
...Bab 52.5 Kedatangan Juan dan Analisa Cindy....
Diluar Dungeon terlihat mobil sedang mewah berhenti didepan gerbang Dungeon dan berhenti tidak jauh dari tempat pekerja tambang dan pembersih.
Tidak lama, seorang pria turun dari kursi pengemudi yang mengenakan kacamata hitam dan setelan jas hitam. Dia tidak lain adalah Juan, kepala bagian Divisi Pengawas, Asosiasi Hunter.
Segera setelah dia keluar, tiga pria lagi turun dari mobil dari kursi penumpang dan kursi belakang. Semuanya juga berasal dari Divisi Pengawas
“Pak Kepala, bukankah kita sedang dalam perjalanan kembali ke Asosiasi?” tanya salah satu pria yang ikut Juan.
"Aku hanya ingin mengkonfirmasi sesuatu, dulu," jawab Juan seraya mengalihkan pandangannya ke arah Dungeon. "Dungeon rank A masih membuatku merinding setiap kali melihatnya," batin Juan.
Hal yang membuat Juan merinding lantaran dia membayangkan jika lubang raksasa itu terbuka seperti pintu dan monster yang terperangkap di dalamnya muncul di luar.
Meski begitu, Juan tetap datang dengan alasan mencari tahu lebih dalam tentang Rizal dan alasan dia menjadi penambang di Dungeon rank A tersebut.
Lalu, Juan pun mendekati salah satu pekerja disana.
"Permisi! Kami mencari tim penambang. Dimana mereka?" tanya Juan.
"Maaf, anda siapa?"
"Kami dari Assosiasi Hunter," jawab Juan seraya menunjukkan tanda pengenal asosiasi Hunter nya.
"Maaf, saya tidak sopan. Bapak, silahkan pergi ke sana!" ucap Karyawan seraya menunjukkan lokasi tim penambang.
"Terimakasih," jawab Juan.
Setelah itu, Juan dan ketiga karyawan pergi ke lokasi yang ditunjukkan yang mana kepala tim penambang sontak menghampiri mereka.
"Selamat siang, bapak-bapak sekalian! Ada gerangan apa para Hunter dari Divisi Pengawasan ke tempat ini?" tanya kepala Tim penambang.
Melihat keberadaan para Hunter Divisi Pengawasan para anggota penambang saling bergumam.
“Apa yang sedang terjadi?”
“Hunter dari Divisi Pengawasan ada di sini.”
“Divisi Pengawasan?”
"Sesuatu pasti telah terjadi."
....
Sebelum Juan menjawab pertanyaan kepala tim penambang, dia membuka kacamata nya dan melihat sekeliling nya untuk mencari keberadaan Rizal. Namun, dia tidak menemukan nya dan memutuskan untuk bertanya kepada kepala tim penambang.
"Apakah kamu tahu di mana Hunter Rizal berada?" tanya Juan.
"Rizal saat ini berada didalam Dungeon."
Juan yang mendengar itu, dia pun terkejut dan membuka lebar kedua matanya. "Apa?! Kenapa dia masuk Dungeon?”
"Yah, porter tim penyerang belum muncul hari ini. Tidak ada yang mau masuk ke sana, jadi Rizal menawarkan diri sebagai porter. Tapi, ini agak aneh, anda tahu?" jawab Kepala Tim penambang.
"Apa maksud anda?"
"Yah, tidak ada yang khusus hanya saja Hunter Cindy juga mencari Tuan Seong, jadi dia baru saja memasuki Gerbang? Bukankah itu terlalu aneh?" ucap Kepala Tim penambang dengan memiringkan sedikit kepalanya.
Sementara itu, pikiran Juan menjadi sedikit kacau setelah mendengar itu.
"Wakil Ketua Guild Garuda Cindy sedang mencari Rizal? Tidak hanya itu, dia bahkan mengejarnya ke dungeon juga? Sebenarnya, apa yang terjadi?" batin analisa Juan.
Juan yang memiliki banyak pertanyaan, dia pun memutuskan untuk pergi kedalam Dungeon.
"Kalau begitu, kami akan masuk kedalam Dungeon."
"Baiklah, aku mengerti," jawab Kepala Tim penambang.
Salah satu rekan nya memberitahu sesuatu.
"Ketua? Ada yang aneh."
"Ada apa?"
"Energi sihir nya lebih tinggi dari yang tercatat," jawab rekan Juan seraya menunjukkan nilai ukur energi sihir.
"Apa?! Nilai ini bukan Dungeon rank A biasa melainkan A plus! Sial! Ayo kita cepat susul mereka!"
"Baik, Ketua!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disaat yang bersamaan, Cindy mengikuti jejak yang ditinggalkan tim penyerang namun, dia tidak menemukan jejak tersebut.
"Ini sangat aneh. Mengapa saya tidak dapat menemukan jejak monster?" gumam analisa Cindy.
Pada umumnya, Dungeon normal yang sedang di masuki akan menemukan mayat monster berserakan di sana-sini, mulai dari dekat pintu masuk sampai ke ruang bos Dungeon.
Tapi, tidak peduli seberapa keras Cindy melihat, dia tidak melihat mayat monster.
"Apakah mayat monster di kumpulkan dalam satu tempat?" batin analisa Cindy seraya terus melangkah kedepan.
Lalu, ditengah Dungeon. Cindy melihat tumpukan jasad monster dan dia pun sontak ke lokasi jasad tersebut.
Setibanya disana, Cindy pun dikejutkan dengan jasad monster itu adalah High Zombie.
"Bagaimana bisa ada High Zombie sebanyak ini?!"
Cindy pun menganalisa didalam batin nya, "Bagaimana tim Atha berhasil mengalahkan High Zombie sebanyak ini? Terlebih lagi tampaknya tidak ada satu korban pun. Jika pun ada korban, mereka pasti sudah mundur. Apakah aku terlalu meremehkan mereka?"
Ditengah itu, Cindy pun menyadari sesuatu yang janggal pada mayat High Zombie.
"Tunggu! Bukankah itu?"
Cindy pun menemukan sesuatu yang aneh. Lalu, dia jongkok untuk melihat lebih dekat salah satu mayat High Zombie. Setelah itu, dia berdiri kembali dan dengan cepat mulai memeriksa setiap mayat High Zombie.
"Yang ini, yang ini juga dan terlihat semua High Zombie juga sama. Tapi, bagaimana caranya?"
Kecurigaannya berangsur-angsur berubah menjadi kepastian yang mana hampir semua High Zombie mengalami luka akibat senjata pendek tapi sangat tajam.
Dalam analisa Cindy, luka itu pasti cukup untuk menghalangi pergerakan para High Zombie. Yang berarti Hunter lain hanya makan di atas meja yang penuh dengan hidangan lezat yang disiapkan oleh orang lain.
Maka dari itu, ada satu Hunter yang berhasil membantai hampir semua High Zombie sendirian.
Dan, hanya dua High Zombie yang terbunuh dengan cara yang berbeda dari orang lain. Satu kepalanya dipenggal oleh kekuatan yang luar biasa, sementara yang lain mati oleh benda tumpul.
Tidak termasuk mereka berdua, satu orang berhasil mendorong semua High Zombie lainnya ke ambang kematian."
"Mungkinkah hal seperti itu bisa terjadi? Jika iya, dia sangat percaya diri dengan kecepatannya sendiri, tetapi meskipun begitu, dia tidak bisa memastikan untuk mencapai prestasi yang sama dalam situasi yang sama."
Lepas dari itu semua dari apa yang Cindy tahu, tidak ada Hunter tipe Assassin yang menggunakan belati atau pedang pendek di dalam tim Atha.
Ditengah menganalisa itu, Cindy merasakan gelombang energi sihir yang sangat kuat ini, getaran energi sihir, jenis yang belum pernah dia alami sebelumnya, datang dari dalam Dungeon.
Rasa itu membuat pikiran kacau dan merasa cemas bahwasanya ada kemungkinan tim Atha sedang dalam bahaya dan jika energi magis itu milik bos Dungeon, maka tidak ada seorang pun dari tim Atha yang bisa bertahan hidup.
Memahami itu, Cindy menggigit bibir bawahnya.
"Gawat! Aku harus bergegas menolong mereka!"
Setelah itu, Cindy pun berlari menuju ruang bos Dungeon dengan sekuat tenaga.