Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 76. Alice in Guild



...Bab 76. Alice in Guild...


"Arise."


Itulah rapalan yang ku arahkan kepada jasad Hydra dan sesaat merapalkan itu, munculnya sosok Hydra dalam bentuk ras bayangan.


[Shadow Five Element Hydra / Rank: Elite Knight.]


Melihat sosok Hydra, Alice pun terkagum-kagum dengan sosok nya.


"Tuan, anda luar biasa. Jika semua monster sekuat ini milik anda maka, anda memang tidak terkalahkan. Seperti nya aku tidak salah untuk menjadikan anda seorang Master."


Aku pun tersenyum kecil, "Alice, kamu terlalu memuji."


Beberapa saat kemudian, sistem memberitahu laporan nya.


Ding!


[Anda naik level.]


[Anda naik level.]


[Anda naik level.]


[Anda naik level.]


[Anda telah berhasil menyelesaikan Dungeon.]


[Silahkan mengklaim hadiah anda!



Stat poin +10


Return Stone +1


Mini World Of Ancient Babylon +1


2 juta koin emas.


Kotak acak emas +5]



Melihat pemberitahuan itu seperti nya Dungeon memang sudah terselesaikan tapi ...


Aku pun melihat kearah Alice yang mana dia juga menyadari tatapan ku.


"Ada apa, Master?"


"Seperti nya kita berhasil mengalah bos Dungeon dan aku bisa pulang. Kedepannya, apa yang ingin kamu lakukan?"


Mendengar itu, Alice tersenyum dan sontak berlutut satu kaki.


"Tuan, Aku sudah mengikat kontrak dengan anda sebagai bawahan anda maka saya akan mengikuti anda sampai mati."


Memikirkan untuk membawa Alice ke bumi mungkin itu akan menimbulkan kehebohan dan berbeda cerita jika dia mau menyembunyikan identitas nya.


"Alice, jika memang kamu ingin ikut dan menjadi bawahan ku. Bisakah kamu menyembunyikan identitas sebagai vampir dan hidup sebagai manusia?"


"Aku akan melakukan nya."


"Baiklah, kalau begitu ..." aku mengulurkan tangan kearah Alice. "Alice, mohon kerjasama!"


Alice yang mendengar itu, dia pun sontak melihat dan menerima tangan ku seraya menjawab, "Iya, Tuan. Mohon kerjasama nya juga!"


Beberapa hari kemudian, aku pun memperkenalkan Alice kepada Kelvin yang saat itu sedang berada di kantor.


"Salam kenal! aku Alice, Seorang Hunter Rank C. Mohon kerjasama!"


Dia mengatakan itu bukan lah omong kosong lantaran sebelum datang ke kantor, aku mendaftarkan Alice ke asosiasi Hunter untuk menjalankan pengukuran energi sihir namun, aku juga memerintahkan untuk membatasinya energi nya agar tidak mencolok dan hal hasil, dia mendapatkan peringkat C.


Kelvin yang melihat sosok Alice sontak terpesona. Lalu, menghampiri Alice dengan penuh semangat dan memegang tangan nya seraya memperkenalkan diri.


"Aku Kelvin, wakil ketua Guild Eden ini. Salam kenal, Alice!"


Dengan senyuman paksa, dia pun menerima tangan itu dan menjawab nya. "Iya, sama-sama!"


Disaat itu, aku pun memotong pembicaraan mereka. "Kelvin, apakah ruangan 3901 sudah di rapih kan?"


"Sesuai yang kakak minta. Ruangan itu sudah siap untuk dihuni. Tapi, siapa yang akan menempati nya?"


"Alice."


"Kalau begitu, Kak Alice. Biar aku antarkan!" ajak Kelvin seraya mengulurkan tangannya.


Melihat itu, Alice mengerutkan keningnya dan dia pun berlari kearah ku lalu, memeluk tangan ku.


"Tidak mau. Aku mau nya di antarkan oleh Tu-. Kak Rizal."


Setelah itu, aku mengantar Alice ke kamar nya.


Ruangan 3901 merupakan ruangan apartemen yang cukup luas yang mana memiliki kamar dua serta ruangan lengkap.


Setibanya disana, Alice sontak bertolak pinggang. "Tuan, selera anda memang bagus mendesain tempat tinggal."


"Sebenarnya bukan aku tapi Kelvin."


"Tetap saja itu perintah Tuan. Jadi, apa yang harus kulakukan disini?"


"Kamu bebas melakukan apapun kecuali memangsa manusia dan lindungi tempat ini."


"Baik, aku akan laksanakan dan ..." aku pun memanggil Saka. "Alice, kamu akan ditemani oleh Saka. Jadi, perintah dia sesuai dengan kebutuhan mu."


"Oke, aku mengerti."


Malam harinya, aku diajak oleh Kelvin ke salah satu klub malam kota Metropolis yang mana saat tiba disana, Kelvin sudah menunggu didepan pintu masuk.


"Kakak, akhirnya kakak datang juga!" sapa Kelvin seraya melambaikan tangannya dari jauh.


"Kenapa perlu repot-repot mengundang ku ke tempat seperti ini?" ucap ku seraya berjalan menghampiri nya.


"Tebak siapa yang kutemui saat bermain di klub malam?"


"Siapa?"


"Pacar mu Rachel. Dia wanita klub malam."


"Dia bukan pacar ku. Kenapa kamu memberitahu ku."


"Sudah lah, jangan berpura-pura. Ayo kita masuk!"


Lalu, aku pun masuk kedalam klub malam yang mana malam itu klub sangat ramai dan ada beberapa gadis penari strip mengisi acara klub tersebut.


Dan, salah satu dari penari itu adalah ...


"Rachel."


Rachel yang sedang menari, dia pun terkejut saat melihat ku namun, kami berpura-pura tidak melihat.


Klub malam itu merupakan klub mahal yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang kaya dan Kelvin mengajak ku ke sofa yang sudah dipesan nya.


"Kak Rizal, jangan bersedih seperti itu! Di dunia ini masih banyak gadis-gadis yang lebih baik dari dia dan kak, mari nikmati malam ini!"


Sebenarnya, aku tidak lah sendiri namun, aku tidak suka dengan tempat yang penuh keramaian seperti ini namun, sesaat aku menoleh kesamping.


Rachel sudah tidak menari lagi melainkan melayani tamu dan sedang menuangkan minuman keras untuk seorang anak muda sedang berbincang-bincang dengan pengawal nya.


Namun, ada perkataan yang membuat anak muda itu kesal hingga tiba-tiba dia beranjak diri dan menampar keras Rachel hingga terjatuh, "Sialan! Apa yang kau lakukan?!"


Rachel pun hanya bisa diam terduduk dengan kepala yang ditundukkan.


"Wine sampah macam apa ini?! Tidak pantas diminum oleh seseorang seperti ku," ucap sombong anak muda.


Seusai mengatakan itu, anak muda itu menumpahkan wine ke atas kepala Rachel hingga membuat rambut dan baju Rachel basah kuyup.


Melihat itu, aku pun sontak kesal dan beranjak diri namun, Kelvin coba menghentikan ku.


"Kak Rizal, jangan gegabah! Orang itu adalah Achiruddin, putra kedua dari Ketua Guild Nusantara, Aditya."


Meski begitu, aku pun menjawab ...


"Aku tidak peduli."


Rachel yang sedang basah kuyup, dia hanya bisa terdiam duduk dengan tetesan air mata dan tidak ada satu orang pun yang menolong nya lantaran status milik Achiruddin.


Sedangkan, Achiruddin kembali ke sofa nya.


"Ditempat ini, kau harus belajar cara nya meminta maaf yang baik! Sekarang, minumlah semua ini dan aku akan membiarkan mu pergi," ucap santai Achiruddin.


Rachel yang mendengar itu, dia masih terdiam lantaran minuman keras yang dimaksud memiliki kadar alkohol yang tinggi hingga membuat Rachel enggan meminum nya.


Namun, salah satu pengawalnya memaksa Rachel untuk minum.


"Jlang! Minum lah dan Habiskan semua nya! Hahaha ...."


Anak muda dan pengawal lainnya ikut tertawa namun ...


Buk!


Pengawal yang memaksa Rachel minum melayang jauh lantaran aku menendang nya dengan keras.


Tindakan ku itu membuat seluruh perhatian tertuju kepada ku terutama Rachel yang melihat ku dengan berlinang air mata.


"Kalian terlalu berisik!"