
...Bab 31. Hunter yang selalu bertambah kuat setiap pertarungan...
Ding!
[Quest Darurat.
Disini ada manusia jahat yang memiliki hawa pembunuh terhadap anda. Bunuh mereka dan pastikan kamu selamat. Jika gagal, maka jantung mu akan berhenti.
Jumlah manusia jahat 1 manusia.
Jumlah manusia yang terbunuh 0 /1.]
Melihat itu, aku pun tersenyum kecil.
"Terimakasih, sistem kamu telah memberikan ku alasan untuk membunuhnya. Sekarang giliran ku!"
Setelah itu, aku melesatkan skill. "Rush."
Dengan kecepatan lebih tinggi sebesar 30 persen membuat Dandy terpojok dan kesulitan untuk menangkis semua serangan.
Lalu, aku pun menutup rangkaian serangan dengan skill.
"Dagger Skill. Assassinated."
Saat aku melesatkan skill itu, Dandy mengunakan belati nya untuk menangkis serangan ku itu hingga membuat belati nya patah.
"Bdebah! Ternyata kamu juga bisa mengunakan skill!" seru kesal Dandy.
Lalu, Dandy mengambil belati dari jasad tahanan dan melesatkan skill.
"Kamu pikir, aku tidak bisa mengunakan skill!" ucap Dandy yang berlahan menghilang. Lalu, dia berbicara lagi. "Skill Stealth merupakan skill yang mampu menghilangkan hawa keberadaan, suara, nafas dan bau. Seberapa kuat dirimu tidak akan bisa melawan ku."
Seusai itu, Dandy sontak melesatkan beberapa serangan kearah ku namun, berkat stat sense ku yang tinggi. Aku bisa melihat aura milik nya hingga mampu menangkis semua serangan.
Stat Sense merupakan jumlah indikator tinggi nya ketajaman dan keluasan panca indera pengguna dengan tinggi nya stat Sense, aku bisa melihat dalam gelap, merasakan hawa keberadaan, menghirup bau yang dari kejauhan bahkan mampu melihat jarak jauh.
Dan, berkat itu juga aku bisa melihat aura milik Dandy yang mana hal itu menandakan hawa keberadaan nya.
Maka dari itu, aku merubah Greed yang awalnya belati berubah menjadi rantai.
"Whip Skill. Bind."
Rantai itu pun bergerak dan melilit Dandy meski dalam kondisi tidak terlihat hingga juga membuat skill nya terpatahkan.
Mengetahui itu, aku sontak menarik nya dan saat berjarak sudah dekat. Aku berubah Greed menjadi pedang.
"Sword Skill. Vital Strike."
Serangan ku itu pun telak mengenai jantung Dandy dan membuat nya terjatuh dengan luka fatal disertai muntah darah. Lalu, dia melihat ku dengan senyuman lebar.
"Aku akan mati karena kalah itu wajar. Ijinkan aku bertanya! Siapa dirimu sebenarnya?"
"Sampai mau mati juga kamu terlalu banyak bicara," jawab dingin ku.
"Mulut yang mengoceh mungkin tidak berguna. Tapi, banyak rahasia juga bukanlah hal yang bagus."
Aku pun menghela nafas panjang, "Cukup anggap saja, aku seorang Hunter yang selalu bertambah kuat setiap pertarungan. Menurut mu, seberapa kuat diriku?"
Mendengar itu, Dandy tersenyum lebar kembali disertai tawa kecil. "Bayangan mu itu terhubung dengan kegelapan. Kau akan menjadi sekuat bayangan mu yang jauh tenggelam dalam kegelapan..."
Setelah mengatakan itu, Dandy pun menghembuskan nafas terakhirnya.
"Terimakasih untuk penilaian nya. Maka jadi salah satu dari bagian bayangan itu." Lalu, aku merapalkan skill. "Resurrection."
Sesaat kemudian, Dandy pun bangkit kembali dengan sosok yang sudah menjadi ras bayangan yang mana dia sontak berlutut didepan ku dan dia berubah menjadi ...
[Shadow Human Assassin Lv. 5 / Rank: Elite Knight.]
Bersamaan dengan proses, sistem memberitahu hasil nya.
Ding!
[Anda telah naik level.]
[Anda telah menyelesaikan quest Darurat.
Anda mendapatkan hadiah.
Status poin +5.
Skill Stealth. ]
Lalu, aku pun menerima semua hadiah tersebut.
Disisi lain saat melihat proses itu, Senja, Haikal dan Budi terkejut dengan apa yang mereka lihat.
"Rizal, apa ini?"
"Ini adalah salah satu dari kemampuan ku, Shadowmancer. Aku harap kalian merahasiakan nya," jawab santai ku dengan senyuman kecil.
Senja, Haikal dan Budi pun saling bertukar pandang. Lalu, saling mengangguk kepalanya dan mengalihkan topik pembicaraan.
"Lepas dari itu semua. Terimakasih, Rizal. Jika tidak ada kami mungkin kami akan mati."
Budi yang terduduk, dia bangkit berdiri. "Sekarang, apa yang harus kita lakukan?" tanya Budi.
"Lebih baik kita keluar dan melaporkan nya ke Asosiasi Hunter!" jawab Senja.
Mendengar itu, aku pun angkat bicara. "Bukankah lebih baik kita tutup dahulu Dungeon nya."
"Rizal, Berhati-hatilah!" sambung Senja.
Aku pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kami akan melaporkan asosiasi Hunter dan menunggu mu diluar!"
Setelah itu, kami pun berjalan ke arah yang berlawanan yang mana aku pergi menuju ruang Bos Dungeon.
Setibanya di ruangan itu, aku sontak di suguhi oleh sekumpulan besar Goblin, Hobgoblin dan Goblin Champion.
Melihat mereka, aku pun menghela nafas panjang. "Lagi-lagi, aku bertemu dengan kalian. Namun, kali ini lawan kalian bukan aku melainkan mereka," ucap ku seraya memanggil beberapa pasukan bayangan salah satu nya Agil, Permatasari dan Bayangan Dandy.
"Tunjukkan lah kemampuan kalian!"
Sesaat kemudian, para pasukan bayangan menyerang begitu juga semua Goblin namun, kesenjangan diantara mereka sangat jauh hingga para pasukan bayangan dengan mudah mengalahkan para Goblin.
Setelah nya, aku menghampiri Goblin Champions dan membangkitkan nya, "Resurrection."
Sesaat kemudian, jasad Goblin Champions berubah menjadi ...
[Shadow Goblin Champions Lv.3 / Rank: Elite.]
Selain itu, beberapa pemberitahuan yang lain datang.
Ding!
[Anda telah naik level.]
[Anda mendapatkan Job Point +1.]
Melihat pemberitahuan itu, aku menyadari sesuatu. "Aku tidak menyangka kalau hanya mengunakan pasukan bayangan bisa naik level. Kedepannya mungkin akan lebih menarik lagi," gumam ku sendiri.
Setelah itu, aku memakai skill Soul Eater kepada para Goblin yang tergolong lemah.
"Soul Eater."
Sesaat kemudian, sistem berikan pesan nya.
Ding!
[Dari Soul Eater, anda mendapatkan;
Strength +3
Vitallity +2
Agility +3
Intelligence +1
Sense +1 ]
Setelah semua itu, aku mengembalikan pasukan bayangan ke dalam bayangan ku dan aku sendiri melangkah ke luar Dungeon.
Setibanya diluar, Senja dan Haikal sontak menyambut ku dengan hangat.
"Bagaimana?" tanya Haikal.
"Aku telah berhasil mengalahkan bos Dungeon."
"Kamu memang hebat, Rizal."
Lalu, Inspektur yang dahulu pernah mengunjungi di rumah sakit ada dihadapan ku.
"Kita bertemu lagi, Hunter," sapa Inspektur.
"Oh, iya. Anda inspektur yang dahulu menjenguk ku."
"Namaku Juan, Kepala dari departemen pengawas Asosiasi Hunter. Keliatannya salah satu dari karyawan kami telah menyebabkan kerugian yang besar hingga mengancam keselamatan kalian, kami mohon maaf. Namun, ada yang ingin kami pertanyaan. Siapa yang telah membunuh Dandy?"
Dalam penglihatan aura nya, Juan bukanlah orang yang lemah. Dia memiliki aura lebih besar dibandingkan dengan Dandy. Aku menduga bahwa dia seorang Hunter Rank A sama seperti Ketua Felix.
Apakah ini sudah waktunya untuk aku mengaku?
Disaat ingin menjawab nya, Haikal sontak memotong pembicaraan.
"Aku lah yang membunuh Inspektur Dandy. Namun, jasad nya dimakan oleh bos Goblin."
"Jika tidak keberatan, apa rank mu?"
"Aku rank C," jawab tegas Haikal.
"Bagaimana cara Rank C membunuh seorang Rank B?"
"Dia Senja, seorang Healer Rank B! Dan, Hunter Rank D, Budi!"
Senja yang mendengar itu, dia sontak panik. "Oh, iya. Saya yang membantu kak Haikal."
"Baiklah, itu masuk akal. Sekarang, bisakah kalian ikut kami ke kantor?"
"Baik," jawab Haikal.
Lalu, para inspektur berbalik badan dan hendak masuk ke mobil.
Saat Haikal melangkah, aku pun menghentikan nya. "Kak, kenapa kakak berbohong?"
"Aku cuman berasumsi bahwa kamu punya alasan cukup kuat untuk menyembunyikan kemampuan mu. Jadi, kami akan membantumu!" jawab Haikal yang diakhiri dengan memegang bahuku dan senyuman.
Setelah itu, Haikal melanjutkan langkah disusul Senja dan Budi.
"Terimakasih, semuanya."