The Baby's Mafia

The Baby's Mafia
TBM BAB 82 - The Ghost l



Chloe menghubungi Keiner dan meminta lelaki itu memberinya uang, dia berjanji akan pergi membawa Rena dan Clara.


"Jadi kau tahu tentang kematian ayahku?" tanya Keiner yang masih mencari tahu pelaku kematian Harold.


"Kau pasti tahu siapa pelakunya," sahut Clara.


"Apa itu ayah kandung Chade?" tanya Keiner memastikan.


"Ya, aku pikir dia juga toxic. Chade dikelilingi orang-orang sakit, hanya kau yang bisa menyelamatkan dia. Aku titip anak itu padamu, aku sudah cukup kerepotan mengurus ibu dan juga kakak ku," ucap Chloe yang sudah sadar akan kelakuannya dan mencoba berubah.


"Aku akan memberimu uang sebanyak yang kau mau asal kau pergi jauh dan jangan menunjukkan batang hidungmu lagi padaku!" tegas Keiner yang tidak mau hidupnya berhubungan dengan Clara lagi.


"Kau bisa percaya padaku, aku berencana akan keluar dari negara ini," sahut Chloe meyakinkan.


"Lucas yang akan mengurus semuanya!" Keiner lalu menutup panggilan dan beralih menghubungi Lucas untuk memenuhi permintaan Chloe.


Kemudian Keiner memikirkan keadaan Chade, apa dia bisa menerima anak itu? Chade selalu menganggapnya sebagai kakak tapi Keiner selalu bersikap ketus pada bocah itu.


Saat masih tenggelam dalam pikirannya, Keiner merasakan sebuah pelukan dari belakang. Keiner langsung tahu jika itu adalah ulah istrinya karena Keiner bisa merasakan perut Juvel yang membuncit.


"Seharusnya kau banyak beristirahat karena kita akan menyusul Jullian," ucap Keiner sambil membalik tubuhnya.


"Bayinya bergerak terus dan itu mengganggu tidurku," ungkap Juvel sambil meraih satu tangan Keiner dan menaruh di perutnya.


"Aku akan bicara pada dokter Gaby supaya tidak memberitahuku jenis kelamin bayi kita, aku ingin mendapat kejutan saat hari kelahirannya nanti," ucap Keiner sambil mengusap perut istrinya.


Juvel tersenyum haru karena sekarang Keiner terus mengucapkan bayi kita bukan bayinya seperti biasa yang lelaki itu lakukan.


"Aku juga ingin mendapat kejutan," sahut Juvel yang ikut mengelus perutnya.


"Lebih baik kita bersiap-siap, Babe."


Keduanya akhirnya mempersiapkan diri untuk pergi menyusul Jullian.


Begitu pula Trevor dan Gwen akan bergabung bersama Jullian karena mereka akan mengikuti misi yang akan dilakukan Irene. The Ghost!


Di sisi lain, Sheria yang sudah diajari oleh Dozer tentang dunia IT dari umur lima tahun ikut membantu misi The Ghost.


Neil dan Zack yang melihat Sheria berkutat di layar komputer saling pandang satu sama lain. Mereka seperti melihat Dozer sekarang.


"Dozer dan Ruby pasti bangga di sana," ucap Neil kemudian.


Zack mengangguk dengan mata berkaca-kaca. "Mereka adalah best partner! Lalu bagaimana dengan Sheria selanjutnya?"


"Dia akan ikut bersama bos Trevor dan Gwen," sahut Neil yang sudah membicarakan masalah ini dengan Trevor.


"Dan kita?" tanya Zack yang selama ini melajang bersama Neil.


"Bukankah kita sudah kadaluarsa untuk memiliki pasangan,"


"Aku rasa membuka bengkel tidak buruk,"


"I think so..."


Sementara di dalam kamar, Irene mencoba menenangkan dirinya karena dia adalah peran utama dari misi The Ghost.


"Aku bukan Irene yang lemah dan bodoh lagi, aku kuat dan bisa diandalkan!" Irene terus bermonolog dengan dirinya sendiri.


Jullian yang melihat itu terkekeh geli, rupanya gadis putri duyungnya sudah mulai tumbuh dewasa. Jullian pasti akan melamar dan segera menikahi Irene supaya mereka bisa membuat bibit-bibit lobak.


Jullian kemudian mendekati Irene dan memeluk gadis mungil itu. "Kau gugup?" tanyanya.


"Sedikit," jawab Irene.


"Aku tahu caranya supaya kau tidak gugup lagi,"


Irene langsung menatap Jullian dengan memicingkan mata, dia seolah tahu apa yang ada di kepala Jullian.


"Jika yang kau maksud adalah menanam lobakmu, aku tidak mau karena itu akan membuat jalanku jadi pincang, lobakmu terlalu besar Jullian!"