Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 86. Festival berdarah Part 2



...Bab 86. Festival berdarah Part 2...


Ditempat yang berbeda, Vampir wanita ditemani dengan beberapa vampir sedang berlari dengan kecepatan tinggi.


DBOM!


Mendengar itu, vampir wanita dan beberapa vampir yang mengikuti nya sontak menoleh kearah markas mereka.


"Ledakan yang barusan itu!"


"Apa ada sesuatu yang terjadi kepada ketua?"


"Suara nya jelas sekali! Seharusnya, kemampuan ketua yang hebat tidak akan terjadi apa-apa," jawab sang Vampir wanita.


Meski berkata seperti itu, Vampir wanita ketakutan dan dia merasa jika kembali akan menjadi tindakan bunuh diri maka dia lebih memilih mencari mangsa yang lemah dibandingkan kembali membantu ketua mereka. Maka dia pun menjawab ...


"Para magang! ikuti lah korban-korban daripada mengkhawatirkan hal yang tidak berguna!" seru Vampir wanita.


"Baik!" jawab serempak para vampir.


Setelah itu langkah mereka terhenti disaat melihat banyak vampir yang sudah mati.


"Apa ini?! Siapa yang melaku-."


Sebelum menyelesaikan ucapannya, Vampir wanita itu merasakan sesuatu yang bisa membunuh nya dan saat itu juga, dia sontak melompat menghindari nya.


Dan, sesaat menghindari serangan itu terlihat sosok gadis berpakaian gothic hitam dengan rambut perak dan mengenakan topeng setengah dengan hiasan bulu putih.


"Siapa kau?" tanya Vampir wanita.


"Aku The Empress. Salah satu dari Arcana Scarlet Shadow. Lalu, siapa yang memberikan kekuatan Vampir kepada kalian?"


Yang mana sebenarnya, The Empress adalah Alice sang Primordial Vampire yang ingin bergabung ke Scarlet Shadow untuk mengungkapkan dalang kasus vampir.


Sehari sebelumnya, Alice mendatangi Rizal yang sedang berada di Babylon.


"Ya ... Tuan, kenapa anda tidak mengatakan bahwa anda memiliki dunia mini seindah ini," sapa Alice.


Rizal yang mendengar itu, dia sontak menoleh kearah sumber suara. "Alice, kenapa kamu bisa ada disini?"


"Mudah saja. Aku hanya mengikuti salah satu dari anak buah mu yang memiliki wajah yang sama," ucap Alice seraya menoleh kearah beberapa Homunculus yang melewati nya.


"Oh, dia Homunculus yang tersimpan di dunia kecil ini. Namun, aku telah mengadopsi nya dan menjadi pasukan agen rahasia Shadow Widow."


Alice pun mengerutkan keningnya. "Agen Rahasia? Apa itu?"


"Agen rahasia itu ..."


Rizal pun menjelaskan maksud dari agen rahasia itu dan misi nya salah satunya membasmi kelompok vampir yang menculik Hunter.


Alice yang mendengar itu, dia sontak terkejut. "Apa Vampire? Bagaimana bisa? Siapa pelakunya?"


Sejak mendengar itu, Alice pun semakin bersemangat untuk membantu Tuan nya dan berjanji akan menangkap dalang penculikan tersebut.


Alice melalukan itu, karena dia sangat kesal karena telah melanggar etika dan peraturan dunia Vampire.


Maka dari itu lah, Rizal memberikan jawaban The Empress of Arcana kepada nya.


Setelah mengingat itu, Alice tersenyum remeh.


"Berani-beraninya kau berbuat seperti itu padahal tahu identitas kami. Dasar bocah sombong!" ucap remeh Vampir wanita.


Mendengar itu, Alice sontak kesal.


"Bocah? Umur ku saja bahkan jauh lebih tua dibandingkan dengan nenek mu. Dasar Jlang msum!"


Vampire wanita sontak marah mendengar hinaan dari Alice.


"Akan ku cabik-cabik, bocah ingusan!"


...****************...


Ditempat yang berbeda, Rizal dengan wujud Temperance sedang berhadapan Bangsawan Vampir Sambo yang mana dia melesatkan tembakan dan ledakan besar hingga membuat vampir yang prajurit telah mati.


Namun, ditengah kobaran api terlihat sosok Sambo sudah menjadi manusia setengah monster yang memiliki kulit hitam, kuping panjang dan sayap kelelawar.


Meski begitu, Rizal tetap tenang dan tersenyum remeh seraya memasukan kedua tangan nya di saku jaket nya.


"Oh, sudah mulai kah. Hidangan utama nya.


"Akan kukatakan lagi! Kau akan mati!"


Mendengar itu, Temperance menghela nafas panjang.


"Benarkah? Kematian seperti nya akan tertuju kepada mu."


Sesaat kemudian, sistem memberikan misi.


Ding!


Melihat itu, Temperance sedikit terkejut lantaran aku yang mengunakan wujud klon mampu menerima quest dari sistem.


"Sistem, kamu luar biasa," gumam Temperance.


Lalu, Temperance kembali melihat Sambo.


"Sebelum pertarungan dimulai lagi. Boleh kah aku bertanya kepada mua? Kenapa kamu melakukan semua evolusi ini?"


"Evolusi diperlukan. Kita ras manusia bisa apa? Mereka hanya mahkluk lemah. Tapi, kami berbeda. Kami jauh lebih unggul daripada manusia. Makhluk luar biasa harus menundukkan makhluk rendahan. Bukan kah begitu sejarah manusia? Tapi, kalangan modern diisi dengan kepalsuan. Aku sangat bersyukur The Another Moon datang ke bumi ini dan membuat Evolusi. Lalu, aku bertemu dengan seseorang?"


"Siapa?"


"Dia tidak pantas untuk ku sebutkan yang merupakan makhluk rendahan dan sekarang, aku akan membunuhmu."


"Seperti nya, memang iya. Makhluk rendahan seperti ku akan membunuh ras unggul seperti mu," ucap bangga Temperance dengan senyuman remeh.


Sambo pun sontak marah, "Kurang aja! Berani kau meremehkan ku! Matilah!"


Seusai mengatakan itu, Sambo melesat kearah Temperance dengan kecepatan tinggi meski begitu, Temperance masih terlihat tenang dia mengeluar kan Lighting Control yang lain.


"Godspeed."


Sesaat merapalkan itu, seluruh tubuh Temperance diselimuti oleh listrik dan dia pun melangkah dengan kecepatan tinggi juga dan saling jual beli serangan terjadi walaupun begitu kecepatan ku lebih unggul hingga membuat nya terjatuh dan terluka parah bahkan kemampuan Lighting Control mampu melumpuhkan Sambo.


Sedangkan, Temperance tersenyum senang lantaran pencurian kemampuan dari para vampir yang dijadikan Dark Matter membuat skill Lighting Control berubah menjadi Rank Grand Master.


"Seperti nya, aku tidak harus merepotkan pasukan bayangan ku lagi. Namun, mereka juga akan kecewa jika tidak ku panggil terlalu lama," batin Rizal seraya memandang tangan kanan nya.


Sesaat kemudian, Alice datang menghampiri Temperance.


"Tu-. Senior, apakah anda sudah selesai?"


Mendengar sapaan itu, Temperance sontak melihat Alice yang mana dia sedang berjalan dengan membawa kepala Vampir wanita.


"Empress. Kenapa kamu berjalan dengan membawa hal seperti itu?"


Alice yang sontak melihat kearah kepala, "Oh, ini maksud senior!" ucap Alice seraya menunjukkan kepala kearah Temperance.


Lalu, saat Sambo menoleh kearah Alice. Dia pun terkejut. "Bdebah!"


Alice yang mendengar itu, dia sontak melemparkan nya kearah Sambo.


"Vampir bodoh! Katakan kepada ku! Siapa yang memberikan mu darah Vampire? Jika tidak mau mengatakan maka, kamu akan bernasib sama dengan kekasih mu itu," tanya Alice.


Sambo pun tertawa, "Hahaha ... Kalian tidak akan bisa menang melawan sang raja dan jika aku mati, maka kalian tidak akan lepas dari pandangan nya."


"Sampah! Kamu terlalu banyak omong kosong."


"Empress tenang lah! Aku akan mencari nya sendiri dalam ingatan nya."


"Baik, Tuan," jawab Empress.


Lalu, Temperance melihat kearah Vampir dan mengunakan skill yang seharusnya milik The Judgement.


"Abyss Control."


Sesaat kemudian, pandangan Rizal berubah menjadi ingatan milik Sambo dan disana terekam sosok pemberi darah itu.


Dia Viktor, sosok King Vampire yang juga menyegel Alice.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ...


Ding!


[Rank Grand - Master.


Nama: Lighting Control


Rincian:



Anda bisa menciptakan serangan listrik.


Serangan listrik anda bisa diledakkan.


Kemampuan untuk bergerak dengan sangat cepat, Godspeed.


Penilaian: Anda bisa bergerak dengan cepat. Tidak perlu takut kalau dikejar @njing.]