Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 60. Berpamitan dan Presiden Jowy



...Bab 60. Berpamitan dan Presiden Jowy....


"Terimakasih, Tuan Rizal. Anda telah menyelamatkan desa kami," ucap Egon seraya membungkukkan badannya.


Rena dan beberapa Elf lainnya juga mengikuti Egon.


Aku pun menjawab dengan anggukan kepala, "Sama-sama. Aku juga senang bisa membantu kalian semua dan angkat lah badan kalian!"


Mendengar itu, Egon dan Elf lainnya mengembalikan posisi badan mereka.


"Tuan Rizal, jika berkenan menginap lah disini! Kami akan mengadakan pesta untuk kemenangan anda."


Mendengar kata pesta saja sudah membuat bulu kuduk ku berdiri karena aku sama sekali tidak suka dengan acara seperti itu.


Lagipula, aku sudah sangat lelah dan jika beristirahat di tempat asing maka tidur ku akan kurang nyaman maka dari itu aku memutuskan untuk menolaknya.


"Terimakasih tapi, maaf. Aku tidak bisa menghadiri nya karena ada keperluan lain yang harus kulakukan."


"Oh, begitu. Tidak apa. Kami dapat mengerti kesibukan anda."


Saat melihat kondisi desa yang belum stabil dan terlihat banyak dari mereka wanita dan anak-anak. Aku pun memutuskan untuk membantu nya namun, lebih baik ku pertanyakan keadaan mereka.


"Sebelum aku pergi, apakah kondisi kalian baik-baik saja?"


Mendengar pertanyaan ku itu, Egon menundukkan dan menggaruk kepala belakang nya.


"Ah ... Itu ..."


Melihat keraguan jawaban mereka, aku pun dapat mengerti lantaran banyak dari mereka yang telah mati akibat serangan High Orc dan kini hanya tersisa beberapa Elf petarung saja. Hal itu lah yang membuat mereka terdiam lantaran takut ada serangan susulan dari monster yang lain.


Hal itu membuat ku menghela nafas panjang. "Aku mengerti. Baiklah, aku akan menitipkan satu bayangan ku untuk melindungi Rena dan desa ini."


Mendengar itu, Egon dan Elf lainnya saling bertukar pandang.


Mengabaikan hal itu, aku pun memanggil Runer, sosok ksatria dunia yang sama dengan kemampuan cukup hebat.


Saat melihat Runer, semua Elf terkejut dibuat nya namun, aku pun mengabaikan nya dan menoleh kearah Runer.


"Runer, sekarang aku tempatkan kamu di bayangan Rena dan lindungi dia serta seluruh Elf desa ini. Kamu mengerti?"


"Baik," jawab Runer.


Setelah itu, aku mengambil return Stone dari Menu Inventori. Lalu, berpamitan.


"Pak Egon, Rena, semua nya. Aku pamit dahulu."


"Berhati-hatilah, Tuan Rizal!" ucap Egon dengan senyuman kecil dan anggukan kepala.


"Aku harap kita akan bertemu lagi, Tuan," sambung Rena.


"Iya."


Lalu, aku dan Rena saling bertukar senyum.


Setelah itu, aku mengaktifkan return Stone dan kembali ke rumah yang tentu saja sekembalinya di rumah, aku sontak menaruh tubuh ku diatas kasur.


"Capek nya ..."


Dan, tidak membutuhkan waktu lama aku pun tertidur.


Beberapa saat kemudian, didalam setengah sadar ku terdengar suara bel yang berbunyi disertai dengan suara pria.


"Permisi, Tuan Rizal. Apakah anda didalam?"


Mendengar itu, aku mengumpulkan kesadaran dan membuka mata. Lalu, bangun dari rebahan.


Tumben sekali ada tamu, siapa ya?


Aku yang penasaran sontak beranjak dari kasur dan pergi ke pintu masuk serta membuka pintu yang mana dibalik pintu terlihat sosok pria yang tidak asing dengan jas hitam disertai kacamata hitam.


Lalu, saat aku berada dihadapan nya. Dia membuka kacamata dan terlihat lah sosok Juan.


"Selamat sore, Tuan Rizal! Maaf, saya mengganggu."


"Ada apa, Pak Juan?"


"Presiden, bukan. Ketua Jowy ingin bertemu dengan anda."


Dan, dunia ini bukan seperti dulu. Saat jabatan Hunter rank S akan bisa mengalahkan jabatan presiden sekalipun.


Namun, aku tidak percaya sosok Hunter rank S dan juga presiden dari New Indonesia mau bertemu dengan ku sosok Hunter biasa yang memiliki rank F.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa jam yang lalu ditempat yang berbeda...


Di kantor Presiden Asosiasi Hunter terlihat seorang dokter sedang memeriksa pasien yang tidak lain pasien itu ketua Jowy.


Setelah memeriksa nya, wajah dokter itu menurun dan putus asa bahkan dia kesulitan untuk mengatakan hasilnya.


"Pak Presiden itu-."


Jowy yang melihat itu, dia pun menghentikan ucapan nya dengan isyarat tangan nya.


"Tidak perlu mengatakannya. Aku sudah tahu dari raut wajahmu," ucap Jowy dengan senyuman dan mengancingkan kemejanya.


"Presiden, anda luar biasa. Meski kondisi anda saat ini namun, masih terlihat prima."


Dokter itu mengatakan yang sesungguhnya karena Presiden tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Dia sebenarnya bahkan tidak punya waktu untuk mampir di rumah sakit dan malah meminta dokter pribadinya datang menemuinya di kantor.


"Kamu terlalu memuji. Ini semua berkat sihir penyembuhan. Bahkan, aku pikir pasti aku akan bisa mendapatkan kembali masa muda dan mengucapkan selamat tinggal pada tubuh tua dan jompo yang sangat tidak nyaman ini," jawab Presiden Jowy.


Mendengar itu, Jowy, dokter dan beberapa orang di ruangan itu tertawa kecil.


"Jika Hunter tipe Penyembuh dapat menyembuhkan semua jenis penyakit dengan sihir. Maka, setiap rumah sakit di seluruh negeri ini akan ditutup dan dokter akan berakhir di jalan jadi pengangguran," jawab Dokter.


Dokter itu bisa mengatakan seperti itu lantaran teori sihir penyembuhan terbatas hanya untuk menyembuhkan luka luar.


Meskipun sihir secara ajaib dapat menyebabkan lengan yang diamputasi tumbuh kembali. Namun, tidak dapat menurunkan suhu seorang anak yang sakit flu.


"Berterimakasih lah karena belum ada sihir yang mampu menyembuhkan luka dalam dan sakit," jawab Presiden Jowy.


"Meski begitu, aku harap akan ada sihir yang mampu menyembuhkan luka dalam yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter karena sihir itu akan banyak menyelamatkan banyak orang," sambung dokter.


"Kita berharap saja."


Sesaat kemudian, ponselnya berdering dan dia pun memerintahkan untuk semua dokter serta suster nya keluar dari ruangan agar pembicaraan nya tidak didengar oleh orang umum.


Lalu, dari balik ponselnya terdengar pria yang sedang melaporkan sesuatu.


"Maaf, menganggu Pak Presiden. Ada kabar yang sangat mendesak?"


Presiden Jowy coba menebak hal yang mendesak tersebut.


"Apakah Hunter Jepang menelepon lagi?"


"Tidak hanya itu. Ada hal yang lebih mendesak!"


Mendengar itu, Jowy semakin penasaran dengan apa yang dikatakan pria balik telepon.


"Masalah apa itu?"


"Saya baru saja menerima telepon dari Divisi Evaluasi."


"Dari Divisi Evaluasi? Mengapa?”


Mendengar itu, Jowy sedikit terheran lantaran peran Divisi Evaluasi adalah untuk menetapkan peringkat ke berbagai Gerbang serta yang baru para Hunter yang mengalami Kebangkitan atau Awakening dan menurutnya Departemen seperti itu tidak akan menjadi menyebabkan banyak masalah.


Lalu, Jowy menduga hal lain.


"Apakah mereka membuat kesalahan lain dengan menetapkan peringkat Dungeon?"


"Bukan, pak. Baru saja, Divisi Evaluasi telah kedatangan seorang Awakening yang tidak dapat diukur oleh alat pengukur energi sihir."


Hal itu membuat presiden Jowy terkejut senang hingga dia beranjak dari kursi nya dan kedua matanya terbuka lebar.


"Benarkah?! Siapa orang itu?"


"Nama Hunter itu Rizal, seorang Hunter Rank F."


Mendengar jawaban itu, Presiden Jowy semakin terkejut. "Apa?!