
...Bab 58. The Mancer dan Menghancurkan Kerajaan High Orc....
Selama ini kupikir kehidupan Elf hanya ada pada novel ringan namun, siapa sangka? Saat ini aku sedang berada di desa Elf.
Sosok ras yang memiliki tubuh yang sempurna baik pria atau pun wanita berwajah cemerlang, memiliki kuping panjang dan memiliki sikap yang santun.
Mereka jauh berbeda dibanding dengan Dark Elf yang sebelumnya telah kutemui.
Lalu, saat ini aku sedang duduk berhadapan dengan ayahnya nya Rena.
"Maaf, saya belum memperkenalkan diri. Saya Egon, kepala Desa di desa Elf Selatan ini dan sekali lagi, saya ucapkan terimakasih kepada Tuan," ucap Egon dengan membungkukkan badannya.
Melihat itu, aku juga menundukkan kepalanya. "Sama-sama, aku senang bisa membantu kalian. Aku Rizal, salam kenal juga."
"Maaf, jika boleh tahu, apakah anda manusia?"
"Iya, aku manusia. Apakah ada yang aneh?"
"Tidak sepenuhnya hanya saja saya sedikit heran. Kenapa anda bisa berbahasa Elf? Terlebih lagi ..." Egon melihat kearah Shadow Sarah yang ada disamping ku. "Apakah anda salah satu The Mancer?"
Mendengar pertanyaan itu, aku pun sedikit terkejut yang mana dia mengetahui tentang The Mancer.
"Iya, Aku seorang Shadowmancer. Apakah Pak Egon tahu apa The Mancer itu?"
"Secara rincian, aku tidak tahu namun, ada sebuah legenda 5.000 tahun yang lalu dunia mengalami kekacauan luar biasa. Hal ini disebabkan oleh peperangan antar The Mancer dengan tujuan menguasai dunia ini dan sosok Mancer yang paling kuat ialah Angelmancer yang mana sosok yang bertugas untuk menjaga keseimbangan dunia. Karena alasan itu lah para Mancer lainnya berupaya untuk membunuh sang Angelmancer yang Agung."
Mendengar itu, aku pun ada ketertarikan tersendiri lantaran aku juga salah satu dari The Mancer sama hal nya seperti Necro dan Trazila.
Jika begitu, apakah aku harus memerangi semua The Mancer?
Itulah pertanyaan batin ku. Lalu, aku beralih topik pembicaraan.
"Terimakasih informasinya. Lalu, aku juga ingin bertanya, kenapa desa kalian sampai diserang oleh High Orc?"
"Invasi. High Orc memiliki kelompok yang besar namun, mereka yang tidak mengerti tentang kehidupan seperti bertani dan sebagainya. Mereka hanya bisa berburu dan ..." Pak Egon menggenggam tangan nya dengan keras. "Menculik wanita lalu, dijadikan larva."
Mendengar itu, aku sedikit bingung dengan istilah mereka. "Larva? Apa itu?"
"Gadis Elf yang mereka culik akan diprkosa lalu mengandung anak Orc. Setelah melahirkan maka wanita itu akan dibunuhnya."
Mendengar itu, aku pun merasa iba dan ingin menyelamatkan nya. Lalu, Agon pun juga meminta apa yang kuinginkan.
"Tuan, Anda memiliki kemampuan yang luar biasa dan anda seorang Mancer maka dari itu, tolong kami! Selamat para wanita Elf dari sarang High Orc!"
Agon pun sontak beranjak diri dan bersujud dihadapan ku. "Tuan, tolonglah kami! Kami mohon!"
Rena yang duduk didekat ayah nya, dia juga sontak bersujud. "Tuan, tolong lah kami!"
Melihat situasi itu, aku yang canggung sontak membangun mereka.
"Aku akan membantu kalian. Tidak perlu khawatir dan bangunlah!"
Mendengar itu, Egon dan Rena sontak bertukar pandang dan beranjak diri.
"Terimakasih sebelumnya, Tuan Rizal," ucap Egon.
Aku pun menjawab nya dengan senyuman kecil dan anggukan kepala.
Disaat yang sama sistem juga memberikan motivasi dan alasan kepada ku dengan pemberitahuan nya
Ding!
[Misi darurat. Selamat Desa Elf part II!
• Hancurkan kerajaan High Orc (Belum selesai).
• Bunuh High Orc King (Belum selesai).]
Melihat itu, aku pun tersenyum kecil.
Pada hari itu juga aku diantar oleh Rena menuju reruntuhan kota besar yang mana sekarang sudah menjadi kerajaan High Orc.
Dan, saat ini aku bersama Rena sedang berdiri didepan gerbang reruntuhan kota.
"Disini lah tempatnya!" seru pelan Rena.
"Oh, disini."
Tidak lama kemudian, beberapa High Orc datang menghampiri kami.
"Iya, benar sekali. Tuan!" jawab Rena dengan senyuman kecil juga.
Sesaat kemudian, beberapa Orc itu mengayunkan senjata nya disertai dengan geraman.
"Gwuahh!"
Aku yang melihat itu sontak mengeluarkan Greed dengan mode belati lalu, melesatkan skill Dagger dengan kecepatan tinggi sehingga mereka mati seketika.
Rena yang melihat ku, dia pun terkagum-kagum.
"Tuan Rizal memang luar biasa!"
Pujian Rena itu pun aku menjawab nya dengan senyuman kecil.
"Rena lebih baik kamu mencari tempat bersembunyi dengan kstaria bayangan ku yang akan menjaga mu!"
"Baik, Tuan."
Lalu, aku pun memanggil Agni untuk menjaga nya.
Setelah itu, aku menghampiri High Orc. "Baiklah, sekarang waktunya bersenang-senang. Shadow Extraction!"
Sesaat kemudian, ras bayangan muncul dari jasad High Orc.
[Shadow High Orc.]
Selain itu, aku juga mengeluarkan beberapa Shadow Monster, Shadow Elf dan Shadow Human.
"Semua nya, bunuh semua High Orc yang ada di reruntuhan kota ini!"
Tanpa membuang waktu mereka pun melakukan serangannya dan membunuh semua High Orc yang ada di reruntuhan kota itu.
Selain mereka, aku juga memanggil Alter untuk membantu mereka dan Iris bertugas menjaga ku.
Sedangkan, aku berjalan santai menuju pemimpin mereka yang berada di reruntuhan istana.
Dalam langkah ku juga saat melihat High Orc yang sudah mati, aku sontak membangkitkan nya kembali.
Dan, pembantaian sepihak pun terjadi lantaran kekuatan High Orc tidak jauh dari Undead Orge.
Setibanya di reruntuhan istana, aku melihat ada sosok High Orc yang mengenakan mantel bulu monster dilengkapi dengan beberapa aksesoris tulang serta ada 4 High Orc yang memiliki badan lebih kekar dibandingkan Orc lainnya.
[High Orc King.]
Aku duga mereka jenderal nya.
[High Orc General.]
Memahami itu, aku pun memanggil Necro untuk bergabung dalam pertarungan.
"Necro, mohon bantuannya!"
"Serahkan kepada ku, Yang Mulia!"
Disaat yang bersamaan, High Orc King memberikan perintah kepada Jenderal nya untuk menyerang ku.
"Kamu Habisi manusia busuk ini!"
Salah satu Jenderal pun maju menghampiri ku namun, Necro tidak membiarkan yang mana dia memberikan debuff kelumpuhan hingga tumbuh nya tidak bisa bergerak dan Iris yang melihat itu, dia sontak menebas nya.
Hal itu tentu membuat High Orc King semakin marah. "Bdebah! Apa yang kalian lakukan? Cepat bunuh mereka!"
Ketiga Jenderal itu pun serempak berlari menyerang ku namun, Necro mengeluarkan Song of Curse nya hingga ketiga nya terkena berbagai debuff yang membuat langkah nya berhenti dan seperti sebelumnya, Iris sontak menebas mereka dengan cepat hingga pertarungan berakhir dengan sangat singkat.
High Orc King semakin marah hingga membuat nya beranjak dari kursi dan mengambil kapak besar nya.
"Bdebah sampah! Aku akan membunuhmu dengan tangan ku sendiri."
Melihat itu, aku pun mengambil tindakan.
"Iris. Necro. Ini adalah pertarungan pemimpin. Kalian mundur lah!"
"Baik, Yang Mulia!" jawab serempak Iris dan Necro.
Lalu, aku pun maju selangkah dan menantang nya.
"Pemimpin High Orc. Mari kita bersenang-senang!"