
...Bab 57. Misi Darurat: Menyelamatkan Desa Elf....
Sekembalinya dari Kantor Pusat Asosiasi Hunter, aku pun langsung pulang. Hal ini disebabkan lantaran pengukuran energi sihir ku yang tidak terukur telah menyebar ke seluruh kantor pusat Asosiasi Hunter dan membuat gemuruh karyawan dan para Hunter yang sedang disana.
Maka dari itu, aku mengunakan skill Stealth untuk pergi meninggalkan gedung tersebut.
Dan, saat ini aku tengah bersantai dan mengistirahatkan dahulu tubuh dengan bermalas-malasan di rumah.
Namun ...
Ding!
[Anda mendapatkan panggilan Khusus - Dungeon Darurat. Apakah anda ingin menerima nya? Iya / Tidak.]
Sebuah sistematis baru muncul di pandangan yang mana aku sama sekali tidak tahu arti dari Dungeon Darurat. Aku pun menjadi penasaran dibuat nya.
Tapi, disisi lain ... Sistem sungguh tidak memberikan ku waktu luang.
Meski begitu, aku pun tetap menerima nya dan menekan [Iya].
Sesaat menekan [Iya], seluruh tubuh ku memunculkan cahaya yang terang hingga pandangan ku tertutup.
"Apa ini?"
Dalam pandangan ku yang tertutup oleh cahaya, sistem memberitahu sebuah misi.
Ding!
[Misi darurat - Selamatkan desa!
• Selamat para warga dari Invasi (Belum selesai).
• Sembuhkan warga yang terluka (Belum Selesai).]
Sesaat kemudian, cahaya terang meredup dan aku pun bisa membuka mata namun, pandangan pertama ku ialah sosok gadis Elf yang terjatuh dibawah sosok Orc berkulit merah yang sedang mengangkat kapak besar nya disertai raungan keras.
"Gwuaaah!"
Sedangkan, sang gadis Elf yang pasrah dengan menutup mata nya.
Melihat itu, aku pun tidak berdiam diri dan sontak mengambil Greed dan merubah nya menjadi pedang lalu ...
"Sword Skill. Slash."
Tebasan udara dilesatkan hingga kepala Orc terjatuh disamping gadis Elf.
Menyadari tidak ada nya suara Orc, gadis Elf itu pun terkejut saat melihat kepala Orc merah ada disampingnya.
Lalu, gadis Elf itu menoleh kebelakang yang mana dia gadis Elf yang tidak asing, sosok gadis Elf cantik berkulit putih dengan rambut biru sedang. Jika tidak salah namanya ...
"Rena?"
Gadis Elf yang bernama Rena itu sontak bangkit berdiri dengan meneteskan air mata menghampiri dan memeluk ku.
"Tuan, terimakasih. Anda sudah bersedia datang!" ucap Rena didalam pelukan ku.
Keadaan yang tiba-tiba itu membuat ku terdiam kaku apalagi pelukan nya itu membuat buah dada nya yang besar menempel di badan ku. Namun, itu tidak lama karena tujuan ku kesini bukanlah untuk Harem atau menikmati momen seperti ini.
Lalu, aku sontak melepaskan pelukannya dan melihat kearah nya. "Rena, apa yang sedang terjadi? Kenapa kamu dikejar-kejar oleh Orc lagi?"
Saat aku bertanya seperti itu, dia mengingat sesuatu. "Hah? Benar! Tuan." Rena mengambil kedua tangan ku. "Saya mohon. Selamatkan Desa kami!"
"Baiklah, jelaskan secara singkat. Apa yang terjadi?"
"Desa kami diserang oleh High Orc. Mereka membunuh para Elf dan menculik Elf wanita. Tuan, saya mohon! Selamatkan kami!"
Mendengar itu, aku pun memahami alasan sistem memanggil ku namun, kedatangan ku sudah seperti pahlawan-pahlawan dalam novel saja.
Dan, itu sangat merepotkan meski begitu, aku tidak ingin mendapatkan hukuman dari sistem.
"Baiklah, aku akan menyelamatkan kalian. Kamu tidak perlu khawatir!" ucap ku dengan senyuman kecil.
Mendengar itu, Rena mengusap air mata nya dan membalasnya dengan senyuman juga.
Setelah itu, aku menghampiri jasad High Orc dan membangkitkan nya.
"Shadow Extraction."
Sesaat kemudian dari tubuh High Orc muncul sosok monster bayangan dengan bentuk High Orc.
[Shadow High Orc.]
Rena yang melihat itu, dia hanya tertegun-tegun dan tidak berani menanyakan apapun kepada ku.
Aku pun mengabaikan itu dan memberikan perintah kepada nya.
"Pergilah dan bunuh semua High Orc di desa!"
Shadow High Orc sontak berlari meninggalkan ku.
Tidak berhenti disitu, aku pun memanggil...
"Saka!"
Sesaat memanggil nya, sosok Shadow Elf King muncul didepan ku yang sontak berlutut satu kaki dihadapan ku.
"Saka, pergi lah ke desa dan selamat saudara ras mu!"
"Baik, Yang Mulia!" jawab Saka.
Lalu, Saka pun bangkit berdiri dan menoleh kearah Rena.
Rena yang melihat saka, dia pun sedikit ketakutan namun, Saka memberikan nya senyuman setelah itu, dia berbalik badan dan berlari dengan kecepatan tinggi.
Setelah itu, aku menoleh kearah Rena.
"Ayo kita kembali ke desamu!"
Lalu, aku dan Rena berlari kearah desa dengan kecepatan sedang.
Setibanya di desa, kami melihat Saka sudah membunuh semua High Orc bersama Shadow Orc yang sudah ku bangkitan dan setibanya aku disana, Saka dan Shadow High Orc sontak berlutut dihadapan ku.
"Yang mulia, saya sudah membunuh semua. Orc!"
Melihat kecepatan nya dalam membunuh, aku pun terkagum kepada nya dan merasa beruntung memiliki bawahan kelas assassin seperti nya meski, aku sedikit kecewa tidak bisa melihat pertarungan nya.
"Kerja Bagus!"
"Terimakasih, Yang Mulia!"
Rena yang memahami itu, dia sontak menghampiri pria Elf yang sudah dewasa dan sontak memberikan pelukan kepada nya.
"Ayah!" seru Rena.
"Oh, Rena!" jawab Pria Elf Dewasa yang menerima pelukan nya dari Rena.
Sesaat kemudian, sistem memberikan laporan nya.
Ding!
[Misi darurat - Selamat desa!
• Selamat para warga dari Invasi (Selesai).
• Sembuhkan warga yang terluka (Belum Selesai).]
Melihat satu misi yang belum selesai, aku pun menghampiri Rena yang tentu saja Saka dan Shadow High Orc ada dibelakang ku.
Saat kedatangan ku, Pria Elf itu menaruh waspada kepada ku dan sontak memeluk Rena dengan erat.
"Siapa kamu?!"
Tidak hanya pria Elf yang memeluk Rena tapi, Elf lainnya sontak memasang posisi siaga takut-takut aku akan menyerang mereka.
Rena yang melihat itu, dia sontak mengambil sikap.
"Ayah, jangan seperti itu! Dia tuan yang sebelumnya ku ceritakan. Sekarang, dia datang untuk menyelamatkan kita."
Mendengar itu, aku pun tersenyum kecil dan para Elf juga menurunkan kewaspadaan nya. Lalu, Elf Dewasa itu menghampiri ku.
"Maaf, kami telah berprilaku tidak sopan," ucap pria Elf seraya menundukkan kepalanya.
"Tidak apa. Sudah sewajarnya kalian menaruh curiga kepada ku dan lebih dari itu, apakah kalian ada yang terluka?"
Elf dewasa itu mengembalikan posisi badannya, "Iya, kami sudah membawa mereka ke rumah rawat. Namun ..." Elf Dewasa itu menghentikan ucapan nya.
"Ada apa?"
"Iya, Elf penyembuh kami telah di culik oleh para High Orc yang berhasil kabur sebelum kedatangan Tuan."
Mendengar itu, aku pun menghela nafas dan pantas saja sistem menyuruh ku untuk membantu menyembuhkan mereka.
"Baiklah, Boleh aku menemuinya?"
"Iya, silahkan, Tuan!"
Setelah itu, aku diajak oleh Elf Dewasa dan Rena ke ruang rawat yang dimana banyak Elf yang sedang meringis kesakitan diatas beberapa kasur akan tetapi tidak ada satu Elf pun yang mampu menyembuhkan nya.
Lalu, Elf Dewasa yang berdiri disamping ku, dia menghela nafas panjang. "Ahufu ... Begini, Tuan. Kami tidak bisa apa-apa."
"Tenang saja, aku akan membantu kalian menyembuhkan mereka."
Mendengar itu, Elf Dewasa melihat ku dengan tatapan heran. Aku pun hanya memberikan senyuman kecil.
Setelah nya, aku memanggil ...
"Sarah."
Sesaat kemudian, sosok Shadow Human Sarah muncul dari bayangan ku.
"Yang Mulia, apa perintah mu?"
"Sarah, sembuhkan semua Elf ini!"
"Baik, Yang Mulia."
Sesaat kemudian, Sarah bangkit dari berlutut nya dan menyembuhkan semua Elf yang terluka di ruang rawat tersebut.
Disaat yang bersamaan, Sistem memberikan laporan nya.
Ding!
[Misi darurat - Selamat desa!
• Selamat para warga dari Invasi (Selesai).
• Sembuhkan warga yang terluka (Selesai).]
[Anda berhasil menjalankan semua misi dan berhak klaim hadiah;
Stat poin +5.
Kotak acak Perak +1.
100.000 koin emas.
Return Stone.]
Melihat itu, tanpa membuang waktu lagi. Aku sontak mengambil semua hadiah tersebut.