
...Bab 46. Iris dan Tim Penambang....
Saat ini aku masih berada di Dungeon Hijau, Tree Elf dan berhasil mengalahkan bos Dungeon nya bernama Trazila.
Setelah mengalahkan nya, aku pun mendapatkan beberapa pemberitahuan sistem.
Ding!
[Anda telah naik level.]
[Anda telah naik level.]
[Anda telah naik level.]
[Anda telah naik level.]
[Anda telah naik level.]
[Anda mendapatkan 1 Job poin.]
[Anda telah berhasil membunuh Bos Dungeon - Dollmancer, Trazila. Silahkan ambil hadiah anda!
Stat poin +20
Koin +2juta.
Kotak acak emas +1.
Skill Shadow Doll Factory.
Return Stone.]
Melihat itu, tanpa ada keraguan aku pun mengambil nya dan ada yang sedikit membuat ku penasaran yakni skill Shadow Doll Factory.
Lalu, aku pun melihat penjelasan nya yang mana Doll Factory merupakan kemampuan utama dari Dollmancer namun, aku yang sudah memiliki job maka sistem merubah job itu menjadi sebuah skill.
Shadow Doll Factory sendiri merupakan kemampuan untuk menciptakan, mengembangkan dan mengendalikan boneka sihir bayangan.
Memahami itu, aku pun cukup terkagum dengan Trazila bahwasanya dia memiliki kemampuan yang luar biasa.
Sesaat kemudian, Homunculus yang sudah ku jadikan ras bayangan memberikan pendapat nya.
"Master, saya ada pendapat. Gunakan wadah saya untuk menciptakan boneka yang kuat untuk anda."
"Baiklah, aku akan mencoba nya."
Saat mendengar ucapan ku, Gadis Homunculus itu membungkukkan sedikit badan nya dan memegang dada kiri nya dengan tangan kanan disertai menundukkan kepalanya.
Lalu, aku pun merapalkan nya.
"Shadow Doll Factory."
Sesaat merapalkan itu, seluruh boneka sihir didalam Dungeon melebur menjadi cairan hitam dan berbentuk sosok gadis cantik, berambut pendek putih yang mengenakan gaun hitam dan memiliki mata hitam pekat.
Seusai terbentuk sempurna, gadis itu sontak berlutut satu kaki dengan menundukkan kepalanya dan disaat yang bersamaan, sistem memberikan laporan nya.
Ding!
[Silahkan anda memberikan nama untuk Supreme Shadow Doll!]
"Baiklah, aku akan memberikan mu nama ... Iris!"
Ding!
[Iris Lv. Maks / Ras: Supreme Shadow Doll / Rank: Marshall / Unique Skill: Gluttony.]
Melihat status itu, aku terkagum-kagum dengan Iris yang memiliki status yang luar biasa dan dia unit rank Marshal pertama ku.
Terutama unique Skill Gluttony yang mana skill itu merupakan kemampuan yang mampu menghisap apapun didalam nya. Jika mahluk hidup dalam kondisi sadar maka kesuksesan penyerapan akan semakin kecil. Penyerapan tidak terbatas seperti bahan organik, anorganik, sihir dan skill.
Setelah penyerapan itu, semua target yang dihisap akan tersimpan di perut sihir nya dan dianalisa. Seusai itu, Iris akan mampu meniru dan mengunakan semua kemampuan dari apapun yang terhisap oleh nya.
Memahami itu, aku lagi-lagi terkagum kepada nya.
Lalu, aku memberikan tangan ku kepada nya.
"Iris, Mohon bimbingannya!"
Pada Dungeon ini, aku tidak menyerap satu jiwa pun lantaran kugunakan untuk menciptakan Iris dengan hasil yang maksimal.
Setelah itu, aku pun keluar dari Dungeon dan kembali ke hotel.
Keesokan paginya, ditengah sarapan di restoran. Aku mendengar berita terkini yang mana berita itu menjelaskan tentang kemunculan Dungeon Rank A di Candi Prambanan dan Guild Garuda memenangkan tender kepemilikan Dungeon.
Disaat yang bersamaan juga notifikasi dari forum Hunter berisikan Guild Garuda membutuhkan anggota tim penambang untuk Raid Dungeon Rank A di Candi Prambanan.
Secara kebetulan juga aku sedang berada di Yogyakarta maka tanpa ada keraguan aku menerima pekerjaan tersebut.
Siang hari nya, aku pergi ke lokasi dengan seragam dan perlengkapan yang sudah di tentukan.
Lalu, kepala tim penambang memeriksa CV ku.
"Jadi, kamu Hunter Rank F?" tanya kepala tim penambang.
"Ya, Pak."
"Apa kamu memiliki pengalaman dalam pekerjaan ini?" sambung tanya kepala tim penambang.
"Tidak, Pak!"
"Lalu, apa tipe Hunter mu?"
"Tipe Fighter, pak."
"Kalau begitu syukurlah." Kepala tim penambang memegang bahu kanan ku, "Tidak banyak orang seperti mu disini dan jangan gugup ya! Rajin-rajinlah! Persiapkan dirimu untuk masuk bersama kami nanti dan jangan lupa membawa peralatan nya!" sambung kepala Tim penambang.
Seusai itu, aku pun menganalisa situasi yang mana Dungeon Rank A merupakan Dungeon yang memiliki area yang luas dan tim penyerang tidak akan sanggup menangani semua pekerjaan didalam nya. Alasan itu lah, penaklukan Dungeon dibagi beberapa tim diantara nya;
Tim penyerangan adalah tim yang bertugas untuk menangani monster dan membunuh nya;
Tim penambang adalah tim yang bertugas untuk menambang material didalam Dungeon;
Dan, Tim pembersih adalah tim yang bertugas mengumpulkan bangkai dan mengambil material penting nya serta membersihkan dalam Dungeon.
Tim penambang dan Tim Pembersih akan masuk kedalam Dungeon setelah semua monster kecuali Boss di kalahkan.
Selain itu, alat modern listrik tidak bisa digunakan di dalam Dungeon jadi tim penambang dan pembersih mengunakan peralatan model lama.
Setelah itu, aku beralih pada gerbang Dungeon yang memiliki lingkaran berdiameter 100 meter.
Melihat nya, aku bersyukur untuk menerima pekerjaan ini karena sudah lama sekali aku ingin pergi melihat Dungeon Rank A dengan mata ku sendiri.
Waktu pun cepat berlalu dan sudah berganti malam. Tim penambang dan Tim pembersih cukup mengeluh dengan lama nya tim penyerang.
"Apa tim penyerang belum selesai juga?" tanya kepala tim penambang.
"Sebentar lagi mereka keluar," jawab manager Guild.
Kepala tim penambang sontak menghela nafas panjang. "Sudah berapa lama kamu bilang seperti itu?"
"Semua nya kan demi kalian untuk keselamatan Tim kepala dan semua anggota mu. Tolong bersabarlah sampai semua monster dikalahkan!" jawab manager Guild.
"Aku sudah mendengar nya tiga kali dari mu," jawab kepala Tim penambang.
"Akan lucu jadi nya kalau ada monster yang tiba-tiba muncul saat kalian sedang bekerja karena mereka terburu-buru. Bagaimana kalau aku traktir nanti setelah bekerja?" sambung manager Guild.
"Iya. Ya. Aku mengerti. Kenapa tidak kamu pergi saja dari sini?" sambung kepala Tim penambang.
Tidak lama, seseorang ada yang berteriak memberitahu sesuatu.
"Tim penyerang segera keluar. Semua bersiap! Kita akan segera masuk!"
Mendengar itu, aku pun bernafas lega lantaran aku sudah menunggu lama.
Lalu, saat ini aku akan menyaksikan tim penyerang terkuat di negara ini yang dipimpin oleh Hunter nomor 2 di new Indonesia, Richard dan Hunter nomor 3 di New Indonesia yang juga merupakan wakil ketua dari Guild Garuda, Cindy.
Mengetahui itu, aku hanya menurunkan topi penambang dan menundukkan kepala.
Cindy saat ini berbeda dengan Cindy yang ku kenal. Saat dirinya bekerja sebagai Hunter, dia memiliki aura yang kuat dan memiliki standar yang sama dengan Richard bahkan bisa saja lebih kuat.
"Ada apa, Rizal? Ayo kita masuk!" seru kepala tim penambang.
Seruan itu membuat ku tersadar dari lamunan dan menjawab nya, "Baik, pak!"
Setelah itu, aku pun masuk kedalam Dungeon sebagai anggota tim penambang.