Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 73. Private Dungeon Tugu Pahlawan



...Bab 73. Private Dungeon Tugu Pahlawan ...


Saat ini aku sedang berada di Private Dungeon yang mana aku menemukan monster yang menarik salah satu Crazy Rabbit.


Meski tidak cocok untuk menjadi pasukan bayangan, aku tertarik dengan kemampuan nya.


[Rank Warrior.


Nama: Fast Step.


Rincian: Kemampuan Teleportasi dengan jarak radius 10 meter.


Penilaian: Kamu bisa mengejutkan teman mu.]


[Rank Warrior.


Nama: Aerodinamik.


Rincian: Kemampuan melompat di udara.


Penilaian: Jika kamu ingin memanjat tidak perlu tangga lagi.]


Setelah itu, aku melanjutkan langkah dan sampai di sebuah pintu besar yang mana ada pola segitiga dengan bola pada sisi ujung nya.


Melihat itu, aku mengambil kesimpulan bahwa aku harus mencari kunci nya terlebih dahulu. Tapi, apakah aku bisa membuka paksa?"


Lalu, aku pun coba mendorong nya dengan sekuat tenaga namun tidak berhasil melainkan membuat pintu mengeluarkan listrik dan aku pun sontak menghindar kebelakang.


Tidak hanya itu, dua patung cyclop di kedua sisi pintu bergerak dan menatap ku seraya merubah diri jadi wujud sebenarnya.


Lalu, mereka sontak mengangkat senjata yang dipegang dan menyerang ku. Tapi, aku berhasil menghindari nya.


"Benar-benar cara kerja yang klasik yang sering muncul di novel dan anime."


Seusai mengatakan itu, aku sontak mengeluarkan Greed dengan mode tombak. Lalu, aku melemparkan tombak itu hingga mengenai kepala salah satu dari Cyclop dan membuat nya tumbang.


"Maaf saja. Aku bukan orang yang akan menunggu kalian datang menyerang ku."


Cyclop yang lain sontak mengunakan mode Berserk yang membuat nya memancarkan aura sihir yang tinggi dan dia melesatkan pedang besar kearah ku.


Melihat itu, aku sontak menghindar dengan melompat dan dibantu Aerodinamik hingga tiba diatas kepala Cyclop. Lalu, aku mengeluarkan Greed nomor 2 dengan bentuk pedang dan melesatkan skill ...


"Sword Skill. Slash."


Tebasan udara pun terbentuk dan melesatkan kearah Cyclop namun, dia berhasil menghindari nya dengan sihir pertahanan melalui Rune yang terukir di tangan nya.


"Sihir pertahanan kah. Tapi, aku jadi kelemahan mu! ... Iris!"


Dalam sekejap, Iris dari bayangan ku sontak melompat kebelakang Cyclop dan melesatkan tebasan pada leher nya hingga mati.


"Sebenarnya, apa yang kalian lindungi dibalik pintu ini?" ucapku seraya melihat pintu besar.


Lalu, aku bertanya kepada Nova.


"Nova, bagaimana cara membuka pintu ini?"


[Kakak, ambil inti kristal kedua Cyclop itu karena itulah kunci dari pintu didepan kakak.]


"Baiklah."


Setelah itu, aku pun mengambil inti kristal dari kedua Cyclop itu dan menempatkan kedua inti kristal itu pada pintu yang mana kedua inti kristal itu bersinar ke seluruh ukiran pintu.


Lalu, sesaat itu juga pintu terbuka dan aku pun masuk kedalam nya.


Setibanya didalam, aku sontak disungguhi oleh beberapa pilar yang menjulang tinggi disertai karpet merah ditengah nya.


Sebelum melangkah, aku memeriksa keadaan sekitar untuk memastikan ada nya monster dan ruangan tempat ku berdiri tidak ada monster.


Setelah memastikan itu, aku melanjutkan langkah ku kedepannya yang dimana didepan ruangan itu terdapat kubus besar yang melayang serta ditengah kubus itu terlihat ada tengkorak manusia yang tersalib kan.


Melihat itu, aku pun menjadi penasaran dan menghampiri tengkorak itu dengan maksud coba membangkitkan nya.


Akan tetapi, sesaat aku berada di dekat tengkorak itu. Dia tiba-tiba mengangkat kepala nya dan mengigit ku.


Aku yang terkejut sontak melepaskan gigitannya dan melompat mundur.


"Ternyata kamu masih hidup."


"Hihihi..." tawa dari tengkorak.


Yang mana tubuh dia berubah dan mengalami proses kembali dengan pembentukan daging, syaraf, kulit hingga terbentuk sempurna dengan wujud manusia namun, aku melihat sesuatu yang berbeda.


Sosok gadis bermata merah, rambut perak dengan kulit putih dan memiliki dua taring pada bibir nya serta tidak mengenakan pakaian sehelai pun.


Aku pun mengambil kesimpulan.


"Mungkin kah ... kamu vampire?"


"Hahaha ... benar sekali, aku Primordial Vampire, Alice."


Maka dari itu, aku memutuskan ...


"Oh, begitu." Aku pun berbalik badan kearah pintu keluar lagi pula di ruangan itu tidak terlihat tangga lantai berikutnya. "Maaf ... menganggu."


Ditengah aku melangkah, dia pun meminta tolong kepada ku dengan nada panik.


"Manusia, Tunggu! Tolong aku! Ku mohon!"


Sambil melangkah keluar, aku pun menjawab nya. "Maaf, aku tidak bisa."


Vampir Alice pun terdengar semakin panik. "Ke-Kenapa? Aku akan melakukan apapun!"


Mendengar itu, aku pun menghentikan langkah dan menjawab nya.


"Begini, ya. Mana ada orang yang mau membebaskan seseorang yang jelas-jelas dengan sengaja dikurung di tempat seperti ini dan aku sibuk."


Ucapan ku itu membuat kedua mata nya terbuka dan mengelaknya.


"Bukan! Ini bukan salah ku! Tunggu! Aku ... Aku dikhianati!"


Mendengar itu, aku pun menghela napas panjang dan untuk memastikan kebenaran nya, aku bertanya kepada Nova.


"Nova, bagaimana menurut mu tentang gadis vampir itu?"


[Dia memiliki wajah yang cantik, memiliki tubuh yang sempurna dan rambut nya seperti lembut. Aku rasa, dia cocok untuk menjadi pacar nya kakak.]


"Oi, Nova, bukan itu. Maksud ku? Apakah dia berbohong?"


[Terlihat dari raut wajah nya, dia berkata jujur.]


"Baiklah, seperti nya aku juga tidak tega melihat nya."


Lalu, aku berbalik badan dan menghampiri nya.


"Meski kamu mengatakan itu. Tapi, itu tidak menjelaskan alasanmu dikurung. Kalaupun memang benar, Kenapa orang yang mengkhianatimu sampai mengurung mu disini?"


Saat aku bertanya seperti itu, dia terdiam dan terus memandangi ku dengan tatapan heran.


"Oi, kamu dengar atau tidak? Kalau diam saja mending aku pergi."


"Kamu manusia atau bukan?" tanya heran Vampir Alice.


Aku pun menghela nafas panjang, "Tentu saja. Aku manusia."


"Jika kamu manusia, kenapa bayangan mu sangat gelap dan menakutkan? Mungkin kah kamu seorang Shadowmancer?!"


"Kamu tidak menjawab ku dan mengalihkan topik. Lagipula, apakah itu penting? Jadi, kenapa kamu disini?"


"Aku seorang Vampir tertua atau Primordial Vampire yang memiliki kekuatan luar biasa karena itulah aku berjuang keras untuk melindungi rakyat ku hingga suatu hari salah satu Primordial vampire yang lain berkata kalau aku sudah tidak dibutuhkan lagi dan berkata, dia akan menjadi raja."


"Jadi, kamu yang ingin naik tahta?"


Alice menggelengkan kepalanya. "Tidak. Bagi ku hal itu bukan lah masalah. Namun, kemampuan ku dianggap berbahaya dan karena aku tidak bisa dibunuh maka mereka mengurung ku ditempat ini."


"Tapi, apa maksudmu tidak bisa dibunuh?"


"Aku memiliki semua kekebalan dan jika pun terluka, sihir ku akan langsung menyembuhkan nya. Maka dari itu, aku memiliki sihir keabadian."


Mendengar itu, aku sedikit terkejut lantaran sihir itu sama seperti sihir rehabilitasi.


Mungkinkah ... Aku juga mengalami masa keabadian.


Itulah yang pikir konyol saat mendengar ucapan Alice.


"Jadi, Tuan ... Tolong aku!"


Alice pun menyadarkan ku dengan permintaan nya.


"Meski sedikit terpaksa tapi baiklah, aku akan menolong mu."


Lalu, aku pun memanggil ....


"Iron."


Sesaat kemudian, Iron muncul di samping ku.


"Iron, hancurkan kurungan itu!"


Tanpa ada jawaban, Iron melangkah maju dan dia pun memegang kurungan Alice seraya merapalkan skill unik nya.


"Transmutasi."


Ditengah proses itu, muncul sengatan listrik merah yang hebat yang mana menandakan kurungan itu sangat keras sampai akhirnya kurungan itu hancur dan Alice jatuh tepat dibawah pelukan ku.


Itulah hari pertama aku bertemu dengan Primordial Vampire, Alice.