
...Bab 81. Babylon dan Homunculus....
Mini World Babylon.
Itulah item yang akan kucoba saat ini yang mana item itu kudapatkan dari penaklukan Dungeon dan mengalahkan Hydra.
"Mini World Babylon. Aktif."
Sesaat aku menyebut itu sistem memberikan laporan nya.
Ding!
[Anda telah mengaktifkan Mini World Babylon dan menempatkan disalah satu pintu rumah anda!]
Melihat itu, aku sedikit terheran. "Ah? Pintu. Lebih tepatnya pintu yang mana, Nova?"
[Pintu belakang rumah. Seperti nya kakak harus membuat pintu lagi untuk pergi ke halaman belakang.]
"Jika memang seperti itu. Baiklah, nanti aku perbaiki."
Setelah mendapatkan informasi itu, aku pun pergi ke pintu halam belakang dan sesaat membuka pintu tiba-tiba didalam pintu itu terdapat kabut tebal.
Walaupun sedikit ragu, aku pun melangkah masuk kedalam pintu yang penuh dengan kabut tersebut.
Setibanya sampai dibalik pintu, aku disungguhi oleh hutan yang luas disertai dengan angin yang berhembus kencang yang mana hutan itu terlihat damai.
"Jadi, inikah dunia kecil Babylon."
Memahami itu, aku pun melangkah pergi meninggalkan pintu yang menempel pada bukit hutan.
Lalu, ditengah perjalanan. Aku melihat pohon apel yang membuat langkah ku terhenti.
"Oh, ada apel."
Tanpa ada keraguan aku pun mengambil apel itu dan mengicipinya.
"Apel ini manis sekali. Padahal tumbuh dengan liar di hutan ini."
Lalu, aku pun melihat sekeliling yang mana saat ku perhatikan baik-baik, disekitar ku banyak tanaman yang ku kenali.
Tidak hanya pohon, aku juga memiliki banyak hewan yang sama seperti bumi seperti kelinci, rusa, b@bi hutan dan sebagainya.
Memahami itu, aku pun terpikir untuk membuat lahan, toko dan kota disini itu akan menarik karena ini akan menjadi kota ilusi.
Setelah itu, aku melanjutkan langkah mengelilingi tempat ini namun, kali ini aku tidak sendirian. Aku memanggil beberapa Shadow Direwolf dan Saito.
"Shadow Direwolf menyebar lah dan periksa tempat ini!"
Sesaat menerima perintah itu, para Direwolf sontak menyebar dan aku melanjutkan perintah.
"Saito, gunakan sihir persepsi ku untuk memeriksa tempa ini!"
"Baik, Yang Mulia."
Setelah itu, Saito menutup mata dan mengunakan sihir nya seraya memberikan laporan.
"Yang Mulia, tempat ini sungguh luas jika kulihat tempat ini seluas kota Metropolis Jakarta dan ada sesuatu yang menarik."
"Apa?"
"Reruntuhan desa."
Mendengar itu aku sedikit terkejut, "Reruntuhan desa. Jika begitu, ada kemungkinan banyak informasi yang bisa kudapatkan jika memeriksa tempat itu. Baiklah, Saito. Ayo kita pergi kesana!"
Saito pun membuka matanya dan menjawab. "Baik."
Setelah itu, Saito mengunakan sihir gerbang dan kami pun pergi reruntuhan desa tersebut.
Di reruntuhan desa itu, aku tidak menemukan informasi apapun yang ada hanya kayu serta batu dan aku benar-benar salah menduga sampai Saito mengatakan sesuatu.
"Yang Mulia, saya menemukan sesuatu yang aneh."
"Dimana? Tunjukkan jalan!"
Setelah itu, aku bersama Saito pergi ke lokasi pintu aneh yang mana disana ada pintu besi bundar dengan tuas yang bundar juga yang berlokasi di belakang desa terbengkalai.
"Disini, Yang Mulia!" seru Saito seraya menunjukkan ke sebuah benda aneh menurut nya.
"Ini seperti bunker?"
Karena rasa penasaran ku akan bunker itu, aku pun memutarkan tuas dan pintu terbuka yang mana dibalik pintu terdapat tangga vertikal.
Sesudah itu, aku bersama Saito masuk kedalam dan menuruni tangga hingga tiba didasar tangga yang mana kami disungguhi oleh dinding besi dan samar-samar, aku melihat stop kontak.
Tanpa ragu aku menaikannya keatas dan terlihat lah ruangan besi dengan sisi-sisi cahaya.
Bentuk lorong ini seperti pesawat luar angkasa saja.
Tabung itu berisikan gadis yang mengapung memegang lututnya dengan rambut hitam, berkulit putih dan tidak mengenakan busana sehelai pun.
"Apa ini? Kenapa banyak gadis muda disini?"
"Dilihat dari tubuhnya, mereka adalah Homunculus yang diciptakan secara acak dan massal," jawab Saito.
Mendengar kata Homunculus, aku jadi teringat akan sosok Iris dan Trazila. Maka tanpa ragu, aku memanggil Iris.
"Iris, bisakah kamu lihat. Apakah mereka masih hidup?"
"Baik, Yang Mulia."
Setelah itu, Iris melangkah menghampiri dan memeriksa mereka.
"Mereka terlihat masih bagus dan hidup semua, Yang Mulia," jawab Iris.
"Syukurlah. Lalu, apakah aku bisa membangun mereka?"
"Sederhana. Yang mulia hanya perlu memegang salah satu tabung maka Homunculus yang ada didalamnya akan keluar dari tabung."
Memahami itu, aku menghampiri salah satu tabung dan menyentuh nya.
Sesaat itu juga tiba-tiba tabung yang disentuh oleh ku bergetar dan memunculkan suara gemuruh. Lalu, tidak lama juga tabung itu meledak hingga mengenai ku serta Raidenia dan gadis yang ada didalamnya terjatuh ke lantai.
Merasa khawatir dengan gadis yang jatuh itu, aku sontak menghampiri nya.
"Hei, kamu baik-baik saja?" ucapku dengan mengendong kecil menghadap nya.
Lalu, aku melihat gadis itu tidak mengenakan busana dan sontak mengunakan Costume Change kepada nya.
Sesaat kemudian, gadis itu pun membuka matanya dan melihat ku.
"Tuan, selamat pagi! Unit no.0001 berhasil diaktifkan. Apa perintah anda?" ucap gadis Homunculus.
Mendengar itu, aku sontak membantu nya berdiri.
"Syukurlah. Kamu baik-baik saja."
"Tuan. Apa perintah anda selanjutnya?"
"Jelaskan kepada ku! Siapa kamu? Dan, tujuan dari tempat ini?"
"Baik, Tuan. Kami adalah Homunculus gadis prawan yang mana digunakan untuk persembahan dalam pemanggilan Dewi Jahat."
Mendengar itu, aku sontak terkejut. "Apa?! Persembahan?! Siapa yang berbuat sekeji itu kepada kalian?"
"Master terdahulu kami, Tuan Mystogan yang ingin membangkitkan Dewa Perang."
Mendengar itu, aku hanya bisa menghela nafas panjang. "Sungguh kasihan kalian! Namun, tenang saja! Aku akan menjaga kalian untuk tetap hidup layak di sini!"
Mendengar itu, gadis 0001 berlutut satu kaki. "Terimakasih, Tuan. Kami akan melayani anda sampai mati!"
"Terimakasih. Mohon bimbingannya juga!"
"Baik."
Setelah itu, aku pun membangunkan semua Homunculus yang ada di bunker itu yang mana berjumlah 1.000 gadis Homunculus dan memerintahkan mereka untuk hidup di desa terbengkalai.
Lepas dari itu semua, aku telah memberikan mereka nama Girl- satu sampai Girl - seribu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ditempat yang berbeda yakni Kantor Pusat Asosiasi Hunter terlihat Juan sedang berlari dengan tergesa-gesa menuju ruangan presiden dan setibanya didepan pintu, dia sontak menghentikan langkah untuk merapikan diri lalu, mengetuk pintu
Tok! Tok!
"Presiden, ini saya Juan. Ada laporan penting!"
Lalu, suara Presiden Jowy terdengar dari dalam ruangan.
"Masuklah!"
Mendengar itu, Juan sontak masuk ke ruangan yang mana didalam terlihat Presiden Jowy sedang sibuk memeriksa beberapa dokumen.
"Ada apa, Juan?"
"Pak, kejadian Vanish Hunter terjadi lagi."
Mendengar itu, Presiden Jowy sontak memperlebar kedua matanya dan memukul meja.
"Sial! Ini sudah ke 10 kali nya dalam dalam satu bulan dan 50 Hunter rank rendah menghilang."
Lalu, Presiden Jowy menenangkan pikiran nya dan membuat keputusan.
"Juan, nyatakan kejadian ini sebagai kasus nasional. Kita tidak boleh kehilangan Hunter lagi dan ini demi keselamatan para Hunter."