The Baby's Mafia

The Baby's Mafia
TBM BAB 61 - Ancaman Balik



Juvel menunggu jawaban Keiner penuh harap tapi dia justru menerima kecupan di puncak kepalanya.


"Kau cemburu pada bayinya?" tanya Keiner balik.


"Dengarkan aku, Juvel. Kau atau bayi yang kau kandung itu bukan pilihan!"


Keiner kemudian menegakkan badannya. "Aku akan menghubungi Lucas jadi mandilah dengan tenang!"


Tanpa banyak kata lagi Keiner keluar dari kamar mandi meninggalkan Juvel yang menggerutu, dia tidak puas dengan jawaban Keiner.


Juvel mengusap perutnya. "Kita harus bisa merebut hati daddy mu! Apa kau setuju baby?"


"Aku tidak sabar untuk periksa kehamilan dan mendengar detak jantungmu baby!"


Juvel terus berbicara pada bayinya, dia sudah sepenuhnya mencintai janin yang ada di perutnya.


Sementara Keiner berada di balkon kamar dan mencoba menghubungi Lucas, tentu dia ingin menanyakan masalah pekerjaannya dan meminta Lucas menghandle untuk sementara waktu.


"Aku harus ada di samping bayiku jadi kirimkan file pentingnya saja lewat email, aku akan mengeceknya secara berkala," ucap Keiner.


"Baik, Tuan. Berhati-hatilah!" jawab Lucas yang mencemaskan keadaan Keiner. "Kasus kematian tuan Harold sudah dalam penyelidikan lebih lanjut!"


Keiner terdiam sejenak dan kembali mengingat perkataan Juvel. "Katakan pada polisi dan tim kuasa hukum untuk menghentikan penyelidikan!"


"A--apa? Tuan?"


"Aku akan menyelidiki semua dengan istriku!"


Bersamaan dengan itu, Juvel keluar dari kamar mandi. Keiner segera mematikan panggilan bersama Lucas.


Dengan penuh perhatian Keiner mengambil handuk untuk mengeringkan rambut Juvel yang basah.


Juvel lagi-lagi tersentuh atas sikap Keiner yang perhatian, entah itu ditujukan untuk dirinya atau bayinya yang jelas Juvel tahu jika Keiner juga berusaha mencintai dirinya.


"Tidak apa-apa aku menyukainya duluan, sebaiknya aku harus lebih menunjukkan rasa cintaku." Juvel bermonolog dengan dirinya sendiri dalam hati.


Keiner masih menggosok rambut istrinya sampai dia teringat sesuatu. "Ponselmu terus berbunyi sedari tadi, aku rasa itu Jullian!"


"Benarkah? Aku harus menghubunginya balik!" Juvel berdiri ingin mengambil ponselnya di atas nakas tapi Keiner menahannya.


"Ish, kau cemburu pada Jullian?" tanya Juvel menebak-nebak.


"Aku hanya tidak ingin kalian membicarakan aku di belakang!" sahut Keiner mengeluarkan apa yang ada di kepalanya.


"Kau pikir kami punya waktu untuk bergosip!" ketus Juvel sambil mendial nomor Jullian.


Panggilan Juvel langsung diterima oleh Jullian saat itu juga.


"Kau ke mana saja?" tanya Jullian gusar.


"Aku baru selesai mandi. Ada apa?" sahut Juvel sambil mengeraskan suara panggilan.


"Pergilah ke tempat eksekusi, aku manawan Chloe di sana! Suruh beberapa anak buah membawa rubah betina itu kemari!" perintah Jullian.


Juvel dan Keiner saling memandang menerima perintah itu.


"Apa keadaaan di sana seserius itu?" tanya Juvel kemudian.


"Ya, aku ingin cepat selesai. Aku rasa misi musim dingin dibatalkan karena The Green Hornet sudah bergerak duluan!" jelas Jullian.


"Baiklah, aku akan segera pergi!" Juvel tidak mau menunda lagi. Dibalik itu semua dia merasa senang karena misi musim dingin dibatalkan, itu artinya dia bisa menghabiskan musim dingin tahun ini bersama keluarganya.


"Jullian menawan Chloe?" tanya Keiner memastikan.


"Hm, pasti itu karena Irene, Chloe dan Clara ternyata saudara tiri Irene!" jelas Juvel sambil bersiap memakai bajunya.


Saat itu juga dia merasakan pelukan Keiner dari belakang.


"Kita harus bergerak cepat, Babe!" Juvel berusaha melepaskan diri tapi Keiner semakin mengeratkan pelukannya. "Hei, kenapa?"


"Nothing! Hanya mengingat masa lalu saat kau menyebut nama wanita itu!" jawab Keiner yang merasa bersyukur sudah terlepas dari Clara.


"Huft, aku tidak menyukai ini! Suamiku adalah mantan ibu mertuaku!" keluh Juvel.


Keiner terkekeh. "Tapi tidak ada yang bisa mengalahkan istriku karena dia suka membuka pabrik susunya dan memberi jalan untuk serangan nuklir!"


Juvel yang tahu jika Keiner sudah kecanduan dengan tubuhnya mengancam balik suaminya. "Aku akan menutup pabrik susuku dan juga jalan untuk nuklir jika kau terus terbayang mantan!"