
...Bab 87. Curse Time Reset....
Setelah mendapatkan informasi bahwa Victor yang telah memberikan kemampuan vampir, Alice pun sontak kesal.
"Kurang ajar. Berani nya dia melanggar hukum etika vampir."
"Jadi, sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya ku dengan penampilan Temperance.
"Tuan, kita pergi ke markas mereka!" pinta Alice.
"Baiklah, lebih cepat lebih baik."
"Namun sebelum itu ... Kita harus apa kan makhluk sampah ini?" tanya Alice.
"Aku hanya perlu mengambil skill nya. Selebihnya terserah kepada mu."
"Oke!"
Lalu, Alice dengan senyuman lebar. Dia pun memulai mengendalikan darah disekitar nya dan membentuk pedang.
Melihat itu, Sambo sontak ketakutan. "A-Apa yang akan kalian lakukan?!"
Dengan senyuman lebar, Alice menjawab "Membunuh mu!"
Sesaat kemudian, Alice melesatkan beberapa pisau kearah Sambo dan membuat nya terbunuh. Lalu, aku mengambil kemampuan nya dan saat menerima nya, ada sesuatu yang membuat ku terkejut.
Ding!
[Anda tidak dapat mengambil skill Rank Mythic Reset.]
"Apa?!"
Sesaat kemudian, Alice memberitahu sesuatu.
"Tuan, dia bertingkah aneh?!"
Mendengar itu, aku sontak melihat kearah jasad Sambo dan terlihat dia sedang kejang-kejang serta tidak lama, jasad nya melayang dengan sesuatu yang bersinar merah di tengah dada nya. Lalu, dia pun berbicara dengan suara yang berbeda.
"Shadowmancer. Senang bertemu dengan mu!"
"Siapa kamu?"
Lalu, jasad Sambo tersenyum lebar dan mengalihkan perhatian kearah Alice.
"Bloodmancer, Alice. Lama tidak berjumpa!"
Alice pun mengerutkan keningnya. "Chronomancer, Victor."
"Jadi, kamu kah vampir yang telah mendalangi Sambo dan mengurung Alice?"
"Benar sekali. Senang bisa bertemu dengan sosok yang mampu mengancam The Another Moon."
Mendengar itu, aku sama sekali tidak mengerti. "Apa maksud mu?"
"Carilah sendiri! Dan, oiya. Aku menaruh bom waktu pada jasad manusia bodoh. Jadi, aku harap kita bisa bertemu lagi! Itu juga jika kamu bisa. Hahahaha ...."
Sesudah itu, jasad Sambo memunculkan cahaya terang hingga menutupi pandangan ku. Alice pun menyadari sesuatu,
"Tuan, lari! Ini sihir Res!"
Sebelum menyelesaikan ucapannya, pendengaran mulai menghilang berikut juga pandangan yang berubah menjadi putih terang.
"Apa-apa ini?!"
Setelah lama cahaya pun muncul, kegelapan mulai menyelimuti pandangan ku bersamaan dengan tulisan pemberitahuan sistem.
Ding!
[Anda telah terkena kutukan waktu reset.
Seluruh kemampuan dan waktu anda telah di kembalikan.]
[Extra Life telah diaktifkan.]
[Karena Extra Life sudah digunakan maka, Extra Life berada dalam masa Cooldown selama 8.760 jam.]
[Skill unik Unknown telah berhasil dipulihkan.]
[Skill Rehabilitasi telah berhasil dipulihkan.]
[Skill Overload telah berhasil dipulihkan.]
[Skill Shadow Master telah berhasil dipulihkan.]
[Job dan skill Shadowmancer berhasil di pulihkan.]
[System telah mengambil alih.]
[Skill Rehabilitasi telah diaktifkan.]
[Skill unik Reset berhasil didapatkan.]
Setelah serangkaian pemberitahuan, pandangan kembali gelap dan aku mendengar suara gadis yang tidak asing.
"Hei, apakah kamu Rizal?"
Sesaat kemudian, aku pun membuka mata yang mana terlihat sosok Fransiska yang masih terlihat muda dengan seragam putih abu-abu.
"Eh? Fransiska? Kenapa kamu berpakaian sekolah?"
Fransiska yang mendengar itu, dia sontak terheran dan menaikkan kedua alis nya.
"Hah? Kamu bicara apa? Sudahlah, sekarang bisa kah kamu ikut dengan ku!"
Seusai mengatakan itu, Fransiska berbalik badan dan jalan. Aku yang masih kebingungan sontak mengikuti nya seraya melihat sekitar ku yang mana membuat ku terkejut.
Ini bukan kah sekolah High garden? Kenapa aku ada disini?
Lalu, aku mengangkat tangan yang mana tangan ku masih besar begitu juga badan dan kaki ku. Setelah nya, aku memeriksa kepala yang masih berpipi besar dengan kacamata.
Memahami tubuh ku ini, aku menyadari bahwa ...
Tidak mungkin, aku kembali ke masa 3 tahun yang lalu.
Aku yang masih belum percaya sontak melihat kearah langit yang mana matahari masih bersinar sendiri di langit dan belum ada The Another Moon disamping.
Seperti nya aku memang kembali ke masa lalu. Tapi, Bagaimana?
Lalu, aku teringat akan adik ku. "Nova, apa yang terjadi kepada ku?"
Meski aku memanggil nya namun, tidak ada jawaban maka, aku mencoba dengan ...
"Status open."
Sesaat kemudian, muncul layar udara dihadapan ku.
Ding!
[Nama: Rizal Purnomo | Lv. 0,5
Job: Shadowmancer Lv. 20
HP: 50 | MP: 10
Fatigue: 0 %
Strength: 0,5 | Vitallity: 0,5
Agility: 0,5 | Intelligence: 0,5
Sense: 0,5
Status Poin: 0
Skill: Extra Life(Delay) / Overload / Rehabilitasi / Unknown. ]
Melihat itu, aku sedikit terkejut dan menghela nafas panjang.
Yang benar saja! Kemampuan dan kekuatan ku telah di reset. Tunggu, meski begitu Job Shadowmancer ku masih utuh. Syukurlah! Aku masih bisa melawan invasi para Mancer ke bumi ini lebih cepat.
Ditengah lamunan ku itu, Fransiska menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya seraya menjawab ...
"Maaf, Aku tidak bisa menerima nya. Karena Aku sudah punya pacar."
Seusai menjawab itu, tiba-tiba datang Siswa berbadan besar dan kekar bersama rekan-rekan nya yang mengelilingi ku dan Fransiska.
Dia tidak lain Jacob yang kedepan nya akan menjadi Hunter Rank S di Amerika namun, aku akan menghentikan nya.
"Hei, cupu! Beraninya lu menyatakan cinta sama pacar Gua! Kaca dong Njing!"
Jika aku yang dahulu pasti akan menundukkan kepala namun, tidak dengan saat ini.
"Apakah salah untuk menyukai gadis cantik yang sudah memiliki pacar?"
Mendengar itu, Fransiska sontak terkejut dengan memperlebar kedua mata nya serta wajah yang memerah dan seperti nya rayuan gombal Kelvin yang diajarkan kepada ku berhasil.
"Apa lu bilang, Njing?! Guys, pegang dia!"
Dua Rekan Jacob yang berada dibelakang sontak memegang kedua tangan ku.
Memahami itu, aku hanya menghela nafas panjang dan sontak memanipulasi bayangan menjadi tentakel kecil dibawah bayangan mereka lalu menjatuhkan nya.
Dbuk!
Jacob dan Fransiska sontak terkejut saat melihat kedua rekan nya terjatuh secara tiba-tiba.
"Ada apa dengan kalian?" tanya bingung Jacob.
Meski bertanya itu, kedua rekan tidak menjawab yang ada mereka geram kesakitan lantaran tentakel bayangan ku menekan kaki mereka ke tanah.
Melihat kesakitan kedua rekan nya itu, Jacob sontak melihat ku dengan tatapan kesal.
"Apa yang sebenarnya kamu lakukan? Dasar Bjingan!"
Seusai mengatakan itu, Jacob pun melepaskan pukulan kearah ku namun, aku menambah tentakel dan menjatuhkan nya tepat didepan ku.
Dbuk!
Sama seperti rekan nya, Jacob yang terjatuh dia sama sekali tidak bisa berdiri dan terus geram kesakitan.
Dan, Fransiska juga lagi-lagi terkejut hingga membuat kedua tangan nya menutupi mulut nya.
Fransiska tidak bisa berkata-kata apapun.
Meski begitu, aku tidak mempedulikan nya dan melihat kearah Fransiska.
"Fransiska."
Sesaat menyapa nya, Fransiska sontak bersikap siap dan jawab keras. "Iya!"
"Sekali lagi, aku minta maaf."
Mendengar ucapan ku, Fransiska menenangkan diri dan menjawab santai.
"Tidak apa-apa. Aku yang salah. Aku juga keberanian mu menghadapi pacar ku, bagaimana kalau kita berteman saja?"
Aku pun memberikan senyuman kecil dan anggukan kepala. "Iya, aku senang jika kita bisa berteman."
"Aku juga," jawab Fransiska dengan senyuman kecil.
Disisi lain, Jacob yang masih geram di tanah. Dia bergumam kecil, "Sayang, apa yang kamu lakukan?"
"Hanya berkenalan..." jawab santai Fransiska.
Setelah pembicaraan itu, aku pun meninggalkan mereka begitu juga Fransiska.
Karena kejadian aneh itu, semua mata murid tertuju kepada ku dan sesaat aku berjalan ke arah kelas, Petugas keamanan menghampiri ku.
"Siswa, Ikut dengan ku ke ruang Konseling!" seru petugas keamanan dengan tatapan tajam.
Mendengar itu, aku tahu bahwa Petugas keamanan memerintahkan ku pergi ke sana karena terlibat perkelahian dengan Jacob. Namun, aku akan mengikuti nya.
"Baik. Pak!"
Dan, seperti yang kuduga. Guru konseling memberikan ceramah dan Jacob serta rekan-rekan nya menyalahkan ku sebagai dalang perkelahian yang membuat ku diskorsing selama satu Minggu.
Aku pun tidak begitu mempermasalahkan nya karena beberapa jam kedepan The Another Moon akan datang untuk pertama kalinya.
Disaat aku menerima dengan pasrah keputusan guru itu, Jacob dan rekan-rekan tersenyum senang.
Dan, aku pun hanya bisa menghela nafas panjang.
Seusai menyelesaikan masalah itu, aku pun melangkah pulang dan sesaat aku tiba di gerbang sekolah, ada seorang gadis memanggil ku yang tidak dia Senja.
"Rizal!"
Mendengar itu, aku menghentikan langkah dan berbalik badan yang mana senja sedang berlari dan menghentikan langkah di dekat ku. Lalu, dia menatap khawatir.
"Rizal, apa yang terjadi kepada mu?"
Aku yang tidak mau Senja khawatir, aku pun membohongi nya, "Tidak apa-apa, aku hanya terjatuh."
"Ciih ... Kebohongan yang keliatan banget." Senja pun menghela nafas panjang. "Pasti kamu difitnah oleh Jacob dan Gang nya. Lalu, apa kata mereka?"
"Aku hanya harus istirahat di rumah selama seminggu alias skorsing," jawab ku dengan senyuman lebar.
"Dasar orang kaya! Sesekali, aku ingin menendang pntat sampai bengkak."
Mendengar jawaban Senja itu membuat ku tertawa kecil dan begitu juga Senja yang mana saat ku tertawa kecil, dia juga ikut tertawa kecil.
"Terimakasih, Senja."
"Sama-sama."
Aku dan Senja saling bertukar senyum. Lalu, aku melanjutkan langkah.
Dan, menantikan kedatangan The Another Moon untuk kedua kalinya.
......................