Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 37. Quit Guild Harapan dan Janji



...Bab 37. Quit Guild Harapan dan Janji....


Kehebohan Hawkeye di media sosial membuat ku sedikit tersudutkan karena pihak Asosiasi Hunter sudah menduga bahwa Summoner Assassin Hawkeye adalah Rizal, seorang Rank F yang selalu bertugas sebagai Poter dan mengancam Guild di bubarkan karena identitas ku itu maka dari itu, aku pun mengatakan pertemuan pribadi dengan Juan di salah satu restoran.


Lalu, kami saling duduk berhadapan dan aku memulai pembicaraan.


"Inspektur Juan, bukan kah urusan anda dengan ku. Kenapa anda mengancam Ketua Felix?"


Juan pun tersenyum kecil seraya menyeruput kopi nya. "Satu pertanyaan ku, kenapa kamu menyembunyikan identitas dan kekuatan mu? Apakah kamu seseorang yang suka membunuh Hunter lemah di Dungeon demi meraih keuntungan?"


Mendengar fitnahan itu membuat ku bosan,


"Sebenarnya, apa yang keinginan mu?"


"Bergabunglah dengan Asosiasi Hunter. Jika begitu, kamu bisa menyembunyikan identitas mu dengan mudah terlebih lagi pemerintah akan memberikan gaji besar."


Mendengar itu, aku hanya memberikan senyuman kecil.


"Maaf, inspektur. Aku tidak bisa dan jika keberadaan ku di guild harapan yang mengancam pembubaran nya maka, aku putus kan untuk keluar dari Guild."


Seusai dengan pernyataan itu, keesokan hari nya aku mengajukan pengunduran diri di Guild Harapan.


Dan, saat itu aku sedang berada di ruang ketua.


"Terimakasih atas bimbingan nya selama ini Ketua Felix, Pak Rendy," ucap ku seraya membungkukkan badannya.


Lalu, ketua Felix beranjak diri dan membungkukkan badannya juga.


"Aku minta maaf, kamu harus membuat keputusan seberat ini demi untuk guild ini dan terimakasih."


Pak Rendy yang melihat itu, dia juga membungkukkan badannya.


Tidak lama kemudian, kami semua mengembalikan posisi badan.


"Rizal, satu pesan terakhir ku. Terus kembangkan kemampuan mu dan jadilah yang terkuat hingga mencapai puncak dengan begitu kamu bisa melindungi banyak orang. Aku harap suatu saat nanti, kita bisa masuk Dungeon bersama."


"Iya, aku menantikan nya."


Lalu, aku dan ketua Felix saling bertukar senyum.


Dan, sejak saat itu. Aku benar-benar meninggalkan Guild Harapan dan menjadi Hunter freelance.


Beberapa hari kemudian di tengah bersantai di rumah, aku mendapatkan panggilan telepon dari Fay.


"Kak Rizal, saya berhasil masuk! Terimakasih."


"Iya, Selamat ya Fay!"


"Kak Rizal, ingat janji kakak!"


"Tentu saja. Aku akan mencari waktu dan tempat untuk kita Hunting bersama."


"Saya tunggu kabar baik nya, kak."


"Iya."


Setelah itu telepon tertutup dan aku sedikit pusing karena Hunter Freelance rank F sama sekali tidak ada pekerjaan dan izin untuk masuk dungeon.


Walaupun seperti itu, aku memanfaatkan nya untuk berlatih dan bersantai di rumah.


Tidak lama kemudian, sebuah panggilan masuk atas nama Arya.


"Halo."


"Hei, Rizal. Apa kabar?"


"Baik. Ada apa? Jika tidak penting jangan menelepon."


"Ini sangat penting. Saya dengar kamu sudah menjadi Hunter freelance ya."


"Seperti itulah. Apakah kamu menelepon ku hanya ingin meledek ku?"


"Aish, ini bukan meledek tapi, saya ingin menawarkan pekerjaan."


"Pekerjaan apa?"


"Ikut serta dalam sesi pelatihan anggota baru. Saya akan membayarnya setelah kamu berhasil mengikuti pelatihan. Sekaligus, saya ingin kamu menjaga dan mengawasi mereka."


Mendengar itu, aku sontak terpikir Fay yang mana sesi latihan itu akan sangat berguna bagi nya.


"Tapi, aku ingin mengajak satu orang. Apa tidak masalah?"


Setelah itu, aku pun sepakat untuk mengikuti sesi latihan anggota baru dan mengajak Fay yang mana dia sangat senang saat mendengar nya.


Keesokan harinya, aku dan Fay pergi ke lokasi pelatihan yang mana setibanya disana semua anggota dan panitia sudah hadir.


Tidak lama kemudian, Arya datang bersama asisten nya.


"Rizal, terimakasih sudah datang."


"Arya, perkenalkan dia Fay Hunter Rank F!"


Lalu, Arya melihat Fay dan memperkenalkan dirinya. "Hei, Fay. Terimakasih sudah mau mengikut latihan ini."


"Kami harap kalian mendapatkan pelatihan yang maksimal," sambung asisten nya.


Dalam penjelasan Arya, pelatihan itu berlokasi di Dungeon Rank C yang terletak di salah satu perumahan yang sudah diungsikan dan Dungeon ini muncul sekitar dua hari yang lalu dan 80 persen Pemilik Rumah nya sudah pergi hingga mereka mampu menutup area sepenuhnya.


" ... Kehadiran kalian sudah ku jelaskan pada Hunter lain nya jadi tidak perlu khawatir."


Tidak lama kemudian, sosok pria berbaju zirah dengan perisai besar di punggung nya menegur kami.


"Oi, kalian. Ini sudah lewat jam 9. Mari hentikan mengobrol dan segera mulai!" Pria itu melipatkan tangan nya. "Kita kesini bukan untuk piknik!"


Setelah itu, dia berbalik badan kearah rekan lain nya.


Sosok nya yang terlihat sombong, aku pun jadi penasaran dengan nya.


"Arya, siapa dia?"


"Dia Hunter Rank A yang baru kami rekrut. Dia bersikap seperti itu mungkin merasa kesal karena menyuruh nya pemimpin pelatihan ini."


Mendengar itu, aku tersenyum kecil. "Rank A kah? Sama seperti mu."


Arya pun tersenyum kecil, "Iya. Namun, saat ini aku sibuk di kantor jadi tidak mungkin bisa memimpin pelatihan ini."


"Jadi, ada berapa yang ikut pelatihan ini?"


"Ada 1 Hunter Rank A, 7 Hunter Rank B dan 4 Hunter Rank C dengan jumlah total 14 peserta termasuk kamu dan Nona Fay."


Mendengar penjelasan itu, aku jadi sedikit terheran. "Kenapa ada banyak Hunter B dan ada Hunter Rank hanya untuk menyelesaikan Dungeon Rank C?"


"Ya, meski rank mereka tinggi tapi mereka masih pemula dan kami mencoba membantu mereka dengan mendapatkan pengalaman langsung di Dungeon," ucap bangga Arya.


Meski penjelasan nya seperti itu namun, tetap saja ada yang mengganjal dan aku menduga, Arya mungkin ingin memamerkan kehebatan guild nya kepada ku agar tertarik masuk kedalam guild nya.


Aku pun menghela nafas panjang.


Lalu, Fay yang ada di samping ku. Dia begitu semangat, "Kak Rizal, kapan kita masuk?"


"Baiklah, ayo kita masuk!"


Setelah itu, aku dan Fay melangkah memasuki portal Dungeon akan tetapi ditengah proses itu, aku merasakan hawa yang aneh.


Meski begitu, aku terus melangkah sampai diluar portal dan sekeluarnya dari portal, kami semua sontak di suguhi perbukitan tandus coklat mirip seperti great canyon.


Melihat itu, aku yakin. Ini bukan Dungeon biru melainkan Dungeon Hijau.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Sesaat semua anggota pelatihan masuk kedalam portal, tiba-tiba muncul listrik hitam disekitar portal. Lalu, tidak lama portal warna biru berubah menjadi hijau.


Keadaan itu tentu membuat Arya dan rekan lainnya terkejut dan panik.


"Pak Arya, apa yang harus kita lakukan dalam hal ini?!" tanya panik asistennya Arya.


Mendengar itu, Arya juga menjadi panik.


"Saya juga tidak tahu dan ini bukanlah masalah yang bisa kita selesaikan! Saya harus bergegas telepon Ketua!"


Dalam keadaan panik, Arya sontak menelepon ketua Guild Wijaya Kusuma.


Dengan panik nya, Arya langsung berbicara.


"Red Dungeon! Dungeon nya telah berubah menjadi Red Dungeon."


Dari balik telepon juga sang ketua juga panik, "Bagaimana bisa Red Dungeon muncul dari Dungeon biru Rank C?!"


"Iya, kejadian itu berada tepat di kedua mataku sendiri!"


"Jika itu benar, maka aku yang datang kesana."