Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 44. Dungeon Tree Elf



...Bab 44. Dungeon Tree Elf....


Ancient Tree Dungeon, itulah nama tempat yang ku pijak saat ini.


Menurut keterangan nya, Dungeon ini memiliki 50 lantai yang dimana setiap lantai sepuluh nya di huni oleh Bos lantai yang harus dikalahkan jika ingin meneruskan ke lantai yang lebih tinggi.


Selain itu, beragam jenis monster menjaga Dungeon itu dan semakin tinggi lantai yang mereka jaga maka monster juga semakin kuat.


Seperti saat ini, selama perjalanan di lantai pertama sampai sembilan. Aku hanya dihadang oleh Weed Goblin.


Sosok Goblin yang berbadan pohon dan tidak hanya pohon, namun koridor Dungeon juga bertemakan tumbuhan.


Dan, untuk menghadapi mereka. Aku hanya memanggil Shadow Direwolf untuk melawan mereka.


Lalu, aku pun tiba di lantai 10 yang mana ada sosok boneka berbaju Zirah yang bergerak sendiri sedang menjaga tempat itu.


Melihat mereka, aku pun memanggil Shadow Infantry yang mana mereka sama-sama ras boneka sebelum menjadi ras bayangan.


Meski terlihat sama namun, Shadow Infantry dengan mudah mengalahkan boneka penjaga dan menjatuhkan kunci disaat mengalahkan nya.


Aku pun mengambil kunci itu dan melanjutkan langkah.


Dilantai 11 keatas monster juga tidak begitu kuat bahkan Shadow Direwolf dan Shadow Infantry masih bisa mengatasi nya.


Dan, aku pun sampai di lantai 20 yang mana dilantai itu ada sesuatu yang mencurigakan. Sebuah rumput dengan pola bulat terbentuk ditengah lantai dan ada aura kecil didalamnya.


Menyadari itu, aku pun memanggil nya.


"Jangan sembunyi didalam! Keluarlah!"


Sesaat kemudian, bulatan rumput itu terbuka yang memunculkan sosok gadis yang berkulit hijau dengan pakaian dari dedaunan dan saat dia keluar, dia pun menguap.


"Maaf, karena aku sudah tidak memiliki mana jadi, mengantuk."


"Apakah kamu Dryad atau peri hutan?"


"Tepat sekali, Aku Dryad yang menjaga tempat ini. Oh, jadi kamu manusia. Aku pikir Elf yang berarti penyusup. Tapi, kalau kamu ingin bertarung dengan ku. Kita lakukan lain kali saja."


Aku pun tersenyum kecil, "Sebenarnya, aku juga tidak ingin bertarung dengan nona."


"Kalau begitu, berikan aku makanan!"


"Makanan seperti apa?"


"Mana."


"Apakah mana Potion bisa?"


"Bisa. Tapi, sebenarnya yang lebih efisien dengan mencium bibir mu."


Aku pun tersenyum kecil, "Tidak usah. Aku berikan Mana Potion saja."


"Yasudah."


Lalu, aku memberikan mana Potion kepada nya dan dia sontak meminum nya.


"Wuahh ... kenyang nya. Sudah lama tidak sekenyang ini. Baiklah sebagai hadiah nya, aku akan membuka kan jalan."


Sesaat kemudian, terbukalah daun yang menjalar di dinding hingga terlihat sebuah pintu dibalik nya. Lalu, aku pun masuk.


Setibanya didalam, aku disungguhi oleh berbagai perabotan berlumut serta banyak buku yang tergeletak. Aku pun menganalisa bahwa tempat itu merupakan laboratorium dari pemilik Dungeon ini dan aku melihat ada sebuah papan yang terjatuh dengan tulisan.


Markas Trazila.


Lalu, aku pun mengambil buku yang paling besar yang mana buku itu merupakan catatan pribadi dan penelitian dari seorang Elf bernama Trazila.


Awal dari buku itu bertuliskan tentang Dungeon ini yang bertujuan untuk melatih para Elf muda yang ingin menjadi kuat dan menjadi tempat persembunyian serta pengungsian untuk para Elf yang tengah menghadapi bencana.


Di Tree Elf juga Trazila membuat beberapa fasilitas pendukung diantara nya;


Fasilitas tenaga kerja Golem;


Dan, Pabrik pembuatan boneka Pelayan.


Selain fasilitas, Trazila juga menanamkan beberapa pohon dan membuat sungai kecil di Dungeon yang berguna untuk kelangsungan hidup ku dan para Elf.


Setelah 250 tahun sejak mendirikan Dungeon ini, Trazila pun terkena serangan kutukan hingga membuatnya menyerah dan berpasrah diri di Dungeon ini.


Seusai membaca semua itu, aku pun mengerti tujuan dari Dungeon ini dan hal ini membuat ku sadar, di dunia The Another Moon juga memiliki kehidupan yang hampir sama seperti di bumi.


Yang mana ada yang baik juga tidak sedikit yang jahat.


Setelah itu, aku coba mencari informasi yang lain namun, tidak ada informasi lagi di ruangan ini. Maka, aku pun memutuskan untuk keluar ruangan.


Lalu, di luar terlihat Dryad sedang bermain-main sendiri.


"Ada. Namun, aku hanya bisa membawa mu ke lantai bos Dungeon 20," jawab Dryad.


"Tidak masalah."


"Kalau begitu, silahkan berdiri di lingkaran peri itu!" seru Dryad seraya menunjuk kearah lingkaran jamur


Lalu, aku melangkah dan berdiri di lingkaran peri. Seusai itu, Dryad merapalkan mantra hingga cahaya hijau muncul mengelilingi ku.


"Manusia, semoga kita bertemu kembali!" ucap Dryad seraya melambai-lambai tangan


Aku pun tersenyum dan melambaikan tangan juga. Lalu, pandangan ku tertutup oleh cahaya itu dan saat cahaya itu menghilang, aku membuka mata yang mana aku disungguhi oleh ruangan hall yang besar dan disana terdapat empat gadis yang memiliki rambut serta pakaian yang sama sedang bermain kartu.


Selain itu, aku melihat ada Golem abu-abu di samping para gadis itu.


Lalu, kehadiran ku membuat aktifitas mereka terhenti dan salah satu gadis menghadap ku.


"Saya nyatakan, kamu tunggu sebentar!" seru salah satu gadis.


Mendengar bahasa yang aneh, aku pun hanya diam dan tersenyum kecil.


Seusai itu, para gadis sontak mengenakan perlengkapan dan senjata nya.


Setelah berpakaian lengkap, mereka berdiri sejajar menghadap ku.


"Terpuji sekali anda berhasil sampai sejauh ini, Tuan petualang," ucap salah satu Gadis.


Mendengar bahasa yang monoton seperti itu membuat ku menghela nafas seraya menjawab nya.


"Aku bukan petualang tapi, seorang Hunter."


Keempat gadis itu sontak bingung dan saling memandang.


"Hunter?"


"Apa itu?"


Lalu, mereka kembali melihat ku dan salah satu dari mereka menyambung ucapan nya.


"Wahai Tuan petualang, bagus sekali anda sudah sampai sejauh ini. Jadi, aku puji."


Mendengar nya, aku tertawa kecil karena dia bersikukuh aku seorang petualang.


"Dengan sampai nya anda disini maka anda berhak mendapatkan keistimewaan untuk melawan penjaga area ini, Golem dan kami para Homunculus. Jika anda menang melawan kami. Maka, master akan mendapatkan hadiah dari master," sambung salah satu gadis Homunculus.


Saat mendengar pernyataan itu, aku jadi teringat akan festival pentas seni sewaktu sekolah.


"Iron Golem tak perlu menahan diri. Serang dia!" seru salah satu Homunculus menghunuskan pedang nya kearah ku.


Seusai itu, Golem besi memulai gerakan nya dan para Homunculus juga mengunakan skill Buff nya.


Tidak lama Golem besi memulai melesatkan serangan tinju kearah ku namun, aku sontak mengunakan Greed dengan mode Dagger dan melemparkannya kristal yang ada di dada nya hingga Golem itu langsung mati dan terjadi.


Melawan Golem sama seperti melawan Slime yang mana aku hanya perlu menghancurkan kristal inti nya.


Hal itu membuat para Homunculus terkejut.


"Aku terkejut. Ini tidak mungkin."


"Aku sudah katakan untuk menyembunyikan kristal nya."


"Apakah kita harus maju atau mundur?"


....


Mereka pun berdebat sendiri dan aku hanya memperhatikan mereka dengan senyuman kecil sampai akhirnya salah satu Homunculus membuat keputusan.


"Kalian pergi lah. Biar aku yang menghadapi Tuan petualang ini!"


Seusai itu, mereka secara bersamaan mengeluarkan sihir panah es dan melihat itu, aku sontak mengunakan aura keseluruhan tubuh untuk menahan sihir mereka.


Skill Armor Aura merupakan teknik skill yang baru ku pelajari. Skill ini memiliki kemampuan sama seperti Enchant namun, penempatan nya berada di anggota tubuh.


Dengan mengunakan itu, aku menepis semua serangan dibantu oleh Greed yang sudah kembali ke tangan ku dalam bentuk Dagger.


Ditengah serangan itu, ketiga Homunculus lari dan satu Homunculus berlari menyerang ku.


Namun, aku sontak menghindari serangan dan memukul perutnya.


Entah Homunculus itu lemah atau tenaga ku yang terlalu besar hingga membuatnya pingsan.


Dan, lepas dari itu semua gadis Homunculus itu jatuh di tangan ku hingga buah dada nya besar menempel di tangan ku hingga kelembutan dan kehangatan pun aku rasakan.


Apakah buah dada gadis manusia sama, ya?