
...Bab 39. Kelompok yang diremehkan....
Saat ini aku bersama Fay dan beberapa Hunter lainnya terjebak di Dungeon Hijau.
Lalu, ada gadis Hunter Rank B dan mencurigai ku.
"Kamu sebenarnya bukan Hunter Rank F, benarkah?"
Aku pun menoleh kearah nya dan mengalihkan topik pembicaraan.
"Ijinkan aku juga bertanya kepada mu juga, kenapa kalian begitu santai sebagai anggota baru dalam kondisi seperti ini?"
"Pelajaran pertama yang kami terima ialah apapun bisa terjadi didalam Dungeon terutama Ali, dia menerima pelatihan khusus dan disiapkan untuk pasukan atau Attack Force utama Guild Wijayakusuma," jawab gadis rank B.
Lalu, Ali memotong pembicaraan kami.
"Lebih baik kita cepat berpisah dan aku akan mengikuti jalan ini!" ucap Ali.
"Kalau begitu, kami akan masuk dasar perbukitan," jawab gadis Hunter Rank B.
Setelah itu, Ali dan rombongan nya berbalik badan dan pergi melangkah membelakangi kami.
"Semoga kalian beruntung!" seru Ali seraya berjalan meninggalkan kami.
"Begitu juga kalian!" jawab gadis Hunter Rank B.
Setelah itu, kami pun melangkah bersama ke arah yang berlawanan yang mana gadis Hunter Rank B itu berjalan sejajar dengan ku.
"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku? Atau tidak ingin menjawab?" tanya Gadis Hunter Rank B.
"Ya, aku tidak ingin menjawab."
"Ehh?! Aku jadi penasaran. Mungkin kah ... kamu sosok Hunter bermasker, Hawkeye," ucap menebak Gadis Hunter Rank B.
Mendengar itu, aku hanya diam dan menghela nafas panjang.
Lalu, langkah kami semakin ke dalam perbukitan sampai tiba di sebuah Goa yang mana Gadis Hunter Rank B itu memberikan peringatan.
"Tunggu!"
Mendengar itu, kami semua menghentikan langkah.
"Ada apa?"
"Kita tidak bisa masuk lebih dalam lagi!" seru gadis Hunter Rank B.
"Kenapa?"
"Apa kamu tidak lihat?! Ada banyak tanda teritori dari Wyvern tanah. Mungkin jurang ini merupakan teritori dari Wyvern tanah. Kita harus kembali, sekarang!" jawab Gadis hunter Rank B.
Dalam pemahaman ku, Wyvern tanah merupakan monster kadal yang berbentuk seperti raptor atau Tyrannosaurus.
"Jadi, kamu mengatakan area ini dipenuhi oleh Wyvern tanah."
"Iya, jadi, kita harus kembali," jawab Gadis hunter Rank B.
Memahami itu, aku pun tersenyum kecil yang mana kali ini aku bisa memiliki pasukan bayangan Wyvern tanah.
Lalu, aku pun menerus langkah ke dalam Goa perbukitan.
"Itulah alasan untuk terus melangkah."
Gadis Hunter Rank B itu sontak marah kepada ku, "Hah? Apa kamu tidak dengar aku? Apa kau cari mati?!"
"Lebih baik, kalian tunggu di luar! Biar aku yang masuk untuk menguasai Goa ini!"
Tidak lama kemudian, datang dari Goa sosok Wyvern tanah dengan tinggi 2 meter. Dia hampir mirip dengan Raptor.
"Apa itu?"
"Wyvern Tanah!"
"Dia monster yang memiliki peringkat tinggi."
Gadis Hunter B yang melihat itu, dia sontak memberikan instruksi nya.
"Semua nya, pergi! Aku akan mengalihkan perhatian nya!"
"Lebih baik, kamu diam saja! Aku yang akan melawan nya!"
Gadis Hunter Rank B sontak kesal, "Apa yang kamu lakukan?"
"Diam dan lihatlah!" jawab ku seraya melangkah kedepan.
Namun, gadis Hunter Rank B itu tetap tidak percaya.
"Tak peduli seberapa kuat dirimu. Dia masih monster rank tinggi."
Tanpa mempedulikan ucapan gadis Hunter Rank B, aku mengeluarkan Greed dan membentuknya Dagger. Lalu, aku sontak melesat kearah Wyvern tanah dan menusuk nya dengan skill Assassinated hingga membuat nya jatuh tidak bernyawa lagi.
Melihat kecepatan itu membuat semua Hunter terkejut termasuk Gadis Hunter Rank B dan Fay.
Dan, sistem memberitahu hasil nya.
Ding!
[Anda naik level.]
Memahami itu, aku pun merasa Dungeon Hijau memang berbeda dari Dungeon lainnya yang memiliki poin experience lebih besar meski monster tidak begitu kuat.
"Si-siapa kamu sebenarnya?!" tanya kaget Gadis Hunter Rank B.
Setelah itu, aku dan Hunter lainnya masuk kedalam Goa yang sudah aman dan membuat api unggun disana.
Lalu, aku pun membeli beberapa jaket dari menu store dan mengambil nya dari menu Inventori.
"Semuanya, pakai lah ini! Dimalam seperti ini sangat lah dingin dan akan menjadi masalah jika kalian sakit kedinginan, ucap ku seraya memberikan nya kepada Gadis Hunter Rank B.
Lagi-lagi para Hunter terkejut terutama Gadis Hunter Rank B. "Wuah! Sihir Ruang!"
"Tunggu! Bukankah sihir ruang hanya mampu menyimpan satu atau dua barang saja? Untuk bisa mengambil begitu banyak..." ucap Hunter Rank C.
"Siapa sebenarnya dia?!" sambung Hunter Rank C yang lain.
Fay yang melihat itu, dia hanya tersenyum kecil. "Kak Rizal memang penuh kejutan."
Mendengar itu, aku memegang kepala Fay yang mana dia tengah duduk disamping ku.
"Karena aku orang yang membawa mu kesini jadi tanggungjawab ku untuk melindungi mu! Akan tetapi, jangan tanya apapun padaku!"
Fay pun menundukkan kepalanya dan tersenyum kecil.
Lalu, aku melihat kearah Gadis Hunter Rank B dan Hunter C lainnya.
"Ini juga berlaku untuk kalian! Jangan tanya apapun dan Jangan meminta apapun dari ku!"
Dengan tatapan serius, Gadis Hunter Rank B dan Hunter C lainnya menganggukkan kepala.
Sejak saat itu, kami pun berkemah dan berbincang-bincang di tengah api unggun dengan makanan beberapa monster yang ku buru seperti kelinci bertanduk dan beberapa monster lainnya. Sedangkan untuk air nya, aku memberikan Well Water bag.
Dengan ini segala kebutuhan survival telah terpenuhi.
Tidak hanya itu, kami pun saling berkenalan yang mana aku pun baru tahu bahwa nama gadis Hunter Rank B itu Aisyah.
Beberapa jam kemudian, aku mendapatkan kabar dari Shadow Direwolf melalui Shadow Share bahwa mereka telah menemukan sarang dari Wyvern tanah maka dari itu, aku pun beranjak diri.
"Aku akan pergi sebentar. Kalian beristirahat lah!"
"Kak Rizal, mau kemana?" tanya Fay yang melihat ku pergi.
Lalu, aku pun menoleh dan memberikan senyuman kecil. "Aku ingin pergi berburu lagi untuk besok."
Saat memberikan alasan bohong itu, mereka pun percaya. "Kak Rizal, berhati-hatilah!" ucap Fay.
Lalu, aku pun tersenyum dan menganggukkan kepala. Setelah itu, pergi ke lokasi sarang dari Wyvern tanah yang mana sarang itu berada di ujung bukit yang tertinggi di area perbukitan tandus dengan pintu Goa yang sangat besar.
Sesaat kemudian, mereka pun menyadari kehadiranku dan ada puluhan Wyvern tanah keluar dari Goa dan jika dilihat dari jumlah nya seperti nya pasukan bayangan ku lebih unggul dalam jumlah.
Memahami itu, aku pun memanggil mereka. "Keluarlah pasukan bayangan ku."
Sesaat kemudian, beberapa pasukan bayangan dengan berbagai ras muncul dari bayangan ku.
"Seperti yang kalian lihat, Kita menghadapi musuh yang cukup sulit. Mari kita bersenang-senang!"