The Baby's Mafia

The Baby's Mafia
TBM BAB 71 - Merasa Dikhianati



Keiner tidak tahu apa masalahnya tapi dia tahu jika sekarang istrinya butuh dukungan. Tanpa bertanya apapun Keiner langsung memeluk Juvel yang membuat gadis itu menangis.


Mengingat waktu terus berputar, Juvel mengajak Keiner untuk pergi.


"Ambil barang-barang yang penting saja!" ucap Juvel yang memasang bom terakhir.


Keiner mengambil berkas-berkas penting yang ada di markas kasino. Dia masih belum bertanya apapun pada Juvel.


Saat dia siap, Keiner segera turun ke parkiran mobil di mana Juvel sudah menunggunya.


"Biar aku yang menyetir!" Juvel berkata tanpa menatap Keiner.


Juvel menyetir mobil dengan kecepatan sedang, dia terus melirik ke arah jam tangan yang dia pakai. Saat waktunya bom meledak, Juvel menghentikan mobil dan menunduk di setir kemudi.


"Aku menghancurkan klan mafiaku sendiri, Keiner!" akhirnya Juvel mengungkapkan apa yang dia lakukan pada suaminya.


"Maksudnya?" tanya Keiner yang masih bingung.


"Aku menghancurkan seluruh markas tanpa terkecuali," jelas Juvel yang masih dalam posisinya.


Keiner yang mulai mengerti meminta Juvel untuk bertukar posisi, biar dia yang akan mengambil alih mobil.


Karena lelah Juvel menurut dan tertidur, Keiner membawa istrinya pulang ke mansion.


Sesampai di mansion, Keiner menggendong istrinya masuk ke dalam kamar. Dia ingin mengganti baju yang dikenakan Juvel tapi saat membuka baju istrinya dia terkejut mendapati luka di bahu dan juga perut Juvel yang terikat.


Sebenarnya Keiner sangat marah tapi dia menahannya, perlahan dan hati-hati Keiner mencoba mengobati luka di bahu istrinya kemudian dia mengganti baju Juvel.


Keiner mengusap sudut mata Juvel yang terus mengeluarkan cairan bening pasti Juvel bermimpi buruk.


Pasti sebentar lagi Trevor akan mengetahui tentang asal-usul bayi di kandungan Juvel dan juga tujuan pernikahan Keiner dan Juvel.


Keiner akan melindungi bayi dan istrinya. Dia mengumpulkan para bodyguard dan berencana akan menambah jumlah mereka.


Di sisi lain, Trevor terus memandangi wajah Dozer yang sudah berada di dalam peti mati. Rencananya Dozer akan langsung dikremasi bersama dengan mayat Ruby yang diantar oleh Ronan sebelumnya.


Saat proses kremasi berlangsung tangan Trevor tidak berhenti bergetar dan Gwen menyadari hal itu.


Gwen meraih tangan Trevor kemudian mengecup telapak tangan suaminya.


"Stop, Trey! Kita harus berhenti!" lirih Gwen dengan tetesan air mata.


Trevor masih diam enggan menanggapi karena pikirannya yang berkecamuk, dia merasa gagal melindungi keluarganya.


Tak lama Neil mendekat pada Trevor, dia tidak ingin menunda informasi yang telah dia terima.


Neil berbisik di telinga bosnya dan memberitahu jika seluruh markas telah hancur.


"APA!?" teriak Trevor langsung berdiri dan mencengkram kerah baju Neil. "Bicara yang jelas!?"


"Juvel yang melakukan itu semua, dia membebaskan semua anak buah. Sekarang hanya kita yang tersisa." Neil memperjelas semuanya.


Jullian yang juga sudah tahu kabar itu hanya bisa tertunduk lesu sekarang dia bingung harus berada di pihak adiknya atau ayahnya.


"Dan ada satu hal lagi, Bos." Neil baru saja tahu mengenai kenyataan bagaimana Juvel bisa hamil dan akhirnya memutuskan menikah dengan Keiner.


Trevor melepas kerah baju Neil, kini dia berpindah mencengkram Jullian. Bahkan Trevor mencekik leher anaknya sendiri.


"Katakan kau sudah tahu dari awal!" geram Trevor dengan tatapan membunuh.


Jullian hanya menganggukkan kepalanya yang membuat Trevor tertawa hambar.


"Lelucon macam apa ini!? aku dikhianati oleh anak-anak ku sendiri!" Trevor tertawa penuh ironi.