
Sementara Chloe yang ditawan selama ini justru mendapat perlakuan baik dari Gwen, Gwen menganggap Chloe sama seperti Irene.
Saat Chloe bertanya kenapa Gwen baik padanya, jawabannya sama persis seperti jawaban Juvel bahwa kejahatan tidak harus dibalas dengan kejahatan.
Mulai dari situ Chloe sadar apa yang telah dia lakukan selama ini terutama pada Irene.
"Pakailah ini, semoga kau bisa berkumpul dengan keluargamu lagi," ucap Gwen dengan memakaikan mantel pada tubuh Chloe.
Bahkan Rena sang ibu tidak pernah berperilaku selembut ini padanya.
"Terima kasih, Nyonya," ucap Chloe dengan tulus.
Gwen hanya tersenyum, dia mengintip keadaan di luar berharap Irene segera kembali pasti gadis itu berjuang untuk bertahan. Gwen tidak tahu menahu apa yang akan dilakukan Jullian dan Trevor.
Sampai Gwen melihat ada beberapa helicopter yang mendekat ke kapal pesiar, dari situ Gwen segera bersiap-siap membawa Chloe.
Irene yang melihat kapal pesiar dari atas mulai berkaca-kaca lagi, akhirnya dia bisa bertemu dengan Jullian.
Saat helicopter mendarat, Ronan segera menariknya keluar di mana Trevor dan Jullian sudah menyambut kedatangan mereka.
Kalau Irene menangis saat melihat Jullian tapi lelaki itu hanya diam tanpa ekspresi yang membuat Irene meremas ujung bajunya, dia melupakan Jullian yang tidak menginginkan dirinya lagi.
"Trevor dan Jullian Brown, butuh waktu lama untuk kita bertemu seperti ini, apa gadis ini benar-benar tidak penting?" tanya Ronan tanpa basa-basi.
Sedetik kemudian, Gwen ikut bergabung dengan membawa Chloe.
"Cepat lakukan pertukarannya!" ucap Gwen gusar, dia tidak sabar ingin memeluk Irene.
"Tidak semudah itu Nyonya Brown, aku ingin wilayah kekuasaan kalian, apa itu akan aku dapatkan hari ini?" Ronan berkata sambil membimbing tubuh Irene ke pinggir kapal dan menaikkan tubuh gadis mungil itu ke pagar kapal, sekali dorong pasti tubuh Irene akan terjatuh.
"Jika aku tidak mendapatkan apa yang aku inginkan, lebih baik gadis ini mati saja!" ancam Ronan.
Hati Jullian bergetar mendengarnya tapi dia berusaha membuangnya jauh-jauh. Jullian justru mengarahkan pistolnya ke arah Irene yang membuat gadis itu kaget setengah mati.
"Irene, bukankah kau sudah tahu cerita putri duyung yang asli?" tanya Jullian kemudian.
Irene menggigit bibir bawahnya. "Putri duyung akan mati?"
"Ya, kau benar. Putri duyung akan mati!" Jullian menarik pelatuknya dan tanpa ragu dia menembak dada Irene yang membuat gadis itu sampai terhuyung ke belakang.
Byur!
Irene terjatuh ke laut dengan luka tembak di dadanya yang membuat Ronan tidak percaya jika Jullian akan membunuh wanitanya sendiri.
"Dia bukan kelemahanku!" ucap Jullian yang menatap tajam ke arah Ronan. "Sekarang giliranmu!"
Saat Jullian akan menembak Ronan dari arah lain ada yang membidik pistol Jullian dan menembaknya yang membuat pistol Jullian terjatuh.
Semua siaga dan mereka bisa melihat pelakunya adalah Dozer yang ingin melindungi Ronan.
Trevor yang melihat itu segera mengambil pedangnya dan mengarahkannya pada Dozer. "Lawanmu adalah aku!"
Dozer yang sudah tahu hal ini akan terjadi juga sudah mempersiapkan sebuah pedang untuk melawan bosnya sendiri.
"Aku juga butuh lawan yang sepadan," ucap Dozer yang bersiap dengan satu bilah pedang di tangannya.
Pada saat itu langsung terjadi adu pedang antara Trevor dan Dozer.
"Hahaha...." Ronan tertawa sangat puas melihat kubu Trevor terpecah belah.