold.


Clara dimintai keterangan dan menjadi saksi tapi dia menutup rapat jika pelakunya adalah Dylan.


Sementara Lucas yang menerima kabar itu langsung menghubungi Keiner.


"Hallo, Tuan?"


"Ada apa Lucas?"


"Tuan Harold meninggal dunia!"


"A--apa!?"


Keiner sangat syok mendengar kabar kematian ayahnya, hari itu juga Keiner dan Juvel langsung bersiap-siap untuk kembali pulang.


Sepanjang perjalanan dari bandara sampai di pesawat, Keiner lebih banyak diam. Dan Juvel berusaha mengerti, dia akan selalu berada di sisi Keiner apapun yang terjadi.


"Aku belum memperbaiki hubunganku tapi kenapa dia harus pergi?" Keiner akhirnya mengungkapkan isi hatinya.


Keiner menatap Juvel kemudian memeluk istrinya. "Sekarang hanya kau dan bayi kita yang aku miliki!"


"Aku berjanji akan selalu bersamamu!" ucap Juvel kemudian.


*****


Jullian membeli bunga lily untuk dia berikan pada Irene. Dia sudah membayangkan wajah imut Irene pasti akan kesenangan dengan hadiahnya.


Tapi saat di perjalanan Jullian menerima kabar jika Harold meninggal.


"Jadi bagaimana, Mom? Apa aku harus membawa Chade ke pemakaman ayahnya?" tanya Jullian pada Gwen di panggilan telepon.


"Lebih baik jangan dulu, pasti ibunya ada di sana dan mengambil Chade secara paksa!" jawab Gwen yang memikirkan kondisi psikis Chade. "Lebih baik kita yang datang ke pemakaman!"


Kemudian Gwen mematikan panggilannya untuk bersiap-siap mendatangi proses pemakaman Harold.


"Trey..." panggil Gwen yang mencari suaminya.


Trevor berdiri di balkon kamar dan menatap jalanan kota dari atas karena letak kamarnya di markas kasino memang di lantai paling atas.


"Aku di sini sayang," ucap Trevor yang mendengar suara istrinya.


Gwen mendekat dan memeluk Trevor dari belakang. "Apa yang kau pikirkan? Kita harus bersiap-siap!"


"Sebentar lagi, jangan lepaskan pelukanmu!" pinta Trevor.


"Trey, bukankah kematian datang tanpa kita tahu? Apa kita akan mati dengan menjadi mafia?" tiba-tiba pertanyaan itu terlontar dari mulut Gwen.


"Kakek Wilson dan daddy Noah, mereka mati dengan menjadi mafia. Kita juga akan begitu!" jawab Trevor tegas.


Gwen sudah mengubur harapannya untuk memiliki kehidupan normal tapi melihat Juvel yang juga mempunyai keinginan yang sama sepertinya membuat keinginan itu muncul kembali.


Tentu saja dia tidak bodoh, Gwen bisa membaca rencana Juvel supaya bisa putus dari dunia mafia. Dan Gwen takut jika Trevor juga menyadari akan hal itu.


"Sayang, berapa usia kandungan Juvel?" tanya Trevor yang membuat jantung Gwen berdebar.


"Memasuki usia 2 bulan, kenapa?" tanya Gwen balik, dia berusaha setenang mungkin.


"Aku membaca artikel jika usia kandungan Juvel masih sangat rentan, berani-beraninya si cabul itu membawa putri kita bulan madu. Aku yakin dia menghabisi tubuh Juvel," ucap Trevor yang selalu mencari-cari kesalahan Keiner.


"Jadi dari tadi itu yang kau pikirkan?" Gwen tak habis pikir. "Menantu kita sedang berduka jadi jangan bertengkar dan bersikaplah baik padanya!"


Akhirnya mereka pergi ke pemakaman Harold, di sana Keiner dan Juvel juga baru sampai.


Saat melihat orang tuanya datang, Juvel langsung menghampiri Trevor dan Gwen.


"Mom, Dad! Di mana Jullian?" tanya Juvel.


"Sebentar lagi mungkin sampai," jawab Gwen.


Trevor memandangi wajah Juvel yang tampak kelelahan.


"Setelah pemakaman nanti sebaiknya kau ikut dengan daddy," ucap Trevor kemudian.


"Trey..." Gwen mencoba memberi peringatan keras.


Trevor memutar bola matanya malas, atensinya sekarang mengarah pada Keiner yang murung.


Kemudian Trevor mendekati Keiner dan mencoba menghibur menantunya itu.


"Aku tahu perasaanmu bagaimana, aku juga merasa bersedih dan kehilangan daddy Noah saat dia tiada. Aku selalu bertengkar saat bersamanya tapi aku tahu dia sangat menyayangiku!" Trevor menepuk pundak Keiner bersahabat.


Keiner tidak percaya jika Trevor jadi bersikap baik padanya.


"Daddy mertua sudah minum obat ya?" tanyanya.


"Untung kau sedang berduka jika tidak aku pasti akan merobek mulutmu itu!" jawab Trevor dengan terus tersenyum pada Keiner.