Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 38. Dungeon Hijau dan mengatur Rencana



...Bab 38. Dungeon Hijau dan mengatur Rencana....


Saat ini aku, Fay bersama para peserta pelatihan ada di sebuah perbukitan tandus dengan beberapa jurang dalam dan mirip seperti great canyon.


Melihat keadaan itu, beberapa Hunter panik.


"Dimana ini?!"


"Kelihatan nya ini bukan Dungeon!"


"Gate nya hilang!"


....


Lalu, aku melihat sekeliling nya seraya menganalisa bahwasanya ini pertama kali nya aku mengalami perubahan tipe Dungeon dan diawal masuk, aku tidak merasakan apapun yang mencurigakan.


"Ehm ... Kak Rizal, apakah disini ada yang aneh?" tanya Fay seraya melihat sekitar.


Sesaat kemudian, sebuah anak panah melesat kearah Fay. Aku yang memiliki sense yang tinggi sontak menangkap anak panah tersebut.


Fay yang melihat ku menangkap anak panah sontak terkejut. "Hah?!"


Anak panah itu tidak hanya kearah Fay. Namun, beberapa Hunter juga terkena anak panah.


"Aaa!"


"Kyaa!"


"Apa ini?"


"Ada penyergapan!"


....


Lalu, ada Hunter yang melihat kearah bukit.


"Mereka di bukit!"


Aku dan beberapa Hunter lainnya sontak melihat kearah bukit yang mana terlihat ada sosok manusia berkulit hitam dengan kuping panjang yang memakai baju zirah ringan sedang memegang busur panah.


"Dark Elf!"


Aku pun menganalisa nya yang mana Dark Elf memiliki mata yang tajam dan mereka memiliki insting yang bagus untuk memilih Hunter yang terlemah. Jika ini terjadi tiga bulan yang lalu maka anak panah itu diarahkan padaku.


Memahami itu, aku sontak mengunakan skill Intimidasi seraya berkata dalam hati, aku akan membunuh kalian dengan tangan ku sendiri.


Sesaat memberikan skill Intimidasi pada Dark Elf, mereka sontak pergi melarikan diri.


Lalu, Fay memberikan komentar nya. "Seperti nya kita disambut tidak ramah."


Tidak lama kemudian, sosok pria rank A menghampiri ku. "Saya tidak yakin berapa dari kalian yang sudah memahami situasi ini. Tapi, kita sekarang berada di dalam Red Dungeon dan kita tidak akan bisa kembali sampai semua dari kita mati atau Dungeon nya terbuka sendiri," ucap pria Rank A dengan penuh percaya diri.


Pernyataan yang salah itu membuat Hunter yang lain panik.


"Apa, Dungeon Hijau?!"


Fay yang sama sekali tidak tahu, dia pun bertanya kepada ku.


"Kak Rizal, Dungeon Hijau itu apa?"


"Itu Dungeon spesial yang menghubungkan kita dengan planet The Another Moon. Sekali kita masuk kedalam nya, gerbang akan tertutup sepenuhnya dan tak ada yang bisa masuk untuk menolong dengan kata lain, ini tempat dimana kita tidak bisa keluar sampai Boss nya terbunuh atau Dungeon terbuka dengan sendirinya."


Fay yang mendengar itu, ekpresi berubah menjadi cemas. "Yang berarti kita terdampar disini!"


Mendengar itu beberapa Hunter terlihat cemas dan sosok pria yang mengenakan baju zirah memperkenalkan diri nya.


"Aku akan memperkenalkan diri ku lagi. Aku Hunter Rank A, Ali. Karena semua sudah paham Dungeon Hijau ini maka aku akan bertanggungjawab atas keselamatan kalian. Tapi tidak bisa menjamin kalian semua akan bisa hidup semua karena kita mungkin bisa menunggu berbulan-bulan sampai Dungeon nya terbuka dan Dungeon Hijau ini memiliki rank setidaknya B. Maka, ditempat berbahaya ini akan sulit mengurus banyak orang. Itulah kenapa, aku ingin membuat tim terpisah untuk menyelesaikan Dungeon bersama ku!"


Mendengar itu, aku pun mencurigai sesuatu.


"Aku membuat tim terpisah karena aku tidak ingin mati kelaparan atau dikepung oleh para Dark Elf. Meski tidak ada yang mau menyelesaikan maka aku akan selesaikan sendiri. Jadi, siapa yang mau bergabung?" sambung Ali.


Seusai itu, para Hunter Rank B bergabung dengan Ali karena mereka pikir keselamatan nya akan terjamin jika tetap bersama dengan Hunter Rank A dan tidak lama, Hunter Rank C maju namun...


Lalu, Ali menunjukkan kearah Hunter Rank C lain nya termasuk aku dan Fay. "Kau ... kau ... kau juga! Ini situasi genting tapi aku tidak bisa membawa rank C kebawah! Kalian mengerti! Karena, satu hari didalam Dungeon hijau hanya satu jam di luar dan kita mungkin bisa berbulan-bulan bahkan setahun terjebak disini sampai Dungeon terbuka sendiri atau membunuh bos Dungeon nya. Di situasi ini aku tidak bisa membawa beban dengan ku!"


Mendengar itu, beberapa Hunter tersinggung. "Apa? Kita beban?"


"Jangan begitu kecewa, jika kalian berusaha untuk hidup sampai kami mengalahkan bos nya. Kalian juga bisa kembali dengan aman," sambung Ali.


"Tapi, tetap saja ..." ngeluh Hunter yang lain.


Lalu, salah satu Hunter Rank B angkat bicara.


"Permisi!"


Mendengar itu, Ali dan kami semua menoleh kearah Hunter Rank B itu yang mana dia seorang gadis yang memiliki rambut panjang dengan pakaian baju zirah ringan.


"Aku ingin bertukar tim!"


"Terserah saja," jawab dingin Ali. Lalu, Ali melihat kearah kami. "Karena sekarang ada slot kosong, aku akan mengambil satu orang lain."


Hunter C yang sebelumnya ditolak, dia pun mengajukan diri nya kembali dan terpaksa Ali pun menerima karena dia tidak ingin tim nya berkurang.


Setelah itu, gadis berjalan ke samping ku dan berbisik.


"Ali ... orang itu, dia bahkan tidak menyadari datang nya arah anak panah."


Mendengar itu, aku menoleh kearah gadis itu.


"Kamu sebenarnya bukan Hunter Rank F, benarkah?" tanya gadis Hunter Rank B dengan senyuman kecil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di luar Dungeon, para eksekutif dari Guild Wijaya Kusuma dihebohkan dengan perubahan Dungeon dari biru ke hijau hingga ketua mereka yang merupakan Hunter Rank S datang ke lokasi.


Dia bernama Panji.


Yang mana saat ini Panji sedang berusaha membuka portal dengan kemampuan nya namun, tidak berhasil.


"Gate nya tertutup rapat. Jadi, sebelumnya ini Dungeon rank C?" tanya Panji.


"Iya, Ketua. Anda benar," jawab Arya yang berdiri dibelakang nya.


"Apakah kamu sudah menghubungi Asosiasi Hunter?" sambung tanya Panji.


"Iya Tapi ... mereka berpura-pura bodoh dan tetap menyatakan bahwa ini Dungeon Rank C," jawab Arya.


Mendengar itu, Panji pun merasa kesal dengan sikap Asosiasi Hunter. "Para bajingan itu?!"


Panji pun kesal karena dalam pengetahuan nya, Dungeon Hijau atau merah hanya muncul di Gate peringkat B keatas. Hal ini sebabkan karena energi sihir dari dunia lain yang menghubungkan nya dan Panji pun menganalisa bahwasanya Dungeon hijau yang ada dihadapannya bisa jadi Dungeon Rank B atau A jika mereka tidak beruntung.


"Berapa banyak anggota kita yang masuk?" tanya Panji.


"Dua belas, ketua!" jawab Arya.


"Dan, berapa banyak Hunter Rank tinggi masuk kedalam?" sambung Panji.


"Ada Hunter Rank A, Ali dan tujuh Hunter Rank B. Saya harap mereka baik-baik saja," jawab Arya.


"Jika Dungeon hijau atau merah rank B, setidaknya membutuhkan tiga Hunter Rank A tapi jika Dungeon Hijau atau merah Rank A maka setidaknya membutuhkan satu Hunter Rank S atau 10 Hunter Rank A. Terlebih lagi ... Jika ini Dungeon Hijau Rank A maka kita harus menganggap nya mereka mati semua. Semoga saja ini Dungeon Hijau Rank B maka ada kemungkinan Hunter Rank A atau satu, dua Hunter B akan kembali hidup-hidup."


Beberapa rekan Arya terkejut mendengar nya dan Arya pun mengaku.


"Sebenarnya ada dua orang lagi selain anggota kita?"


"Siapa mereka?" tanya Panji.


"Salah satu nya Hunter Rank F yang kuduga dia Hawkeye."


Mendengar itu, Panji mengerutkan keningnya. "Si Summoner monster bayangan itu?!"


Arya pun mengangguk kepalanya.


Mendengar itu, Panji tersenyum kecil. "Aku harap kamu bisa menyelamatkan anggota ku."