Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 26. Lari bersama, pelatihan dan Dungeon Hijau Rank D



...Bab 26. Lari bersama, pelatihan dan Dungeon Hijau Rank D....


Ding!


[ Anda telah berhasil meningkatkan Body Muscle Lv. 10.]


Saat melihat pemberitahuan itu, perubahan tubuh ku kini terlihat lagi yang dahulu perut buncit berubah menjadi four pack, six pack dan kini, eight pack.


Tidak lama itu, seluruh tubuh juga keras dengan otot dan tinggi tubuh juga berkembang.


Meski begitu, aku merasa beruntung karena otot tidak begitu besar seperti aktor binaraga.


Dan, saat ini aku sedang lari pagi menikmati hari libur yang dimana ditengah itu datang Cindy dari belakang ku.


"Selamat pagi, Rizal!" sapa Cindy dengan senyuman kecil yang mana dia menyamakan kecepatan lari dengan ku.


Mendengar sapaan itu, aku pun sontak melihat nya. "Pagi juga Cindy."


"Aku tidak menyangka kamu juga suka berolahraga pagi."


"Iya, olahraga baik untuk kesehatan dan daya tahan tubuh."


Lalu, Cindy memiliki ide. "Rizal, bagaimana kalau berlomba? Siapa paling cepat lari ke tugu, dia yang menang. Lalu, yang kalah mentraktir makanan yang enak kepada yang kalah. Bagaimana?"


"Ide yang bagus."


"Oke, 1 .. 2!" Cindy sontak berlari kencang.


"Kamu curang," jawab ku yang sontak ikut berlari.


Sambil berlari Cindy menoleh kebelakang dan melihat ku dengan senyuman kecil.


Lalu, aku pun terus lari dibelakang Cindy meski Cindy mempercepat lari nya, aku terus mengikutinya dari belakang yang mana sebenarnya aku bisa menyusul nya namun, lebih baik mengalah.


Sampai tiba di tugu dan dia pun sontak membentang tangan nya keatas.


"Hore! Aku menang!" seru Cindy yang menghentikan langkahnya begitu pun aku.


Lalu, Cindy menghampiri ku dan menunjukkan jari nya kearah ku. "Rizal, jangan lupa janji mu!"


"Iya, ya. Aku janji."


Mendengar itu, Cindy pun tersenyum kecil.


Siang harinya, aku memutuskan untuk meningkatkan kemampuan ku yakni dengan meningkatkan status yang mana saat ini aku memiliki status poin 30 dan seperti sebelumnya, aku meningkatkan Strength dan Agility.


Ding!


[Nama: Rizal Purnomo | Lv.33


Job: Shadowmancer Lv. 8


Title:


• Goblin Slayer.


• Wolf Slayer.


HP: 3.350 | MP: 1.930


Fatigue: 0 %


Strength: 97 (+20) | Vitallity: 60


Agility: 98 | Intelligence: 56


Sense: 56


Status Poin: 0. ]


Setelah itu, aku berlatih teknik senjata dalam bimbingan Agni dan Alter di Dungeon yang mana sebelumnya teknik-teknik ku beli di store diantaranya;


Archer Mastery, 2.000 koin.


Rod Mastery, 4.000 koin.


Chain Mastery, 5.000 koin.


Spear Mastery, 3.000 koin.


Whip Mastery, 2.000 koin.


Selain berlatih, aku juga mengunakan Dungeon untuk di tidur. Alasan ku mengunakan nya lantaran waktu di Dungeon yang lebih cepat dibandingkan bumi. Maka dari itu juga aku bisa tidur selama berjam-jam Dungeon tapi, waktu di bumi masih kurang satu jam.


Memanfaatkan fenomena itu, aku pun berlatih keras di dalam Dungeon.


Keesokan harinya, Guild Harapan mendapatkan tugas untuk menaklukkan Dungeon Hijau Rank D yakni membasmi kerajaan Goblin bersama Sarah dan salah satu anggota terbaik Guild Harapan, dia bernama Hendra, Hunter Rank D.


Awalnya kami bertiga melangkah tanpa bicara apapun sampai tiba di depan gerbang tiba-tiba Hendra menatap ku tajam dengan bahasa yang ketus.


"Oi, Rank F. Jangan menganggu saya saat nanti didalam Dungeon!"


"Iya, aku yakin dengan tugas ku."


"Tentu saja harus bisa. Biar saya peringatkan, jika kau dianggap merugikan tim maka kau keluar dari Dungeon! Kamu mengerti!"


"Iya. ya."


"Tapi tenang saja, saya akan melawan mereka dan kamu sisa nya," ucap bangga Hendra.


Hendra berbicara itu lantaran dia percaya diri bahwa dirinya seorang Tanker yang memiliki baju zirah lengkap disertai pedang besar dan perisai


Mendengar itu, Sarah tersenyum kecil.


Seusai perbincangan itu, kami pun masuk kedalam Dungeon yang mana setibanya disana, kami sontak disuguhi oleh pintu gerbang berbatu yang besar.


Tidak lama kemudian, pintu gerbang itu pun terbuka dan beberapa Goblin sontak melancarkan serangan dengan cepat dan terorganisir hingga membuat Hendra sedikit kewalahan.


Lalu, Hendra menoleh kearah ku. "Rank F. Apa yang kamu lakukan? Cepat bertarung!"


Aku pun hanya menghela nafas panjang lantaran Hendra berbicara tanpa melihat ku yang mana aku sudah banyak membunuh Goblin dengan Greed dalam bentuk pedang.


Greed merupakan nama Shadow Mother Slime dan meski, dia hanya monster Elite namun, aku tetap memberikan nya nama dan dia pun berubah rank menjadi Elite Knight.


Disisi lain, Sarah yang seorang Healer dan memberi sihir dukungan dia menjadi panik.


"Saya akan segera menyelesaikan mantra. Sampai saya bisa-"


"Jangan banyak bicara! Cepat berikan aku Buff, sekarang!" seru kesal Hendra.


"Saya sudah mengunakan semua sihir Buff!"


Melihat mereka sedang kesulitan, aku pun menghampiri mereka.


"Kak Sarah, keliatan dia butuh bantuan. Permisi sebentar!"


Sarah yang mendengar itu, dia pun menjadi panik. "Heh? Tunggu!"


Tanpa mempedulikan ucapan Sarah, aku berlari kearah Goblin yang sedang dihadapi oleh Hendra.


Lalu, Sarah pun kesal. "Jika kamu merusak posisi, siapa yang akan menja-."


Ucapan Sarah terhenti lantaran seluruh Goblin yang ada dibelakang sudah mati semua. "Heh? Mustahil."


Hendra pun semakin tersudutkan karena karena kecepatan serangan beberapa Goblin.


"Sial! Jika saja, saya tidak ada rank F sialan di tim Ku!"


Aku pun mengabaikan teriakan tidak berguna itu dan membunuh semua Goblin yang ada disekitar Hendra.


Lalu, saat menyadari Goblin terbunuh. Dia melihat ke depan yang mana aku sudah berdiri di hadapannya.


"Ra-Rank F??"


"Hendra, tolong jaga dibelakang! Kau sangat menganggu."


Hendra pun terbujur kaku dan tidak bisa berkata apa-apa.


Mengabaikan itu, aku sontak berlari dengan kecepatan tinggi dan membunuh satu-persatu goblin.


Hendra yang melihat itu, dia pun terkejut. "Aaa!"


Setelah membunuh banyak Goblin, aku pun memutuskan untuk menyantap jiwa nya.


"Soul Eater."


Sesaat kemudian, sistem memberitahu hasil nya.


Ding!


[Anda berhasil memakan jiwa dan mendapatkan;


Strength +3


Agility +4


Vitallity +2.


Sense +1. ]


Seusai itu, Sarah menghampiri ku. "Kak Rizal, kamu baik-baik saja?"


"Iya, selesai yang kak Sarah lihat."


"Jangan panggil kakak dong! Sarah aja, ya!" ucap Sarah dengan senyuman kecil.


"Iya, Sarah juga panggil aku Rizal saja!"


"Iya, Rizal."


Menyadari perkataan dari Sarah, aku menjadi yakin bahwa dia tidak bisa melihat proses Soul Eater.


Lalu, Hendra pun berbangga diri didepan kami.


"Hahaha ... Seperti nya kamu beruntung, Rank F. Bisa melawan para Goblin lemah meski begitu, kamu melakukan nya dengan baik!"


Aku dan Sarah hanya bisa terdiam dan bertukar senyum.


Lalu, aku mengajukan diri atas kesalahannya.


"Sarah, Hendra. Mulai sekarang, aku yang memimpin dan memberikan perintah! Kurasa ini lebih baik untuk efesiensi party. Kamu tidak keberatan, Hendra?"


"Baiklah, jadi apa tugas saya?" tanya Hendra.


"Melindungi Sarah dibelakang."


"Baiklah."


Lalu, Sarah menyambungkan pembicaraan. "Lalu, apa tugasku?"


"Sarah, kamu hanya perlu melanjutkan apa yang kamu lakukan sebelumnya dengan membantu kami di belakang."


"Baiklah, mohon kerjasama!" jawab Sarah dengan senyuman lebar.


"Sekarang, kita lanjutkan penelusuran nya!"


"Baik," jawab serentak Hendra dan Sarah.