Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 97. Rizal VS Jeriko



...Bab 97. Rizal VS Jeriko....


Ditengah mencari keberadaan Felix dan Cindy, aku pun dari kejauhan menemukan sosok nya akan tetapi, Felix sudah terjebak dalam pertarungan nya dengan Jeriko sedang kan, Cindy berlari bukan untuk melarikan diri melainkan mencari peluang untuk bisa melawan Jeriko.


Aku yang melihat itu tidak bisa berdiam diri saja. Namun aku yang masih level 11, semoga saja bisa menandingi nya.


Aku yang bermodalkan dekat sontak melempar pedang kearah Jeriko hingga dia melompat mundur dari Felix.


Lalu, aku mengunakan Shadow Step hingga dalam sekejap berada di pedang yang ku lempar dan didepan Felix.


"Rizal?!"


Mendengar itu, aku pun sontak menoleh kearah Felix, "Syukurlah, kak Felix. Aku tepat waktu," jawab ku dengan senyuman senang.


"Iya. Terimakasih."


"Ehh?! Seperti nya, ada Hunter yang cukup menarik," ucap Jeriko.


Aku sontak kembali melihat Jeriko.


"Senang bertemu dengan mu, Aku Rizal dan cobalah hibur aku dengan kemampuan mu!"


"Aku Jeriko, dengan senang hati."


Aku dan Jeriko pun saling bertukar senyum dingin.


Sesaat kemudian, Jeriko sontak berlari dengan kecepatan tinggi. Aku pun tidak berdiam diri, aku sontak mencabut pedang dan berlari kearah Jeriko hingga kami bertemu ditengah jarak.


Lalu, kami saling bertukar serangan dengan cepat.


Felix yang melihat pertarungan itu, dia hanya terdiam kaku bahkan tanpa sadar dia menjatuhkan tongkat nya.


Sesaat kemudian, Cindy datang kembali dan berdiri disamping Felix.


"Apakah dia benaran seorang summoner?" tanya heran Felix.


"Aku juga tidak tahu tapi, kemampuan bertarung nya setara dengan Hunter tipe Fighter atau assasin," ucap Cindy.


Meski mendengar beberapa komentar itu, aku pun mengabaikan nya dan fokus dalam pertarungan.


Yang mana kecepatan dan kekuatan serangan dari Jeriko semakin cepat sampai membuat nya berhasil menebas dan menendang ku.


Buk!


Aku pun terpental beberapa meter dari Jeriko namun, aku masih bisa mempertahankan keseimbangan.


Cindy yang melihat itu, dia menjadi cemas. "Rizal!"


"Hanya segini kah kemampuan mu?" tanya remeh Jeriko.


Mendengar itu, aku hanya tersenyum kecil dan menjawab nya. "Seperti nya, aku terlalu meremehkan mu."


Lalu, aku mengembalikan posisi berdiri dan mengusap darah yang keluar dari mulut ku.


"Kamu sebenarnya, aku seorang Hunter Summoner dan ku harap kau tidak akan menyesal mempertanyakan kemampuan ku," ucap ku seraya memanggil sosok ras bayangan dengan Rank tinggi yakni, "Keluarlah Iris!"


Sesaat memanggil Iris tiba-tiba langit menjadi gelap dan tanah berubah menjadi genangan bayangan. Tidak hanya itu, aura pembunuh yang besar menyelimuti mereka hingga membuat Cindy muntah dan Jeriko mengeluarkan keringat dingin.


Tidak lama keluar lah sosok wanita berkulit ungu, berambut putih pendek dengan pakaian hitam gothic serta memancarkan kecantikan bersama aura kematian.


Seorang yang belum mengenal Monster Rank S keatas. Tentu hal itu membuat mereka merinding ketakutan.


"Jadi, inikah kemampuan Rizal yang sebenarnya," gumam Felix.


Meski gemetar, Jeriko menenangkan diri dan mengambil belati yang lain.


"Meski, kamu bisa memanggil monster yang kuat. Tapi, aku yakin kamu tidak akan bisa mempertahankan nya dalam waktu yang lama."


"Oh, benar kah. Tapi, kamu terlalu naif untuk menjadi seorang pembunuh."


Mendengar itu, Jeriko sontak marah. "Jangan bercanda! Tidak ada yang bisa lolos dari belati ku!"


Dengan kemarahan dan tanpa berpikir panjang, Jeriko sontak melompat lurus dan melesatkan serangan belati nya.


Memahami itu, aku pun menghela nafas panjang.


Sesaat memberikan perintah itu, Iris sontak mengambil pedang besar hitam dari sihir penyimpanan dan sontak mengayunkan pedang kearah Jeriko hingga membuat tubuh Jeriko terbelah menjadi dua dalam sekali ayunan.


"Yang benar saja."


Seusai mengatakan itu, Jeriko pun mati secara mengenaskan.


"Kerja Bagus, Iris! Terimakasih."


Iris melihat kearah dan membungkukkan badannya dengan tangan di dada nya secara berlahan masuk kembali ke dalam bayangan.


Lalu, aku berbalik badan dan menghampiri Felix dan Cindy.


"Felix, Cindy. Kalian baik-baik saja?"


Felix dan Cindy mengangguk kepalanya.


"Iya, kami baik-baik saja. Terimakasih," jawab Cindy.


"Terimakasih, Rizal. Kamu luar biasa," jawab Felix.


Aku pun tersenyum kecil, "Kak Felix, kamu terlalu berlebihan dan aku harap kak Felix dan Cindy merahasiakan kemampuan ku ini."


Cindy dan Felix pun serempak menganggukkan kepalanya dan menjawab.


"Baik."


Setelah itu, aku menghampiri empat jasad Hunter termasuk Jeriko dan merapalkan salah satu skill yang jarang kugunakan.


"Beelzebuth Arise."


Skill ini merupakan salah satu dari kemampuan Unique Specialized Skill Beelzebuth yang mana pengguna nya mampu merubah ras bayangan seusai dengan kehendak pengguna.


Maka dari itu, aku merubah keempat bayangan Hunter menjadi empat pedang hitam yang memiliki kesadaran dan kemampuan Sword Mastery.


Dan, aku memberikan nama ...


[Black Shadow Sword: 4 Sword.]


Cindy yang melihat gerakan ku, dia pun terheran dan menghampiri ku. "Rizal, apa yang sedang kamu lakukan?"


Aku pun menoleh kearah Cindy dan menjawab nya dengan santai.


"Bukan hal yang penting dan sekarang lebih penting, kita harus segera menyusul penguji."


Felix yang berada dibelakang Cindy, dia membantu ku berbicara yang mana sebelumnya berbicara Felix memegang bahu Cindy.


"Sudah lah Cindy, apapun itu kita harus percaya kepada Rizal. Karena dia tidak mungkin, orang jahat seperti Jeriko," ucap Felix dengan senyuman lebar.


Cindy yang mendengar itu, dia pun tersenyum kepadaku.


"Iya, maaf. Rizal, aku tidak sopan."


"Tidak perlu di pikirkan. Ayo kita bergegas lari lagi!"


"Tapi ... kearah mana?" tanya Felix.


"Serahkan kepada ku!"


Setelah itu, aku pun memanggil ...


Shadow Direwolf.


Sesaat kemudian, muncul lah sosok monster serigala hitam namun, Felix dan Cindy tidak ketakutan lantaran aura yang dipancarkan jauh dibandingkan dengan Iris.


"Shadow Direwolf, tunjukkan jalan kepada kami!"


"Gok!" jawab Shadow Direwolf yang langsung berbalik badan dan berlari kearah penguji.


Lalu, kami pun mulai berlari lagi dibelakang Shadow Direwolf.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...