
...Bab 33. Private Dungeon Bundaran HNI....
Setelah beristirahat dua hari, kali ini aku memutuskan untuk menjalankan pekerjaan Hunter lagi yang mana sebelum itu, aku meningkatkan beberapa kemampuan yang kudapatkan dari pertarungan ku dengan Dandy.
Beruntung pada saat itu, level ku naik dua digit dengan tambahan 5 poin status. Memahami itu, aku pun meningkatkan nya ke status Agility dan Strength.
Ding!
[
Nama: Rizal Purnomo | Lv.35
Job: Shadowmancer Lv. 8
Title:
• Goblin Slayer.
• Wolf Slayer.
HP: 3.900 | MP: 2.100
Fatigue: 0 %
Strength: 107 (+20) | Vitallity: 66
Agility: 110 | Intelligence: 59
Sense: 60
Status Poin: 0.]
Selanjutnya, aku menaikan Job poin dan sesaat kemudian, Job Shadowmancer meningkat.
Ding!
[Job Shadowmancer berhasil naik level 9.]
[ Anda telah berhasil meningkatkan Shadow Resurrection menjadi 244.]
[Anda telah berhasil meningkatkan Shadow Save menjadi 122.]
[Anda mendapatkan skill Job baru, Shadow Life.]
Melihat keterangan dari skill baru itu, aku sontak memeriksa penjelasan nya yang mana disana menjelaskan bahwa ...
Skill Shadow Life merupakan sebuah skill yang mampu membangkitkan kembali ras bayangan yang telah mati dengan mengunakan 100 mana.
Memahami itu, aku pun tersenyum sendiri karena dengan kemampuan ini aku tidak perlu takut kehilangan Shadow disaat memaksa nya untuk farming dan naik level.
Setelah semua itu, aku membuka kotak acak emas yang tersimpan di Inventori.
Ding!
[Anda mendapatkan kunci Private Dungeon bundaran HNI.]
Melihat kunci itu, aku menduga ada nya kemungkinan bahwa private Dungeon itu memiliki rank yang tinggi. Meski begitu, aku tidak takut karena aku tidak sendiri.
Tanpa ragu, aku pun pergi ke lokasi kunci dan membukanya.
Private Dungeon kali ini berupa daerah pengunungan tandus seperti great canyon. Tidak hanya itu, setibanya aku disambut oleh serigala bertanduk yang mengepung ku diatas bukit.
[Horned Direwolf.]
Melihat mereka, aku hanya tersenyum kecil.
"Apakah kalian cukup kuat menghadapi serigala-serigala manis ku?" ucap ku seraya mengeluarkan 33 Shadow Direwolf.
Tidak membuang-buang waktu, para serigala bertanduk sontak melompat kearah ku dan Shadow Direwolf meski begitu, para Shadow memiliki kecepatan dan kekuatan lebih unggul sehingga mampu mengalahkan semua serigala bertanduk.
Setelah semua dikalahkan, tiba-tiba dihadapan ku muncul serigala putih yang sangat besar dan memiliki tinggi sekitar lima meter.
[Great White Direwolf.]
Melihat nya, aku pun tersenyum senang.
"Seperti nya aku akan mendapatkan @njing yang besar. Ini sangat menyenangkan!" Lalu, aku merapalkan skill. "Resurrection."
Dengan skill itu, ada sekitar 50 serigala bertanduk hidup kembali dan menjadi ras bayangan.
"Bunuh mereka!"
Seluruh Shadow Direwolf pun menuruti perintah ku dan melawan serigala besar itu.
Meski memiliki tubuh yang besar namun, mereka tidak mempengaruhi kecepatan dan kekuatan hingga membuat semua Shadow Direwolf tidak mampu melawan nya.
Mengetahui itu, aku sontak memanggil beberapa Shadow lagi diantara Shadow Sarah, Permatasari dan beberapa knight lain termasuk aku.
"Ayo habisi mereka!"
Sesaat mendengar perintah ku, Shadow Sarah dan Permatasari sontak merapalkan Buff nya kepada ku serta beberapa knight.
Lalu, aku pun mengunakan skill Stealth untuk menyerang para serigala besar itu dan aku pun berhasil mengalahkan 10 Great White Direwolf.
Setelah itu, aku membangkitkan mereka. "Resurrection."
Seusai merapalkan itu, 10 Great White Direwolf bangkit kembali menjadi ...
[Shadow Great Direwolf.]
Setelah itu juga, sistem memberitahu laporan nya.
Ding!
[Anda telah naik level.]
Aku pun menduga sesuatu.
Apa ini? Mungkin kah ada pertarungan wilayah. Tapi melihat luka nya tidak mungkin. mungkinkah ... Death Coffin.
Selain jasad serigala, aku juga melihat belahan pedang pada batu.
Melihat itu, aku semakin yakin bahwa ada penyusup Dungeon lagi selain aku.
Memahami itu, aku pun sontak berlari kearah ruang bos Dungeon namun, setibanya disana aku melihat ada pintu besar yang terbuka dan tidak lama sosok sosok manusia serigala setinggi 5 meter terhempas keluar ruangan dan jatuh didepan ku.
Ding!
[Bos Dungeon Crazy Werewolf telah dikalahkan.]
Melihat jasad itu, aku sontak melihat kedepan. "Apa maksudnya ini? Siapa yang telah mengalahkan bos ini?"
Ding!
[Penyusup telah terdeteksi dalam Private Dungeon.]
"Hah? Penyusup? Bagaimana bisa?"
Lalu, pesan sistem yang lain datang kembali.
Ding!
[Quest Darurat - bunuh penyusup inter dimensional.
Jumlah 1 penyusup.
Hukuman gagal: Kematian.]
Sesaat kemudian, muncul dari goa sosok besar berbadan tegap dengan pakaian armor lengkap dengan pedang yang besar.
[Rune Knight Inter Dimensional.]
Melihat nya, aku sangat yakin bahwa ksatria yang ada dihadapan ku ini kuat karena indikator nama nya berwarna orange disertai aura yang besar dari nya.
"Hei, apakah kau penyusup dari dunia lain?"
Aku pun tidak merespon nya dengan baik hingga membuat nya marah.
"Kenapa kau tidak mengatakan apapun penyusup rendahan? Apa kau takut dengan kematian yang mengerikan?!" seru kesal kstaria seraya menghunus pedang kearah ku.
Mendengar itu, aku pun tersenyum kecil. "Kemampuan mu seperti nya setara dengan Agni. Kalau begitu tunjukkan kepada ku! Dan," aku menoleh kearah semua pasukan bayangan yang ada dibelakang ku. "Kalian jangan ikut campur!"
Mendengar perintah ku, seluruh pasukan bayangan menundukkan kepalanya.
Sesaat kemudian, kstaria itu tertawa senang. "Hahaha ... seperti aku bertemu dengan manusia yang menarik. Sang penguasa bayangan." Ksatria itu pun mempersiapkan kuda-kuda nya. "Aku akan membunuh mu disini!"
"Coba saja!" jawab ku.
Sesaat kemudian, pedang yang digunakan kstaria memunculkan aura api ungu. "Aku akan mulai nya!"
Seusai mengatakan itu, kstaria itu berlari dengan cepat kearah seraya mengayunkan pedang nya. "Mati Kau!"
Melihat itu, aku pun tersenyum seraya mengunakan skill..
"Stealth."
Sesaat kemudian, sosok ku pun menjadi kasat mata dan aku sontak berlari kearah belakang punggung lalu, melesatkan skill ku.
"Skill Dagger. Stab."
Dengan menggunakan skill itu maka skill Stealth terbatalkan yang mana kstaria itu sontak menoleh kearah ku dan tusukan itu juga tidak bisa menembus baju zirah nya.
"Apa?" kaget ku.
Saat ksatria itu melihat ku, dia tanpa membuang waktu sontak mengangkat pedang nya keatas dan mengayunkan nya. "Ketangkap kau bajingan!"
Melihat itu, aku sontak merubah Greed menjadi pedang besar dan menangkis nya.
Tak!
"Oh, senjata yang bagus!" puji kstaria ditengah adu senjata.
Aku pun tersenyum, "Terimakasih"
Lalu, aku mengambil belati dari inventori dengan mengunakan tangan kiri dan sontak melesatkan skill kearah leher nya.
"Dagger Skill. Stab."
Saat aku merapalkan skill itu, kstaria sontak melompat mundur dan aku mengunakan Stealth lagi.
"Kali ini aku tidak akan gagal."
"Apa?!" ucap ksatria seraya melihat sekeliling nya.
Ditengah menghilang, aku sontak merubah Greed menjadi rantai.
"Whip Skill. Bind."
Sesaat merapalkan itu, greed sontak mewujudkan diri dan mengikat kedua kaki dan tangan ksatria. Melihat itu, aku tidak membuang waktu yang mana aku sontak mengambil Iron Dagger dan melihat titik lemah nya yang mana terlihat pada lehernya yang hanya mengenakan kain hitam.
Menyadari itu, aku sontak merapalkan skill.
"Skill Dagger. Assassinated."
Disaat yang bersamaan ksatria itu berhasil melepaskan diri namun, dia terlambat serangan ku lebih cepat mengenai leher dan membuat nya tewas.
"Pertarungan yang bagus namun, kemampuan mu masih jauh dibawah Agni."