Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 66. Apartment terbengkalai



...Bab 66. Apartment terbengkalai...


Seusai membuat kesepakatan dengan Kelvin dan membuat perencanaan. Keesokan harinya, kami pun berkeliling kota untuk mencari kantor yang pas. Namun, kami kesulitan untuk mencari tempat yang cocok


Siang pun berganti malam tapi, kami belum menemukan tempat yang cocok. Maka, pada malam itu. Kami bersinggah di warung makan dan kami makan disana.


Ditengah makan, Kelvin pun mengeluh. "Ahh, kenapa kakak mencari tempat yang sepi sih? Kan susah."


Aku pun tersenyum kecil, "Aku hanya tidak suka keramaian."


Lalu, ditengah kami berbincang-bincang tiba-tiba seorang kakek menyambung ucapan kami.


"Nak, apakah kalian ingin kantor yang sepi? Saya memiliki rekomendasi."


Mendengar itu, kami sontak melihat kearah kakek itu.


"Benarkah, dimana kek?!" ucap senang Kelvin dengan mata yang terbuka lebar.


Kakek itu pun tersenyum melihat respon Kelvin. Disisi lain, aku merasakan sesuatu yang tidak beres terhadap kakek ini. Namun, aku belum yakin.


Lebih baik, aku mengikuti kemauan kakek ini.


"Lokasi nya dimana kek?"


"Tidak jauh dari sini. Kalau berkenan, kalian bisa ikut dengan ku?"


"Oh, iya. Baiklah."


Setelah itu, kami pun membayar uang makan namun, sesaat ingin membayar. Pemilik warung makan menghampiri ku.


"Anda, Hunter Rizal?"


"Iya," jawab ku dengan senyuman kecil dan anggukan kepala.


"Bolehkah saya meminta tandatangan dan foto bersama?"


"Iya."


Lalu, aku pun foto bersama dan memberikan tanda tangan. Hal ini bukanlah sekali dua kali sejak kemarin kemanapun ku pergi seseorang akan menghampiri ku untuk meminta foto atau tanda tangan.


Seusai itu, kami bersama kakek itu pergi ke lokasi yang ditunjukkan oleh sang kakek yang mana kami cukup berjalan kaki sampai ke lokasi.


Beberapa saat kemudian, langkah kami berhenti pada apartemen yang terbengkalai di pinggiran kota bahkan pagar nya sudah di tutup asbes aluminium.


"Disini lah lokasinya!"


Memahami itu, Kelvin sontak kesal.


"Kakek, jangan bercanda! Apakah kakek minta untuk kami berkantor di apartemen kosong terbengkalai seperti ini. Apakah kakek tahu? Siapa yang ada dihadapan kakek? Dia Rizal, Hunter Rank S."


Sang kakek pun tidak menanggapi kekesalan Kelvin dan dia pun melihat ku dengan tatapan dan senyuman dingin.


"Hunter Rizal, Bagaimana menurut mu?"


Memahami situasi itu, aku menoleh ke arah kakek dengan tatapan tajam.


"Apa tujuan mu, kakek? Tidak mungkin, kakek hanya membawa kami ke tempat kosong seperti ini jika tidak ada maksud tertentu."


Sang kakek tersenyum lebar, "Sederhana saja. Hunter Rizal, kamu dikenal sebagai Necromancer bayangan bukan," Sang kakek melihat kearah atas gedung. "Jika kamu bisa membangkitkan maka kamu juga bisa mengirimkan para Arwah ke nirwana."


"Jadi, apa yang harus kulakukan?"


"Kirimkan kami semua ke nirwana! Jangan khawatir! Kami akan membayar mu, " Sang kakek menoleh kearah ku lagi. "Apakah sanggup?"


Mendengar itu, aku pun tersenyum kecil lantaran aku telah menduga sesuatu, "Seperti nya, kakek juga bukan manusia."


Kelvin sontak terkejut saat aku mengatakan itu. "Hah? Kak Rizal, Apa maksud anda?"


Sang kakek tidak tersinggung dan malah dia tertawa. "Hahaha ... kamu memang orang yang menarik. Baiklah, jika kamu berhasil aku akan memberikan semua harta warisan keluarga besar kami."


Aku pun tersenyum kecil, "Baiklah, itu juga kesepakatan yang menarik."


Aku dan sang kakek itu pun saling bertukar senyum.


Setelah itu, aku melangkah masuk ke apartemen terbengkalai dan setibanya disana, aku merapalkan skill ...


"Arise."


Sesaat merapalkan skill itu, muncul puluhan ras bayangan ...


[Shadow Human.]


Seusai ras bayangan bangkit, mereka semua menghampiri ku dan berlutut satu kaki.


"Maaf, aku telah membangkitkan kalian semua dan mengembalikan kalian semua ke nirwana. Semoga di kehidupan selanjutnya! Kalian mendapatkan kehidupan yang lebih baik." Lalu, aku merapalkan skill lanjutan nya. "Shadow Cancel."


Sesaat kemudian, sistem memberitahu laporan nya.


Ding!


[Puluhan Shadow Human telah kembali ke Nirwana.]


Dengan ini permintaan sang kakek selesai. Lalu, aku membalikan badan dan menghampiri sang kakek.


"Kakek, aku sudah melakukan permintaan anda."


"Terimakasih. Sekarang ikut dengan ku!" seru sang kakek yang langsung melangkah.


Aku dan Kelvin pun mengikuti nya dari belakang yang mana kami memasuki apartemen terbengkalai itu.


Setibanya didalam, kami disungguhi oleh gelapnya ruangan dan kekotoran didalamnya. Lalu, Kelvin yang kesulitan berjalan. Dia mengunakan lampu senter untuk melangkah namun, berbeda dengan ku yang memiliki Sense tinggi hingga mampu melihat dalam kegelapan.


Begitu juga sang kakek yang mana dia terus melangkah tanpa kesulitan meski tidak mengunakan alat bantu penerangan.


Kami terus melangkah sampai ke lantai bawah tanah yang dimana sang kakek menghentikan langkah di lapangan parkir.


"Kakek, ada apa?"


"Anak muda, tolong buka kan pintu ini!"


Lalu, menghampiri pintu yang dimaksud oleh sang kakek yang mana pintu yang dimaksud ialah penutup saluran pembuangan.


Tanpa bertanya apapun, aku sontak membuka nya yang mana disana terlihat tangga vertikal dari balik pintu.


"Ikut dengan ku!" seru sang kakek yang melanjutkan langkah kedalam saluran itu.


Aku dan Kelvin juga masuk kedalam nya.


Dan, setibanya didalam kami melihat ada sebuah pintu lagi yang mana ditengah pintu itu terdapat tuas bundar disertai pengunci ditengah nya.


"Sekarang masuk kan password nya! Lalu, putar Tuas nya!"


Aku pun menuruti nya dengan memasukkan password yang diberitahu nya dan memutar tuas.


Lalu, pintu itu pun terbuka sendiri nya dan sesaat pintu terbuka lebar, sang kakek melanjutkan langkah kedalam ruangan yang mana kami juga mengikuti nya.


Setibanya didalam, sang kakek menghentikan langkah.


"Inilah hadiah mu. Terimalah!"


Sesaat sang kakek mengatakan itu, aku dan Kelvin melihat sekeliling yang mana kami dikelilingi oleh setumpuk emas dengan berbagai bentuk dan ukuran.


Kelvin yang melihat itu, dia pun terperangah. "Wuahh ... baru kali ini, aku bisa melihat emas sebanyak ini!"


Aku pun juga sama namun, aku lebih memilih diam dan bertanya kepada sang Kakek.


"Kakek, pembayaran ini terlalu besar."


Sang kakek pun menghela nafas panjang, "Anak muda, apa guna nya memiliki harta berlimpah tapi tidak bisa digunakan." Sang kakek menghadap ku. "Aku selalu berharap suatu saat nanti akan ada pewaris yang layak untuk meneruskan apartemen dan harta ku ini. Jadi ..." Sang kakek memegang bahu kanan ku. "Ku titipkan apartment ini dan harta benda nya. Terimakasih kamu telah mengirimkan seluruh karyawan ku yang telah meninggal dunia disini."


Mendengar itu, aku pun tersenyum dan menganggukkan kepala seraya berkata. "Sama-sama, kek. Aku juga senang bisa membantu kakek."


Seusai mengatakan itu, sang kakek berlahan mulai menghilang. "Sekali lagi, terimakasih Hunter rank S, Rizal."


"Kakek, siapa sebenarnya anda?"


"Aku Liu Shen. Pemilik dari apartemen ini."


Setelah menjawab itu, sosok kakek Liu Shen menghilang menjadi butiran cahaya.


Sesaat kemudian, Kelvin bertanya kepada ku seraya melihat sekitar.


"Kak Rizal, sekarang apa yang akan kita lakukan semua emas ini?"


"Mari kita bangun Guild Eden dengan ini!"


"Hah? Guild Eden? ... Mungkin kah, nama Guild kakak?"


"Benar, aku akan memberikan nama Guild ku dengan nama Eden, Garden Of Heaven.