
...Bab 74. The Vampire Alice....
Saat ini aku masih berada di Private Dungeon monumen Tugu pahlawan yang mana saat ini aku bertemu dengan vampire wanita yang terkurung dan saat ini sedang memeluk ku dengan erat.
Dan, hal yang membuat ku terganggu. Dia belum mengenakan pakaian sehelai pun serta buah dadanya yang besar menempel di dada ku.
"Hangat nya," gumam Alice didalam pelukan ku.
Alice berkata seperti itu lantaran aku bisa merasakan tubuh nya yang dingin.
Apakah ini tubuh dari seorang ras Vampire?
Lalu, aku pun menjawab gumaman Alice.
"Tentu saja. Soalnya aku manusia."
"Benar juga, kamu manusia dan aku tidak tahu sudah berapa ratus tahun terkurung disini."
Semakin lama dipeluk nya, aku semakin tidak nyaman dan ku putuskan menegurnya.
"Alice, sampai kapan kamu memeluk ku?"
Mendengar itu, Alice sontak melepaskan pelukannya dan melihat ku dengan senyuman serta menatap ku yang memiliki isyarat tertentu.
"Apa sekarang?"
"Siapa nama mu?" tanya Alice.
"Aku Rizal."
"Kalau begitu, sebagai tanda terimakasih ku. Ayo kita mengikat kontrak!"
"Kenapa?"
"Aku ingin mengenal mu lebih dekat dan Kontrak adalah sihir khusus yang memberikan banyak manfaat bagi satu sama lain yang terikat kontrak dan kedua belah pihak saling diuntungkan tergantung pada tingkat kekuatan masing-masing."
Penjelasan dari Alice itu, aku sedikit tidak mengerti, "Dengan kata lain?"
"Aku akan menjadi rekanmu. Aku janji kamu takkan kecewa. Aku yakin kontrak ini akan menguntungkan mu."
Akhirnya, aku paham. Dia hanya ingin memiliki teman.
"Baiklah, ayo kita menjalin kontrak!"
"Kalau begitu, kita langsung saja mulai ritual kontrak nya."
Seusai Alice mengatakan itu, muncul lingkaran sihir dibawah kaki dan simbol sihir terbentuk dari tangan ku dan tangan Alice.
"Pertama, kita mulai dengan kesepakatan 50:50!" Namun, ritual itu gagal yang.membuat nya terkejut, "Dia mengalahkan ku?!" Lalu, Alice mencoba ritual lebih rendah. "Kalau begitu, 70:30. Orang tua dan Anak!" Namun, gagal lagi. "Tidak mungkin, tingkatannya terlalu luar biasa!" Lalu, dia mencoba tingkatan yang lain, "Baiklah, 80:20. Kontrol!" dan akhirnya, berhasil yang mana Alice mengeluarkan cahaya merah yang terang. "Akhirnya bisa seimbang! Posisiku lebih seperti budaknya, Tapi ... Tidak masalah karena aku penasaran dengan apa yang akan Tuan ku lakukan kedepannya dan waktu yang akan ku habiskan dengan Tuan ku pasti akan menjadi waktu terbaik dalam hidupku!"
Dalam ritual itu, aku sama sekali tidak mengerti dengan gumaman nya namun, dia terlihat bisa mengikat kontrak dengan ku sebagai bawahan.
Sungguh tidak ku sangka dan mungkin hari damai ku akan hilang.
Lalu, Alice pun tersenyum seraya berkata. "Baiklah, sekali lagi. Mohon bantuannya. Wahai Tuan ku, Rizal."
Aku pun juga membalas nya dengan senyuman. "Iya, sama-sama. Tapi, bisakah kamu berpakaian terlebih dahulu?"
Alice pun tersenyum lebar dan meledek ku, "Mungkin kah Tuan ku malu. Padahal kalau disuruh melayani hasrat anda aku bersedia."
"Hentikan omong kosong mu!"
Seusai itu aku meluruskan tangan dan merapalkan skill kearah Alice.
"Costume Change."
Sesaat kemudian, Alice yang tidak mengenakan pakaian berubah menjadi stelan pakaian gotik hitam disertai pita hitam menghiasai rambut nya.
Melihat itu, Alice sontak memeriksa dirinya.
"Tuan selera anda berpakaian sangat luar biasa. Ini bagus sekali, Terimakasih."
Aku pun tersenyum kecil dan merasa beruntung bahwasanya selera Alice sama seperti Vampir yang ada di anime atau novel.
Sesaat kemudian, sebuah duri besar hitam melesatkan kearah ku namun ....
Tak!
All berhasil menangkis duri besar hitam itu dengan perisai nya yang keluar dari bayangan ku.
Memahami kondisi itu, aku sontak menghadap sumber serangan yang mana itu berasal monster kalajengking besar dengan empat capit dengan tubuh hitam pekat.
[Giant Mystril Scorpion.]
"Tuan, maaf. Tenaga ku belum pulih jadi aku tidak bisa membantu," ucap Alice.
Melihat situasi itu, Alice tersenyum lebar dan aku pun tidak begitu mempedulikan nya.
"Bunuh dia!"
Sesaat kemudian, para monster bayangan menyerang secara bersamaan.
Diawali dengan Shadow Giant Spider yang sontak mengeluarkan jaring nya untuk menahan keempat capit nya.
Kalajengking besar itu tidak tinggal diam, dia sontak mengangkat ekor nya namun, Shadow Crazy Werewolf sontak menahan ekor dan mematahkan nya.
Dan, serangan ditutup oleh Wyvern tanah yang sontak mengigit kepala hingga terangkat dan terbelah.
Pertarungan pun berakhir dengan singkat.
Alice yang berada disamping ku, dia tersenyum senang. "Wow! Jadi ini kah kemampuan dari Shadowmancer."
"Ini belum seberapa."
"Eh?"
Aku pun tersenyum kecil lalu, menghampiri mayat kalajengking besar dan merapalkan skill ...
"Arise."
Sesaat kemudian, bangkit lah sosok shadow Monster yang baru.
[Shadow Giant Scorpion.]
Melihat itu, Alice terlihat lebih kagum dengan ku.
Setelah itu, kami pun memutuskan untuk beristirahat dan membuat api unggun yang mana memasak daging sapi yang kubawa di menu penyimpanan.
Sambil menunggu matang, aku pun berbincang-bincang dengan Alice.
"Alice, sebelumnya kamu mengatakan bahwa kamu memiliki kemampuan keabadian. Jadi, berapa usia mu?"
"368 Tahun. Tapi ... Tuan sungguh tidak sopan."
Aku pun tersenyum kecil, "Hehe ... maaf. Tapi, apakah semua vampir memiliki umur yang panjang?"
"Tidak juga. Aku termasuk special dan tidak menua karena aku seorang Bloodmancer."
Mendengar perkataan Bloodmancer, aku sontak terkejut.
"Apa? Jadi, kamu seorang The Mancer!"
Alice pun tersenyum bangga seraya melipatkan kedua tangan nya.
"Benar sekali. Jadi, beruntung lah Tuan memiliki bawahan seperti Ku. Hahaha ..."
"Jadi, itukah penyebab kamu memiliki keabadian?"
"Benar sekali," jawab bangga Alice.
Setelah mendapatkan informasi itu, aku beralih topik.
"Ngomong-ngomong, apa kau tahu sekarang tepatnya posisi kita ada dimana, Alice? Atau kamu tahu ruang bos nya ada dimana?"
"Maaf, Tuan. Aku tidak tahu. Tapi, ada yang bilang Dungeon ini dibuat oleh salah satu pahlawan yang membelot."
"Membelot?"
"Mereka adalah utusan yang melawan Dewa saat Zaman Dewa."
"Jadi, di dunia ini ada orang-orang yang melawan Dewa?!"
"Ada yang bilang para pembelot ingin menghancurkan dunia. Tapi rencana nya gagal dan mereka pun kabur dengan membuat Dungeon."
"Jadi, begitu. Berarti termasuk Dungeon ini juga."
"Iya dan katanya pembelot tinggal di lantai boss dalam setiap labirin."
"Berarti jika aku kesana. Maka, aku bisa menyelesaikan Dungeon ini dan kembali ke Bumi."
Mendengar itu, Alice terheran dengan memiringkan sedikit kepalanya. "Bumi?"
"Tempat ku tinggal dan nanti kamu juga akan tahu."
Beberapa saat kemudian, kami pun merapihkan barang-barang kami dan melanjutkan langkah menuju lantai boss.
...****************...