
...Bab 65. Mengunjungi makam keluarga dan perencanaan membuat Guild....
Pagi pertama sejak aku menjadi Hunter Rank S sudah dihebohkan dengan lautan wartawan yang mengelilingi rumah.
Hal itu pun membuat ku menghela nafas dan saat melihat ponsel, aku melihat ada tumpukan panggilan masuk dan pesan yang tidak ku baca lantaran kemarin aku seharian di kantor pusat Asosiasi Hunter.
Dari semua panggilan telepon dan pesan sebagian besar berasal dari Kelvin. Melihat nya, aku memutuskan untuk menjalan rencana berikut nya yakni ...
Membuat Guild.
Setelah itu, aku pun membasuh diri, berpakaian rapih dan jalan ke mobil yang mana para wartawan sontak menghampiri ku dengan berbagai pertanyaan dan aku menjawab nya hanya satu ...
"Aku akan berusaha sebaik mungkin sebagai Hunter untuk melindungi dan menjaga negara ku dan dunia ini dari invasi apapun. Itu saja. Permisi, aku mau lewat."
Tanpa mempedulikan pertanyaan yang lain, aku masuk kedalam mobil dan para wartawan mengerti serta memberikan jalan untuk ku keluar.
Dan, aku pergi meninggalkan rumah.
Sebelum melakukan aktifitas, aku pun pergi ke makam terlebih dahulu dan membeli beberapa bunga untuk ditaruh pada makam tersebut.
Setibanya di makam, aku menaruh dan menabur bunga setelah itu memanjatkan doa. Lokasi makam kedua orang tua dan adik ku saling berdekatan jadi aku langsung bisa memanjatkan doa untuk semua nya.
Dalam doa aku berkata ...
"Ibu, ayah, Nova. Aku sudah menjadi Hunter S. Mungkin, ini pekerjaan yang bersenang-senang diatas penderitaan orang lain meski begitu, aku akan berusaha maksimal untuk melindungi mereka. Jadi, aku mohon perlindungan dan bimbingan."
Seusai memanjatkan doa seperti itu dari makam ketiga keluarga ku muncul asap hitam yang menandakan bahwa mereka bisa di bangkitkan.
Memahami itu, aku pun sontak mencoba nya dan merapalkan skill.
"Arise."
Seusai mengatakan itu, keluar lah sosok ibu, ayah dan Nova dalam bentuk ras bayangan yang keluar dari makam.
[Shadow Human Civil Lv.1 / Rank: Normal.]
[Shadow Human Civil Lv.1 / Rank: Normal.]
[Shadow Human Civil Lv.1 / Rank: Normal.]
Melihat mereka secara spontan air mata keluar dari mata ku.
"Ayah, Ibu, Nova."
Tanpa ada bahasa kedua orang tua ku dan Nova sontak menghampiri dan memeluk ku. Lalu, tidak lama mereka melepaskan pelukannya dan tersenyum.
Karena keluarga ku memiliki peringkat normal maka, aku pun mengunakan Skill Shadow Share untuk berkomunikasi.
Menyadari skill itu, mereka sontak terkejut dan memulai pembicaraan.
"Anak ku sudah menjadi sosok yang luar biasa," ucap ayah ku.
"Tidak hanya itu dia sudah berubah menjadi sosok anak yang tampan dan gagah," ucap ibu.
"Yaaa ... Bahkan kakak bisa melebihi selebritis," sambung Nova.
Mendengar itu, aku tersenyum dan menitihkan air mata lagi namun, aku sontak mengusap nya.
"Iya, kalian terlalu memuji dan ... aku sangat merindukan ayah, ibu, Nova."
Keluarga ku pun saling bertukar senyum.
"Kami juga merindukan mu, Rizal," sambung ibu.
Setelah itu, aku duduk di makam dan kami saling bertukar cerita disana sampai akhirnya, aku bertanya sesuatu yang mungkin akan memberatkan mereka.
"Ibu, ayah, Nova. Bisakah kalian menemani ku untuk bersama-sama melindungi dunia ini?"
Mendengar itu, mereka sontak terdiam dan saling bertukar senyum. Namun ...
"Maaf, ayah tidak bisa menemani mu."
Mendengar itu, aku pun memahami nya dan mana ada orang tua yang tega melihat anak nya menderita apalagi sampai mempertaruhkan nyawanya.
"Iya, aku mengerti."
"Rizal, apakah kamu tidak tanya alasan ayah menolak nya?"
Aku yang mendengar itu sontak melihat ayah ku. "Kenapa ayah?"
"Karena ayah dan ibu mu hanya manusia biasa dan bukan orang yang terpilih yang memiliki kemampuan unik. Tapi ..."
"Kakak, aku punya kemampuan itu," potong Nova dengan senyuman lebar.
Dalam pemahaman itu, jika seseorang sudah meninggal dunia maka mereka akan mengetahui kesalahan, kebaikan, tujuan takdir mereka sebenarnya dan kemampuan serta tersembunyi yang belum dikembangkan nya.
Mendengar jawaban Nova, aku sontak menoleh kearah nya. "Oh, benarkah?"
Nova pun bertolak pinggang, "Tentu saja. kakak. Maka ..." Nova sontak berlutut satu kaki dihadapan ku dengan tangan di dada. "Izinkan saya melayani dan membantu kakak dalam pasukan bayangan!"
Memahami situasi itu, aku pun sedikit canggung lantaran sosok ras bayangan dihadapan ku ini bukanlah orang atau sosok lain melainkan adik ku sendiri. Maka dari itu, aku melihat kearah ayah dan ibuku yang mana mereka menganggukkan kepalanya.
Lalu, aku pun menerima nya dan beranjak diri.
"Nova, mohon bantuannya!" ucap ku seraya mengulurkan tangan.
Nova pun meraih tangan ku, "Baik, Tuan!"
Setelah itu, kami pun berpamitan dengan ayah dan ibu yang mana mereka pergi ke nirwana.
Sedangkan, Shadow Nova menjadi salah satu pasukan bayangan ku meski rank Nova berada pada rank Normal. Namun, dia memiliki kemampuan unik yakni ...
Petapa Agung.
Skill ini merupakan skill unik rank S yang mana memiliki kemampuan pengguna nya akan memperoleh pengetahuan tentang setiap topik di dunia bahkan topik yang tidak diketahui oleh siapapun. Namun, efek dari Skill unik ini ialah penggunanya akan sakit kepala yang sangat menyakitkan.
Meski begitu, efek itu tidak akan berpengaruh pada Nova yang sudah menjadi Ras Bayangan dan memiliki kekebalan terhadap rasa sakit.
Seusai itu, aku pergi temu janji dengan Kelvin disalah satu restoran.
"Ini Kak Rizal sesuai yang kakak minta. Segala prosedur administrasi sudah bisa ku atasi hanya tinggal nama Guild, kantor dan anggota," ucap Kelvin seraya memberikan setumpuk dokumen kepada ku.
Kelvin mengerjakan semua itu atas instruksi ku sesaat aku dinyatakan sebagai Hunter Rank S tapi yang tidak kusangka pembentukan dan urusan administrasi bisa diselesaikan dalam semalam saja. Kelvin memang berbakat dalam hal management.
"Terimakasih. Aku tidak menyangka kamu bisa menyelesaikan semua pengurusan itu dengan cepat," jawab ku seraya menerima beberapa dokumen.
"Ini semua berkat kakak yang memiliki status Hunter Rank S," jawab bangga Kelvin.
Mendengar itu, aku hanya tersenyum kecil dan menghela nafas panjang.
Inilah yang disebut dengan hukum koneksi yang mana hanya mengunakan nama ku sebagai Hunter Rank S maka semua nya bisa mudah dikerjakan dan teratasi.
"Jadi, berapa semua biaya yang harus ku ganti?"
"Tidak perlu! Tapi ..." Kelvin menundukkan kepalanya dan memainkan jari nya. "Bolehkah aku bergabung dengan Guild kakak?"
"Tapi, bukan kah kamu sudah bergabung di Guild Hope. Apakah kamu kecewa dengan guild itu?"
Kelvin sontak mengangkat kepala lalu, menggelengkan kepalanya. "Bukan-bukan, ketua Felix, Pak Rendy dan semua anggota sangat baik. Hanya saja, aku ingin menjadi bawahan kakak dan aku sudah mendapatkan izin dari Ketua Felix."
Mendengar itu, aku pun terkejut bahwasanya Kelvin memiliki kemampuan bekerja dengan cepat dan matang. Maka dari itu, aku juga tidak ingin membuang bakat dan kemampuan nya tersebut.
"Baiklah, jika itu keputusan mu dan Aku akan mengangkat mu sebagai wakil ketua. Apakah kamu keberatan?"
Kelvin sontak membuka lebar kedua matanya dan tersenyum lebar. Lalu, dia sontak berdiri dan membungkukkan badannya. "Terimakasih, Kak. Bukan, Ketua Rizal. Aku akan berusaha sebaik mungkin dan Mohon bimbingannya!"
Lalu, aku pun berdiri juga dan memberikan tangan kepada nya. "Aku juga mohon bimbingannya!"
Kelvin dengan senang nya, dia sontak menerima tangan kanan ku dengan kedua tangan nya dan masih kondisi membungkukkan badannya.
Tanpa aku sadari semua pengunjung restoran melihat ku serta mengabadikan dengan ponsel nya seraya bergumam Hunter Rank S Rizal berencana membuat Guild baru dan berita itu tersebar dengan cepat.