The Baby's Mafia

The Baby's Mafia
Bibit Lobak - Bayi-Bayi Wuba



Sebelum mengetahui hubungan antara Fiona dan Jullian pasti Irene akan bahagia saat lelaki itu mengutarakan cintanya tapi sekarang, dia jadi meragu.


"Kau juga pasti sering bilang cinta pada Fiona, 'kan?" tanya Irene kemudian.


"Jangan membahas masa lalu dan orang yang sudah tiada, Irene," sahut Jullian yang justru berbalik marah.


Jullian berdiri dan menjauh untuk menyesap rokoknya. Dia ingin meredam emosinya supaya tidak meluapkan pada Irene. Seandainya dia bisa lebih tegas pada Fiona lebih awal pasti semua ini tidak akan terjadi.


"Jullian, kau membahayakan bayi-bayi wuba!" seru Irene yang melihat Jullian begitu santai menghisap rokok tanpa memikirkan bibit-bibit lobaknya.


"Bayi wuba?" tanya Jullian sambil mematikan rokoknya.


"Iya katanya bayi-bayi lobak namanya wuba!" jawab Irene yang menanggapi komentar readers setianya.


Jullian jadi serba salah, lebih baik dia keluar dari kamar saja.


"Mau kemana?" tanya Irene yang membuat Jullian membalik badannya.


"Bukannya kau marah padaku? Jadi lebih baik, aku pergi saja! Aku akan kembali setelah kau tenang!"


"Dan Irene...."


"Aku memang berhubungan dengan Fiona tapi itu sebelum mengenalmu, setelah mengenalmu, aku menjauh darinya. Dari awal aku sudah memilihmu!"


Setelah berkata seperti itu, Jullian pergi. Dia akan kembali jika usahanya sudah berkembang nanti. Sepertinya peternakan sapi memang cocok untuk Irene menenangkan diri.


"Mom, aku titip Irene!" ucap Jullian pada Gwen sebelum pergi.


"Masih belum berbaikan juga?" tanya Gwen.


Jullian menggeleng. "Biar Irene tenang dulu! Saat dia yakin padaku pasti dia akan mencariku!"


"Ck! Kau dan daddy mu sama saja, suka meninggalkan istri saat masa-masa pengantin baru!" decak Gwen yang jadi kesal sendiri walaupun tidak tahu permasalahan yang dialami putranya itu.


...*****...


"Sepertinya tidurnya sudah lelap, Babe," bisik Keiner supaya Juvel melepas baby Ares yang masih menyusu.


Dengan perlahan Juvel melepas mulut mungil bayinya dari sumber makanannya.


"Biar aku yang menidurkannya di box bayi," ucap Keiner yang mengambil alih gendongan baby Ares.


Sebelum menidurkan bayinya di box, Keiner menciumi baby Ares dahulu. Rasanya tidak ternilai.


Juvel yang melihat dari kejauhan hanya bisa mengembangkan senyumnya, saat melihat Keiner bersama baby Ares, rasanya itu adalah pemandangan yang paling indah baginya.


"Babe, kalau kau menciuminya terus nanti baby Ares bangun," ucap Juvel kemudian.


"Dia begitu menggemaskan!" Keiner akhirnya melepas baby Ares dan kembali ke atas ranjang bersama istrinya.


Keiner memeluk Juvel, dia bersyukur telah membatalkan perjanjian pernikahan jika tidak pasti sekarang Keiner akan mengurus baby Ares sendirian.


"Babe, apa kau ingin baby Ares mempunyai adik?" tanya Keiner yang sudah memikirkan bayi lagi.


"Setidaknya harus menunggu dua tahun dulu karena baby Ares lahir dengan cara operasi," jelas Juvel sambil mengingat apa kata dokter. Karena setelah operasi, dokter menyarankan untuk memasang alat kontrasepsi. [IUD]


"Aku tidak sabar membuat anak dari hasil alami tanpa alat dokter," ucap Keiner yang membuat keduanya tertawa bersama karena mengingat awal perkenalan mereka yang anti mainstream.


"Buat anaknya bisa dicicil dari sekarang, Babe." Juvel meraba dada Keiner dan membuka kancing piyama suaminya. "Women on top?"


...*****...


Catatan Author :


Satu dulu ya bestie, beberapa hari ini sebenarnya author tak enak body makanya gak konsen. Do'ain cepet sembuh ya biar bayi-bayi wubanya cepat lahir. 😅


Dan untuk yang minta cerita Sheria dan Chade, tenang ya udah author siapin. Tapi rilisnya awal bulan Juni nanti. Cerita mereka bakal full komedi dan gak ada konflik berat. Trevor udah jadi aki2 dan Gwen jadi nini2🤣


Stay Tune terus ya😘