
Keiner mendapat laporan jika Trevor yang datang ke mansion dengan membabi buta. Beruntung Keiner mempercepat rapatnya jadi dia langsung kembali ke mansion ditemani oleh Lucas.
"Beberapa bodyguard kehilangan nyawa mereka karena melawan mertua anda, Tuan," lapor Lucas saat dalam perjalanan.
Keiner hanya bisa mengusap wajahnya kasar, dia tahu benar betapa gilanya Trevor.
"Naikkan kecepatan mobil!" perintah Keiner tapi sayangnya jalanan sedang macet.
Keiner lebih memilih keluar dari mobil dan berlari mencari kendaraan bermotor. Dia akan membayar berapa pun asal dia bisa segera sampai mansion.
Entah yang menjadi prioritas Keiner sekarang Juvel atau bayinya, yang jelas dia ingin menyelamatkan istri dan bayinya.
Sekitar setengah jam berlalu akhirnya Keiner sampai di mansion, dia bisa melihat darah berceceran di halaman mansion dan kepala bodyguard yang dipenggal Trevor sebelumnya.
"Oh God!" Keiner semakin berlari dan masuk ke dalam mansion.
Di dalam, Trevor terus memaksa Juvel untuk ikut dengannya tapi Juvel tidak mau ikut, gadis itu kukuh tidak mau pergi.
"Awalnya aku dan Keiner memang hanya menikah karena perjanjian yang kami buat tapi sekarang berbeda, Dad. Aku mencintai ayah dari bayi yang aku kandung." Juvel berusaha meyakinkan Trevor.
"Kau pikir aku percaya setelah kebohongan besar yang kau lakukan!?" Trevor terus berusaha menyeret Juvel dengan menarik tangannya.
"Sakit, Dad! Lepaskan aku!" ucap Juvel penuh permohonan tapi Trevor seakan tidak mendengar rintihan putrinya.
Keiner yang baru masuk dan melihat itu semua menjadi emosi.
"Lepaskan istriku!" teriaknya.
Keiner berusaha melepaskan Juvel dari cengkraman mertuanya sendiri tapi Trevor langsung menodongkan pedangnya di leher Keiner.
"Kau menipuku! Kau hanya memanfaatkan tubuh putriku untuk mengandung bayimu!" Trevor menekan pedangnya yang membuat leher Keiner tergores dan berdarah. "Kau harus mati!"
Trevor sepertinya tidak main-main kali ini, Keiner berusaha melawan dengan menendang perut Trevor kemudian membawa Juvel berlari keluar dari mansion.
"Ini semua salahku, Keiner! Aku harus pergi atau daddy akan membunuh bayimu!" Juvel berusaha mengimbangi langkah Keiner walaupun kepalanya berkunang-kunang karena dia belum sembuh total dari demamnya.
Trevor mengejar anak dan juga menantunya, dia mengeluarkan pistol dari balik jas yang dia pakai kemudian menembak di sela kaki Juvel dan Keiner.
Dor!
Juvel dan Keiner langsung berhenti, mereka membalik badan mereka dan melihat Trevor dengan wajah yang merah padam.
"Dad, stop!" Juvel memegangi perutnya yang keram.
Keiner yang melihat itu menjadi panik, dia memegangi istrinya lalu menatap tajam ke arah Trevor.
"Apa kau mau membunuh darah daging mu sendiri!?" Keiner menjadi geram tak terkendali dan melawan mertuanya. "Memang bayi ini berawal dari kesalahan tapi bayinya ada di rahim Juvel itu artinya bayinya adalah cucumu!"
"Aku tidak bisa menampik jika bayinya adalah bayi mafia!"
Juvel tersentak dan melihat ke arah suaminya, Keiner biasanya tidak mau menyebut bayinya seperti itu.
"Keiner..." Juvel memeluk Keiner untuk meminta perlindungan.
Trevor miris melihat itu karena Juvel lebih memilih orang asing seperti Keiner dibandingkan dia sebagai ayahnya.
Belum cukup sampai disitu, di detik itu juga Trevor melihat sesuatu yang mengejutkan. Ada segerombolan penunggang kuda mendekat ke arah mereka, mata Trevor membulat saat sadar jika Gwen salah satu penunggang kuda itu.
Rupanya Gwen meminta bantuan kakaknya yang seorang bangsawan untuk membantunya menghentikan tindakan Trevor.
"Cukup, Trey! Kau membahayakan kandungan Juvel!" ucap Gwen yang berada di atas kuda.
Erik sang kakak menatap iba pada Trevor. "Hei adik ipar, apa yang kau lakukan?"