Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 107. Dungeon Treasure



...Bab 107. Dungeon Treasure....


Saat ini aku sedang berada di Dungeon merah museum nasional namun, Dungeon kali ini dikategorikan sebagai Dungeon Treasure atau Dungeon harta Karun yang dimana Dungeon itu dihuni oleh monster namun, berisikan macam-macam harta Karun atau disebut Artefak.


Artefak sendiri merupakan senjata atau alat dari The Another Moon yang memiliki kemampuan sihir yang bermacam-macam tergantung pada peringkat kekuatan nya.


Karena hal itu membuat seluruh Hunter di Dungeon ini saling berebutan untuk mendapatkan Artefak yang mereka inginkan.


Salah satu ada Hunter yang kukenal.


"Peta nya milik mu? Heh ... Aku tidak setuju dengan itu."


Suara wanita itu pun tidak asing ditelinga ku maka aku sontak menghentikan langkah dan menoleh kearah sumber suara yang mana ucapannya itu dilontarkan dari Fransiska.


"Eh? Fransiska? Ternyata dia mengincar Artefak juga," gumam kecil ku.


Mendengar perkataan Fransiska, pria tangan besi sontak kesal dan menatap tajam Fransiska.


"Hei, placur. Apa kau sudah gila?"


Lalu, Fransiska dengan santai dan senyuman menanggapi ucapan pria tangan besi itu.


"Permisi, namaku bukan placur. Nama mu Fransiska. Aku gadis yang memiliki kehidupan yang baik dan banyak teman."


Pria tangan besi itu sontak semakin kesal dengan Fransiska, "Hah?! Apa kau pikir aku ingin tahu identitas mu?! Cepat minggir dari sini! Atau leher mungil mu itu akan patahkan seperti leher ayam goreng!"


Fransiska pun menghela nafas panjang, "Mulutmu benar-benar kotor. Apakah mulutmu itu punya pisau didalamnya?" Lalu, Fransiska memutarkan jari nya seraya menjawab ucapan Pria tangan besi. "Tapi ... mana yang lebih cepat, kau mematahkan leher atau mengubahmu menjadi arang?"


Seusai mengatakan itu, Fransiska memunculkan bola api diatas jari nya dan dilemparkan kepada pria tangan besi. "Bakar dia!"


Bola api pun melesatkan kearah pria tangan besi namun, si tangan besi hanya terkejut dan terdiam. "Si-Sihir!"


Dan, sesaat kemudian bola api itu mengenai pria tangan besi dan membakar nya.


"Arghhhh!" geram sakit pria tangan besi yang dimana dia berakhir menjadi abu.


Fransiska pun tersenyum kecil, "Lidahmu sendiri yang membawa kesialan padamu."


Tidak hanya Fransiska, aku juga tersenyum.


"Seperti yang kuduga, Fransiska sudah kuat meski diawal gelombang."


Beberapa saat kemudian, Lunox memberitahu sesuatu.


Ding!


[Master, apakah anda ingin menyalin skill Iron Fist rank D?]


Melihat pemberitahuan itu, aku sedikit terheran lantaran kemampuan Lunox dalam menyalin, aku harus menyentuh target namun, saat ku periksa ada beberapa abu dari tubuh pria tangan besi.


"Oh, begitu. Pantas saja."


Dan, aku pun menjawab nya. "Iya dan kamu simpan saja!"


[Baik.]


Ding!


[Proses Penyalinan ... Selesai.]


Disaat yang bersamaan, aku juga melihat Fransiska tidak sendiri. Dia bersama Sari, sahabat Fransiska di sekolah nya yang mana Sari yang ada dibelakang Fransiska.


"Wow ... sihir jenis api benar-benar panas, ya? Aku senang bisa menjadi Hunter bersama-sama dengan mu," ucap Sari.


Fransiska yang mendengar itu, dia sontak menoleh kearah Sari.


"Oh, Sari. Apakah kamu mendapatkan barang nya?"


"Iya."


"Jika begitu, kuserahkan bagian belakang ku padamu."


"Iya, serahkan kepada ku!" jawab Sari dengan senyuman lebar. Lalu, dia merapalkan ...


"Keluarlah Anubis Infantry!"


Sesaat kemudian, muncul dari genangan hitam sosok monster Anubis setinggi 3 meter dengan tombak di tangan nya yang menodongkan nya kearah para Hunter yang lain.


Melihat itu, Fransiska berjalan kearah yang berbeda dan Sari menghalangi jalan Hunter lainnya yang ingin menyusul Fransiska.


Dengan senyuman bangga dan tangan dilipatkan, Sari pun mengancam mereka.


"Siapapun yang bergerak akan dianggap musuh nya?! Kalian mengerti? Jika ada, maka aku akan membuatnya menguyah kepala kalian! Maka dari itu, Mari kita berkerjasama!" ucap Sari dengan senyuman lebar dan bersahabat.


Meski begitu, para Hunter yang lain sontak berputus asa.


"Sial ..."


"Kenapa banyak sekali Hunter yang sudah Awakening?"


"Aku menyerah untuk artefak nya, ambil saja semuanya."


....


Lalu, para Hunter yang lain nya sontak menjatuhkan senjata nya.


"Terimakasih," ucap senang Sari.


Meski begitu, hal yang mereka tidak ketahui Sari akan tetap membunuh mereka demi mendapatkan tumbal untuk pemanggilan monster yang lebih kuat dan diwaktu sebelumnya, diri nya akan ditangkap sekeluar dari sini karena kesaksian dari Fransiska.


"Lebih baik, aku ubah menjadi sesuatu yang menarik."


Lalu, aku pun melangkah maju menghampiri salah satu artefak dan sikap ku itu membuat Sari dan seluruh Hunter melihat ku.


"Dasar kalian ini. Bisa-bisanya membuat tempat ini menjadi kacau seperti ini. Apa kalian tidak punya penghormatan pada sejarah."


Lalu, aku mengambil salah satu benda pusaka yakni bambu runcing.


"Setidak nya benda ini tidak patah."


Sesaat kemudian, Sari memanggil ku.


"Hei, Tuan pemberani. Apa kau pikir sekarang aku sedang bercanda?" Sari pun memberikan perintah kepada anubis nya. "Bunuh dia!"


"Gwuahh!" geram anubis dengan mata merah nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...